Emosi positif dan usia

Saya selalu mengatakan bahwa agar pernyataan seseorang didengar oleh orang lain, ketiga komponen ini harus sekaligus dipunyai oleh orang tersebut, yaitu memiliki moralitas yang baik, memiliki prestasi, dan memiliki usia yang matang. Mengapa membutuhkan kedewasaan? Penelitian menunjukkan bahwa ada banyak penurunan kemampuan persepsi visual seiring bertambahnya usia, tetapi tidak ada penurunan persepsi kebahagiaan. Temuan ini sesuai dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa orang dewasa yang lebih tua cenderung memiliki emosi yang lebih baik dan pandangan positif. Ini adalah keuntungan orang tua yang berpengalaman dibandingkan orang muda. Persepsi mereka akan kehidupan lebih luas dan baik.

Penelitian ini dirancang untuk peka terhadap perbedaan sensitivitas kebahagiaan dengan usia, berdasarkan prinsip-prinsip psikometri dan teori deteksi sinyal. Untuk penelitian ini, para peneliti membuat tes sensitivitas emosional digital yang dilakukan oleh hampir 10.000 pria dan wanita, mulai dari usia 10 hingga 85 tahun. Tes ini memungkinkan peneliti untuk mengukur seberapa banyak setiap orang mampu mendeteksi perbedaan isyarat wajah, seperti ketakutan, kemarahan, dan kebahagiaan. Tes tersebut juga mengidentifikasi bagaimana orang-orang dalam kelompok usia yang berbeda menunjukkan perubahan dalam kepekaan mereka terhadap emosi wajah.

Rujukan: Rutter, L. A., Dodell-Feder, D., Vahia, I. V., Forester, B. P., Ressler, K. J., Wilmer, J. B., & Germine, L. (2019). “Emotion sensitivity across the lifespan: Mapping clinical risk periods to sensitivity to facial emotion intensity”, Journal of Experimental Psychology: General. https://doi.org/10.1037/xge0000559

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.