Budaya kalang kabut

Di perguruan tinggi di Indonesia, budaya yang tidak terstruktur dan cenderung kalang-kabut, ditambah dengan banyak tugas-tugas mendadak seperti pengumuman proposal dan tugas-tugas lainnya yang diumumkan secara mendadak, dapat menghambat pencapaian keunggulan dalam bidang akademik dan profesional. Situasi ini membuat orang tidak sempat berpikir dan bekerja untuk mencapai kualitas yang baik. Dalam konteks ini, prioritas seringkali diberikan pada pemenuhan angka-angka atau target kuantitatif, bukan pada peningkatan kualitas.

Fenomena ini sangat terasa dalam tata kelola perguruan tinggi dan pekerjaan dosen di Indonesia. Sebagai akibatnya, dosen sering kali tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk mencapai esensi peran mereka, yaitu menjadi seorang dosen yang unggul dalam mendidik mahasiswa, melakukan riset yang berkualitas, dan berdedikasi dalam pengabdian kepada masyarakat. Mungkin ini disebabkan oleh fokus universitas di Indonesia yang lebih besar pada pengajaran dengan beban mengajar yang tinggi.

Oleh karena itu, penting bagi perguruan tinggi dan dosen untuk menyadari dampak negatif dari budaya ini dan mulai menerapkan tata kelola yang lebih terstruktur dan efisien, demi menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.

Published by

Hadi Nur

This blog is primarily written for my own purposes, and there has never been any claim that it is an original work.