Lebih baik diam

Saya seringkali ‘gatal’ untuk berkata-kata ketika saya mendengar berita, komentar atau pendapat yang saya anggap tidak tepat dan bodoh. Contohnya adalah komentar mengenai situasi politik di Afganistan, Malaysia dan Indonesia. Jika ini menyangkut isu yang sensitif dan menyinggung orang lain, saya berpikir seribu kali untuk berkomentar, terutama komentar di media sosial.

Sebagai contoh, saya tidak berani berkomentar dengan situasi di Afganistan karena kita bukan orang Afganistan. Jadi kita tidak tahu situasi sebenarnya mengenai Afganistan. Tidak ada gunanya menunjuk siapa yang benar dan salah, atau siapa yang baik dan jahat dalam situasi ini. Saya teringat dengan dua petikan bijaksana ini:

Diam adalah respon terbaik untuk orang bodoh. Diam yang bermakna lebih baik daripada kata yang tidak bermakna.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.