Kenapa suka menonjolkan diri?

Saya sering bertanya-tanya mengapa orang selalu ingin menonjolkan diri? Fenomena yang saya tertarik untuk menemukan jawabannya. Setelah saya browsing di internet, saya menemukan sebuah fenomena menarik tentang perilaku hewan yang mungkin bisa menjelaskan pertanyaan saya. Di bawah ini ada dua penjelasan, pertama adalah prinsip handicap dan kedua adalah teori yang lebih lama yang disebut seleksi Fisher.

Prinsip handicap

Prinsip Handicap menunjukkan bahwa banyak aspek morfologi, perilaku, dan komunikasi hewan paling baik dipahami sebagai cacat. Kecacatan dengan andal akan mengiklankan kualitas hewan karena itu menandakan bahwa organisme tersebut memiliki kualitas yang cukup untuk menoleransi kelemahan yang diberikan oleh cacat itu padanya. Inti dari prinsip ini adalah gagasan bahwa mahalnya cacat memastikan keandalan pesan yang disampaikan.

Prinsip ini mengusulkan bahwa hewan betina lebih menyukai hewan jantan dengan cacat. Hipotesis ini diusulkan pada tahun 1975 oleh ahli biologi yang bernama Amotz Zahavi. Hewan betina akan memilih jantan yang memberikan sinyal yang menggambar bahwa dia hebat, walaupun sebenarnya cacat. Hal ini disebabkan karena sinyal yang kuat itu, walaupun menutupi kecacatannya, menggambarkan bahwa jantan mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk bertahan hidup. Ini adalah sinyal yang jujur.

Contohnya adalah burung merak. walaupun ekornya sangat besar, indah dan sebenarnya mengganggu pergerakan, dan dapat dianggap sebagai kecacatan, ekor tersebut memberikan sinyal yang kuat kepada betina bahwa dia mempunyai kemampuan bertahan untuk hidup.

Seleksi Fisher

Seleksi Fisher adalah mekanisme seleksi seksual yang diusulkan oleh ahli biologi matematika Ronald Fisher pada awal abad ke-20, untuk menjelaskan evolusi ornamen hewan jantan yang berlebihan yang menjadi pilihan secara seksual oleh hewan betina. Contohnya adalah bulu merak yang berwarna-warni dan rumit dibandingkan dengan bulu merak yang relatif lembut; ornamen mahal, terutama ekor burung yang sangat panjang yang tampaknya tidak sesuai dengan seleksi alam.

Fisher mengembangkan teori lebih lanjut dengan mengasumsikan korelasi genetik antara preferensi dan ornamen, yang pada awalnya ornamen menandakan potensi kebugaran yang lebih besar (kemungkinan meninggalkan lebih banyak keturunan), sehingga preferensi untuk ornamen memiliki keunggulan selektif. Selanjutnya, jika cukup kuat, preferensi perempuan untuk ornamen berlebihan dalam pemilihan pasangan bisa cukup untuk meruntuhkan seleksi alam bahkan ketika ornamen telah menjadi non-adaptif. Selama generasi berikutnya hal ini dapat menyebabkan seleksi yang tidak terkendali dengan umpan balik positif , dan kecepatan peningkatan sifat dan preferensi dapat (sampai seleksi balik mengganggu) meningkat secara eksponensial.

Seleksi Fisher yang digambarkan sebagai hubungan antara panjang ekor burung terhadap pemilihan dari burung betina kepada burung jantan dan juga terhadap ketahanan hidup [sumber dari internet].

Perilaku menonjolkan diri manusia

Prinsip-prinsip handicap dan seleksi Fisher juga dapat diterapkan pada perilaku manusia. Contohnya adalah pamer di media sosial. Jika dikaitkan dengan kedua teori ini, pamer yang selalu ditampilkan manusia sebenarnya adalah untuk menutupi kekurangan atau kelemahannya sendiri.

Rujukan: https://en.wikipedia.org/wiki/Handicap_principle | https://en.wikipedia.org/wiki/Fisherian_runaway

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.