Religius dan toleransi

Indonesia dan Malaysia adalah negara yang masyarakatnya terdiri dari berbagai ras, suku dan agama sehingga seringkali terjadi masalah kepada hubungan antara masyarakat yang majemuk ini. Jika sudah menyangkut masalah toleransi dalam beragama, saya meletakkan diri saya sebagai pengamat. Sebagai orang yang suka mengamati, saya melihat toleransi antara masyarakat yang majemuk merupakan hal yang sangat penting. Jika tidak diperhatikan dan diurus dengan baik, ketidakharmonian dalam kehidupan masyarakatlah yang akan timbul.

Saya termasuk pengamat dan hanya berani mengamati karena kekurangan ilmu. Walaubagaimanapun, saya mengamati ada sekelompok orang yang menganggap diri mereka religius, yang tidak toleran karena keyakinan yang mereka miliki. Mereka bersikap keras terhadap orang yang berbeda keyakinan dengan mereka. Mereka tidak sadar bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda dan tidak sama dengan mereka (QS 49:13).

Tapi, saya juga mengamati ada juga orang religius yang sangat toleran dengan orang yang berbeda keyakinan dengannya. Saya pikir hal ini dimiliki oleh manusia yang sudah menikmati dan asyik dengan keimanan yang dimilikinya dan sangat dekat dengan penciptaNya. Alhamdullilah, kita masih menemukan ulama dan orang seperti ini karena Islam adalah agama yang damai.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.