Kata-kata bijak Ali Bin Abi Thalib

Alī bin Abī Thālib (lahir sekitar 13 Rajab 23 SH/599 Masehi – wafat 21 Ramadan 40 Hijriah/661 Masehi) adalah khalifah keempat yang berkuasa pada tahun 656 sampai 661. Beliau termasuk golongan pemeluk Islam pertama dan salah satu sahabat utama Nabi. Secara silsilah, ‘Ali adalah sepupu dari Nabi Muhammad. Pernikahan ‘Ali dengan Fatimah az-Zahra juga menjadikannya sebagai menantu Nabi Muhammad.

Di bawah ini adalah kata-kata bijak Ali Bin Abi Thalib yang sangat bijaksana. Mungkin apa yang yang beliau katakan dapat menjadi rujukan kita ketika melihat sesuatu yang tidak betul dan tidak pada tempatnya. Ada beberapa kata-kata bijak Ali Bin Abi Thalip yang relevan untuk saya pribadi, iaitu yang saya warnai dengan warna biru.

Kata-kata bijak Ali Bin Abi Thalib

  1. Abaikan rasa sakit, atau jika tidak maka kamu tidak akan pernah merasa bahagia.
  2. Ada dua cara untuk menjalani hidup yang menyenangkan, entah itu di dalam hati seseorang ataukah dalam doa seseorang.
  3. Ada dua jenis manusia: (1) mereka yang mencari tapi tidak bisa menemukan, dan (2) mereka yang menemukan tapi masih menginginkan lebih.
  4. Aku akan terus bersabar, bahkan sampai kesabaran itu sendiri merasa lelah dengan kesabaranku.
  5. Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia.
  6. Aku tidak akan meninggalkan Sunah Nabi demi kepentingan siapapun.
  7. Aku tidak sebaik yang kau ucapkan, tapi aku juga tidak seburuk apa yang terlintas di dalam hatimu.
  8. Angin tak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya.
  9. Apabila kau jatuh miskin, berdaganglah dengan Allah, yaitu dengan cara memperbanyak sedekah.
  10. Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi.
  11. Balas dendam terbaik adalah dengan menjadikan dirimu lebih baik.
  12. Banyak permasalahan pelik yang berhasil diselesaikan dengan sikap bermurah hati.
  13. Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya.
  14. Berhentilah membahas apa yang tidak kamu ketahui dan membicarakan tentang apa yang tidak menjadi perhatianmu.
  15. Berikan perhatian dan bersikap baiklah kepada istrimu. Dia adalah bunga yang lembut, bukan budak rumah tanggamu.
  16. Berikan ribuan kesempatan kepada lawan untuk menjadi kawan, tapi jangan berikan satu kesempatan pun bagi kawan untuk menjadi lawan.
  17. Berikanlah banyak, meskipun menerima sedikit.
  18. Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupan yang kamu jalani.
  19. Betapa terhormatnya ilmu, karena orang yang tidak memilikinya mengatakan bahwa dia memiliki ilmu. dan betapa tidak terhormatnya kebodohan, karena orang yang memilikinya mengatakan bahwa dia tidak bodoh.
  20. Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu masuklah ke dalamnya, sebab ketakutan menghadapinya lebih mengganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri.
  21. Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit.
  22. Cintailah kekasihmu sekadarnya saja, siapa tahu ia akan menjadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekadarnya saja, siapa tahu nanti ia akan menjadi kekasihmu.
  23. Dia yang menaruh kepercayaan pada dunia, maka dunia akan mengkhianatinya.
  24. Diam sampai engkau diminta untuk berbicara, lebih baik daripada kau terus berbicara sampai diminta untuk diam.
  25. Diberkatilah dia yang kesalahannya sendiri mampu mencegahnya dari melihat kesalahan orang lain.
  26. Dirimu yang sebenarnya adalah apa yang kamu lakukan di saat tiada orang yang melihatmu.
  27. Dosa yang paling berbahaya adalah dosa yang diremehkan oleh pelakunya.
  28. Dua jenis manusia yang tak akan merasa kenyang selama-lamanya: pencari ilmu dan pencari harta.
  29. Firman Allah adalah obat bagi hati.
  30. Hiduplah dengan rendah hati, tak peduli seberapa banyak kekayaanmu.
  31. Ikatlah ilmu dengan menulis.
  32. Jadilah manusia yang baik dalam pandangan Allah. Jadilah manusia yang buruk dalam pandangan sendiri. Jadilah manusia yang biasa dalam pandangan orang lain.
  33. Jadilah orang yang dermawan, tapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang hidup sederhana, tapi jangan menjadi orang yang kikir.
  34. Jadilah seperti bunga yang memberikan keharuman bahkan kepada tangan yang telah merusaknya.
  35. Jagalah dirimu dari sifat marah. Karena kemarahan itu dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.
  36. Jangan berhenti berdoa untuk yang terbaik bagi orang yang kau cintai.
  37. Jangan besarkan anakmu dengan cara orangtuamu membesarkanmu dulu, karena mereka lahir di zaman yang berbeda.
  38. Jangan biarkan hatimu berlarut-larut dalam kesedihan atas masa lalu, atau itu akan membuatmu tidak akan pernah siap untuk menghadapi apa yang akan terjadi.
  39. Jangan biarkan kesulitan membuatmu gelisah. Karena bagaimanapun juga hanya di malam yang paling gelap bintang-bintang tampak bersinar lebih terang.
  40. Jangan gunakan ketajaman kata-katamu pada ibumu yang mengajarimu cara berbicara.
  41. Jangan katakan pada Allah ‘aku punya masalah besar’, tetapi katakan pada masalah bahwa ‘aku punya Allah Yang Maha Besar’.
  42. Jangan kenali kebenaran berdasarkan individu-individu. Kenalilah kebenaran itu sendiri, otomatis kau akan kenal siapa di pihak yang benar.
  43. Jangan membenci siapapun, tak peduli seberapa banyak kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu.
  44. Jangan membuat kecewa orang yang telah berbaik sangka terhadapmu, dan jangan melanggar hak saudaramu semata-mata disebabkan kau begitu yakin akan kuatnya hubungan dengannya. Seseorang yang selalu kau langgar haknya tidak akan rela menjadi saudaramu.
  45. Jangan menasihati orang bodoh, karena dia akan membencimu. Nasihatilah orang yang berakal, karena dia akan mencintaimu.
  46. Jangan menganggap diamnya seseorang sebagai sikap sombongnya, bisa jadi dia sedang sibuk bertengkar dengan dirinya sendiri.
  47. Jangan mengikuti mayoritas, tapi ikutilah jalan kebenaran. Hiduplah di dunia ini layaknya seorang pengembara, dan tinggalkan setiap kenangan manis di belakangmu. Sesungguhnya kita hanyalah tamu di sini, dan setiap tamu harus segera pergi.
  48. Jangan mengucapkan kata-kata yang menertawakan pribadi seseorang walaupun engkau hanya menirukan sesuatu yang dikatakan oleh orang lain.
  49. Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak membutuhkan itu, dan yang membencimu tidak mempercayai itu.
  50. Jangan merasa kesepian berada di atas jalan kebenaran hanya karena sedikitnya orang yang berada di sana.
  51. Jangan pernah mengambil keputusan ketika sedang marah dan jangan pernah mengumbar janji ketika sedang bergembira.
  52. Jangan pernah merasa kesepian di atas jalan kebenaran hanya karena sedikitnya orang yang berada di sana.
  53. Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu.
  54. Jika ada kata-kata yang melukai hati, menunduklah dan biarkan ia melewatimu. Jangan dimasukkan hati agar tidak lelah hatimu.
  55. Jika kamu ingin menguji karakter seseorang, hormati dia. Jika dia memiliki karakter yang bagus, dia akan lebih menghormatimu, namun jika dia memiliki karakter buruk, dia akan merasa dirinya paling baik dari semuanya.
  56. Kehidupan ini tidak lain hanyalah seperti bayangan awan, mimpinya seorang yang tertidur.
  57. Kehidupan itu cuma dua hari saja. Satu hari untukmu, satu hari melawanmu. Maka pada saat ia untukmu, jangan bangga dan gegabah; dan pada saat ia melawanmu bersabarlah. Keduanya adalah ujian bagimu.
  58. Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.
  59. Kemarahan itu seperti bola api, tapi jika kamu menelannya, itu akan lebih manis daripada madu.
  60. Ketika ahlul haq (orang yang memiliki ilmu) diam atas suatu kebatilan, maka mereka (pelaku kebatilan) akan menyangka bahwa mereka berada dalam kebenaran.
  61. Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnya orang baik.
  62. Lebih baik mendengarkan musuh yang bijak daripada meminta nasihat dari teman yang bodoh.
  63. Lebih mudah mengubah gunung menjadi debu daripada menanamkan cinta di hati yang dipenuhi dengan kebencian.
  64. Lepaskan segala sesuatu yang membuatmu stres dan sedih.
  65. Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya.
  66. Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya.
  67. Memaafkan adalah kemenangan terbaik.
  68. Orang yang cantik tidak selamanya orang baik, tapi orang yang baik selalu cantik.
  69. Orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya dan menjadi kapten untuk bahtera kehidupannya.
  70. Orang yang penuh harap akan terus mencari, sementara orang yang penuh ketakutan akan melarikan diri.
  71. Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di setiap kesempatan, tapi orang yang optimis selalu melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.
  72. Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal; kepercayaan, cinta dan rasa hormat.
  73. Orang yang terlalu memikirkan akibat dari suatu keputusan atau tindakan, sampai kapanpun dia tidak akan menjadi orang berani.
  74. Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya.
  75. Pengkhianatan yang paling besar adalah pengkhianatan umat, sedang pengkhianat yang paling keji yaitu pengkhianatan pemimpin.
  76. Pergunjingan adalah puncak kemampuan orang-orang yang lemah.
  77. Saat aku kehilangan harapan dan rencana, tolong ingatkan aku bahwa cinta-Mu jauh lebih besar daripada kekecewaanku, dan rencana yang Engkau siapkan untuk hidupku jauh lebih baik daripada impianku.
  78. Sabar sesaat saja di saat marah akan menyelamatkan kita dari ribuan penyesalan.
  79. Sebagian obat justru menjadi penyebab datangnya penyakit, sebagaimana sesuatu yang menyakitkan adakalanya justru menjadi obat penyembuh.
  80. Selalu ada cahaya bagi orang yang mau melihat.
  81. Selemah-lemah manusia ialah orang yang tak mau mencari sahabat. Dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang menyia-nyiakan sahabat yang telah dicari.
  82. Sembunyikanlah kebaikan yang kamu lakukan, dan biarkan kebaikan yang telah kamu lakukan itu hanya diketahui olehmu.
  83. Seorang teman tidak bisa dianggap teman sampai ia diuji dalam tiga kesempatan: (1) di saat membutuhkan, (2) di belakangmu, dan (3) setelah kematianmu.
  84. Seorang yang benar-benar kawan karib ialah yang menjaga kepentinganmu dikala engkau sedang berada jauh darinya.
  85. Seseorang tak patut disebut sebagai teman bila ia tak menjaga hak kawannya dalam tiga keadaan, ketika ia ditimpa bencana, ketika sedang bepergian jauh dan ketika ia meninggal dunia.
  86. Seseorang yang putus asa melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, tetapi orang yang optimis melihat peluang dalam setiap kesulitan.
  87. Sesungguhnya mengikuti hawa nafsu dapat menghalanginya dari kebenaran dan panjang angan-angan dapat membuatnya lupa akhirat.
  88. Siapa yang memandang dirinya buruk, maka dia adalah orang yang baik. Dan siapa yang memandang dirinya baik, dia adalah orang yang buruk.
  89. Sifat pemarah adalah musuh utama akal.
  90. Sungguh wanita mampu menyembunyikan cinta selama 40 tahun, namun tak sanggup menyembunyikan cemburu meski hanya sesaat.
  91. Takwa adalah takut kepada Allah, melaksanakan segala sesuatu yang datang dari-Nya, ridha dengan karunia-Nya walaupun sedikit, dan menyiapkan diri untuk menyambut kematian.
  92. Telanlah amarahmu, sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis daripada itu.
  93. Teman sejati adalah dia yang selalu memberi nasihat ketika melihat kesalahanmu dan dia yang mau membelamu di saat kamu tidak ada.
  94. Tetaplah menjalin hubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, maafkanlah orang yang berbuat salah padamu, dan jangan berhenti mendoakan yang terbaik untuk orang yang kau sayangi.
  95. Tiada kekayaan yang lebih utama daripada akal. Tiada keadaan lebih menyedihkan daripada kebodohan. Tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan. Dan tiada pembantu yang lebih baik daripada musyawarah.
  96. Tidak ada yang bisa menjaga rahasiamu lebih baik daripada dirimu sendiri, maka jangan salahkan siapa pun orang yang mengungkapkan rahasiamu karena kamu sendiri tidak bisa menyembunyikannya. Rahasiamu adalah tawananmu, yang jika dilepaskan, itu akan membuatmu menjadi tahanan.
  97. Tidak ada yang lebih menyakiti hati daripada dosa.
  98. Tiga macam orang yang tidak diketahui kecuali dalam tiga situasi: (1) Tidak diketahui orang pemberani kecuali dalam situasi perang; (2) Tidak diketahui orang yang penyabar kecuali ketika sedang marah; (3) Tidak diketahui sebagai teman kecuali ketika temannya sedang memerlukan.
  99. Tubuh dibersihkan dengan air. Jiwa dibersihkan dengan air mata. Akal dibersihkan dengan pengetahuan. Dan jiwa dibersihkan dengan cinta.
  100. Ucapan itu seperti obat, dosis kecilnya bisa menyembuhkan tapi jika berlebihan bisa membunuh.
  101. Ucapan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yang diwarisi dari nenek moyang.
  102. Ya Allah, saat aku kehilangan harapan dan rencana, tolong ingatkan aku bahwa cinta-Mu jauh lebih besar daripada kekecewaanku, dan rencana yang Engkau siapkan untuk hidupku jauh lebih baik daripada impianku.
  103. Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu setelah sekian banyak kesabaran yang kau jalani, yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit.
Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.