Kelicikan iblis dan manusia

Saya mempunyai buku yang berjudul “Dialog dengan iblis” yang dikarang oleh Muhammad Abdul Al-‘Maghawiri. Buku yang menceritakan bagaimana iblis dalam menjerumuskan manusia untuk berbuat jahat seperti yang dapat dilihat dari video singkat di bawah ini. Setelah membaca buku ini, ada dua hal yang saya simpulkan, pertama iblis itu pintar, dan kedua adalah licik. Dua kemampuan ini yang membuat iblis dapat dengan mudah memperdaya manusia.

Kalau kita perhatikan dengan seksama, kita dapat merasakan bahwa kelicikan iblis ini juga terdapat pada manusia. Hal ini sering tidak kita sadari. Seringkali kita melihat orang-orang yang jujur dan teguh dalam pendirian sepertinya tidak berhasil dalam karir. Sepertinya perlu kelicikan untuk mencapai prestasi. Hal yang sama juga dapat kita lihat ketika tujuan utama dan hakikat menjadi kabur. Sebagai contoh, kita lupa bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mendidik. Kita lupa bahwa tujuan politik adalah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Kita lupa bahwa tujuan hukum adalah untuk keadilan. Dan seterusnya.

Saya menemukan sebuah website yang menarik yang menjelaskan bagaimana menjadi licik: https://www.wikihow.com/Be-Cunning. Saya melihat bahwa kita dapat menjadikan sifat licik itu menjadi kelicikan yang baik, dan menghindari kelicikan yang jahat dengan cara mengetahui bagaimana menjadi orang yang licik. Setelah saya baca, saya menyadari bahwa ada orang-orang yang saya kenal mempunyai karakter yang licik, bahkan sangat licik — sehingga dia dapat mencapai prestasi dunia (bukan akhirat) yang hebat dimata manusia (bukan dimata Allah SWT). Di bawah ini adalah hasil saduran saya terhadap website https://www.wikihow.com/Be-Cunning yang menjelaskan bagaimana menjadi orang yang licik.

Bagaimana menjadi licik?

Kamus Online Merriam-Webster mendefinisikan “licik” sebagai kata sifat yang berarti “mendapatkan apa yang diinginkan dengan cara yang cerdas dan sering kali menipu.” Orang yang licik bersedia menggunakan kehalusan, akal-akalan, dan tipu daya untuk memanipulasi orang lain dan mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia mampu memahami niat orang lain dan menggunakan informasi ini untuk kemajuan pribadi. Menjadi licik adalah cara yang bagus untuk memastikan kita mengelola orang-orang dan kekuatan dalam hidup kita sehingga kita selalu menjadi yang teratas.

Menjadi perseptif

Maksud dari perseptif adalah cepat melihat, memahami, atau menyadari sesuatu. Ini adalah karakter utama yang diperlukan untuk menjadi orang licik.

1. Selalu mencari informasi lebih lanjut. Orang yang licik melihat hal-hal yang orang lain tidak melihatnya atau melewatkannya begitu saja. Mereka melihat mesin kehidupan yang tersembunyi. Orang licik selalu mendapatkan informasi sebanyak mungkin sebelum membuat keputusan.

2. Mempertanyakan motif orang lain. Orang yang licik terkenal karena kemampuan mereka untuk melihat melalui fasad orang lain. Dia melakukan ini karena dia mempunyai kemapuan “membaca” orang lain.

3. Mencari detail kecil. Orang yang licik memperhatikan hal-hal yang kecil yang dapat dimanipulasi untuk keuntungan mereka. Jika kita memperhatikan detail kehidupan, kita akan menemukan diri kita lebih siap untuk memanfaatkan peluang ketika peluang itu muncul dengan sendirinya.

4. Waspada. Seseorang tidak mungkin licik jika dia cuek dan tidak fokus. Bagian penting dari kelicikan adalah menjadi aktif dan waspada pada saat yang paling penting.

5. Ambil sudut pandang yang objektif. Orang yang licik berusaha untuk tidak membiarkan persepsi dan pengambilan keputusan mereka dikaburkan oleh emosi atau prasangka.

6. Perhatikan kekuatan dan kelemahan orang lain. Langkah ini sangat penting. Orang licik memperbaiki diri dengan membodohi, menipu, atau menipu orang lain. Orang tertentu jauh lebih mudah ditipu oleh orang yang licik ketika kekuatan dan kelemahannya diketahui, daripada tidak diketahui.

Membangun kecerdasan untuk menjadi licik

1. Latihan, latihan, latihan. Jika kita dilahirkan dengan sangat licik dan kejam, kita mungkin seorang psikopat. Kita dapat meningkatkan kemampuan kita untuk menjadi licik melalui latihan. Mencoba menemukan peluang berisiko rendah sebagai latihan untuk menjadi licik dalam situasi yang serius. 

2. Jangan pernah menerima apapun tanpa pertimbangan. Orang yang licik adalah orang yang skeptis. Jangan pernah menerima informasi yang kita berikan atau kesan yang diberikan seseorang kepada kita tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Terus-menerus bertanya pada diri sendiri apakah orang yang berinteraksi dengan kita tampak tulus. 

3. Pertimbangkan semua kemungkinan keberhasilan. Sebelum segala sesuatu terjadi, luangkan waktu untuk membayangkan setiap kemungkinan situasi yang mungkin terjadi dan antipasi skenario terburuk yang mungkin terjadi.

4. Belajar dari kesalahan. Penipu yang paling berpengalaman pun terkadang tertangkap. Gunakan kegagalan kita sebagai pengalaman belajar. 

5. Kenali dirimu. Orang yang licik tentu harus dapat menemukan kekuatan dan kelemahan orang lain, tetapi hampir sama pentingnya bahwa dia juga dapat menemukan kelemahannya sendiri.

Menipu orang lain

1. Sempurnakan wajah penipu kita. Sama seperti orang yang licik harus bisa membaca wajah orang lain, mereka juga harus bisa mencegah orang lain membaca wajah mereka sendiri. Sebagai contoh, cobalah untuk tidak tersenyum atau cekikikan saat kita menipu seseorang. Sebaliknya, santai dan ambil napas dalam-dalam.

2. Percaya diri dan tegas. Orang-orang lebih cenderung mempercayai orang lain yang tampak percaya diri dalam pengambilan keputusan mereka. Jika kita licik, kita harus siap untuk mengeksploitasi ini. 

3. Belajar berbohong. Kebohongan adalah sahabat orang yang licik. Kebohongan yang baik masuk akal, atau setidaknya sulit untuk disangkal. Berbohong dengan baik membutuhkan banyak kecerdasan dan kontrol emosional. Orang yang licik tidak hanya bisa berbohong kepada orang lain, dia juga bisa berbohong pada dirinya sendiri. 

4. Pasang perangkap (metaforis). Kita perlu memasang jebakan supaya orang terjerumus. Dengan menilai kekuatan, kelemahan, dan motivasi orang lain, kita dapat membuat jebakan yang hebat.

5. Jauhi sorotan. Orang yang licik tidak pernah terlalu banyak menarik perhatian orang lain.

6. Memiliki alternatif jika tidak berhasil. Orang yang licik mempertimbangkan semua hasil yang mungkin untuk skema mereka – bahkan hasil yang tidak menguntungkan. Selalu memperhitungkan kemungkinan kegagalan. Siapkan rencana jika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana. 

Semoga kita dijauhi dari sifat iblis dan godaan setan yang terkutuk. Wallahu A’lam Bishawab.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.