Istighfar

Istighfar (Arab: ٱسْتِغْفَار istiġfār ), adalah perbuatan memohon ampun kepada Allah, biasanya dengan mengucapkan astaġfirullāh (Arab: أَسْتَغْفِرُ ٱللَّٰ). Varian yang lebih panjang adalah astaġfiru-llāha rabbī wa-ʾatūbu ilayhi (Arab: أَسْتَغْفِرُ ٱللَّٰهَ رَبِّي وَأَتُوبُ إِلَيْهِ) yang artinya “Sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah yang adalah Tuhan dan Pemeliharaku, dan aku kembali kepada-Nya dalam taubat”. Hal ini dianggap sebagai salah satu bagian penting dari ibadah dalam Islam.

Istighfar berasal dari akar kata bahasa Arab – غ-ف-ر, yang menghubungkan penutup sesuatu dengan apa yang akan menjaganya tetap bersih.

“Istighfar” berarti berdoa kepada Allah agar Dia melindungi pemohon dari akibat buruk dan pengaruh beracun dari pelanggaran dan kesalahan mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Astaghfirullah secara harafiah diterjemahkan menjadi “Aku memohon ampun pada Tuhan”. Biasanya, seorang Muslim membacanya sebagai bagian dari dzikir. Artinya, Allah adalah yang terbesar atau kebaikan itu datangnya dari Allah. Dalam budaya populer, orang dapat mengatakan ini jika mereka melihat sesuatu yang salah atau memalukan.

Islam berpendapat bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan, dengan kemampuan untuk memilih tindakan mereka sendiri; baik untuk melakukan perbuatan baik dan menaati Allah atau memilih untuk melakukan perbuatan jahat dan tidak menaati (Nya). [Quran 76:3] Namun, Allah dalam rahmat dan kebijaksanaan-Nya yang besar, mengetahui fakta bahwa manusia rentan terhadap kesalahan, dan untuk mencegah manusia dari menanggung beban dosanya selamanya, membuka pintu pencarian Istighfar (pengampunan) bagi hamba-hamba-Nya yang mungkin (salah) melakukan dosa atau tunduk pada keinginannya dan mengabaikan perintah hati nuraninya. Jadi, Istighfar adalah senjata orang-orang beriman melawan syaitan/ setan yang mencoba membawa mereka ke neraka dengan mengajak mereka berbuat dosa.

Istighfar, dan beberapa nama lain dari akar kata yang sama seperti Ghafir, Al-Ghafoor, Ghaffar, muncul dalam Al Qur’an lebih dari tujuh puluh kali.

Ayat Al-Qur’an tentang Istighfar

Dalam Al-Qur’an, ada banyak ayat tentang masalah Istighfar, di mana Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk selalu mencari pengampunan-Nya dan kembali kepada-Nya. Beberapa contoh ayat tersebut adalah:

  • “Dan orang-orang yang ketika mereka melakukan maksiat atau menganiaya diri mereka sendiri [dengan pelanggaran], mengingat Allah dan mencari pengampunan atas dosa-dosa mereka – dan siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah? – dan [siapa] yang tidak bertahan dalam apa yang telah mereka lakukan sementara mereka tahu.” (Al Quran 3:135)
  • “Orang-orang itu, pahala mereka adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai [di surga], mereka kekal di dalamnya; dan sangat baik pahala orang-orang [yang saleh].” (Al Quran 3:136)
  • “Barangsiapa yang melakukan kejahatan atau kezaliman sendiri kemudian mencari pengampunan Allah pasti akan menemukan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Quran 4:110)
  • “Maka apakah mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Penyayang.” (Al Quran 5:74)
  • “Dan mintalah ampunan Tuhanmu dan kembalilah kepada-Nya dalam taubat. Dia akan memberimu rezki yang baik untuk waktu yang ditentukan dan memberi balasan yang baik kepada orang-orang yang berbuat baik. Tetapi jika kamu berpaling, maka aku benar-benar khawatir bagimu siksaan hari yang hebat.” (Al Quran 11:3)
  • “Dan kembalilah kepada Tuhanmu dari waktu ke waktu dan berserah diri kepada-Nya sebelum datang kepadamu azab, maka kamu tidak akan ditolong.” (Al Quran 39:54)
  • “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang tulus. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai [pada] hari ketika Allah tidak akan mempermalukan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka akan berjalan di depan mereka dan di sebelah kanan mereka, mereka akan berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakan bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al Quran 66:8)

Dalam Sunnah (Ajaran Nabi)

  • Dalam hadits, dilaporkan bahwa: “Nabi meminta pengampunan (Istighfar) dari Allah, sering dan setiap hari.”
  • “Nabi disebutkan dalam sebuah hadits mengatakan Istighfar beberapa kali sehari, meskipun dia tidak bisa salah.”
  • Nabi biasa meminta ampun di pagi dan malam hari. Nabi berkata: “Semakin banyak orang yang berdoa untuk pengampunan dosa-dosanya, semakin banyak perbuatan baik yang akan dikreditkan ke rekeningnya dan pada Hari Pembalasan perbuatannya akan tampak bersinar.”
  • Di antara sunnah Nabi adalah bahwa: “Dia tidak pernah bangun bahkan dari pertemuan terkecil tanpa membaca Istighfar.”
  • Hadis lain juga menyebutkan bahwa: “Nabi Suci membaca ‘Astaghfirullah Wā tūbo ilaih’ berkali-kali setiap hari.”

Rujukan: https://en.wikipedia.org/wiki/Istighfar

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.