Menemukan Tuhan dan kesederhanaan

Nothing to be proud of, tidak ada yang bisa dibanggakan. Ini refleksi yang saya letakkan pada bahagian akhir CV saya. Ini hanya untuk menasihati diri saya sendiri bahwa jika kita ingin dekat dan menemukan Tuhan, kita harus melepaskan kesombongan dan rasa bangga diri.

Untuk menemukan Tuhan, kesederhanaan sangat penting. Mustahil kemewahan dan menemukan Tuhan bisa disatukan. Mengapa? Karena Tuhan ditemukan pada tingkat ketidakberdayaan, dan kesederhanaanlah yang melahirkan ketidakberdayaan. Di mana ada kemewahan, tidak ada ketidakberdayaan.

Khalifah Umar adalah seorang khalifah besar yang memerintah kerajaan yang luas. Dia pernah melakukan perjalanan dengan menunggang unta. Orang-orang menyarankan dia untuk meninggalkan unta dan menunggang kuda. Seekor kuda dibawa ke hadapannya. Ketika dia menunggang kuda, dia merasa bahwa kuda itu sangat bagus. Dia kemudian turun dari kuda dan mengatakan bahwa menunggang kuda memberinya kebanggaan.

Jika kita sombong, kita tidak dapat menemukan Tuhan. Jika seseorang ingin menemukan Tuhan, dia harus memutuskan untuk hidup sederhana. Tidak ada yang bisa merasa tidak berdaya tanpa menjalani kehidupan yang sederhana. Jika kita tidak merasa tidak berdaya, kita tidak dapat menemukan Tuhan.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.