Rasa ketidakadilan

Setiap hari saya membaca berita yang mengusik rasa ketidakadilan saya. Sebagai contoh, ada manusia yang semakin kaya karena mengambil keuntungan karena didukung oleh sistem yang berpihak kepada orang kaya. Orang miskin semakin miskin. Pandemi COVID-19 ini juga menyumbang kepada situasi ini. Ada juga orang yang serakah kepada kekuasaan, yang tidak peduli kepada nasib masyarakat miskin.

Rasa ketidakadilan adalah fitur universal manusia. Hal ini biasanya dirasakan dalam kaitannya dengan penyalahgunaan, pengabaian, atau penyimpangan yang tidak disetujui oleh sistem hukum atau sesama manusia. Penyebab umum ketidakadilan adalah keegoisan manusia. Orang akan sering melakukan tindakan ketidakadilan ketika mereka memperhitungkan kepentingan untuk diri mereka sendiri. Kita perlu bijak melihat ketidakadilan. Ketidakadilan manusia tidak selalu disebabkan oleh upaya untuk mendapatkan keuntungan tetapi juga karena pengambilan keputusan yang tidak tepat atau salah.

Saya sengaja menandakan dengan huruf tebal perkataan ‘mendapatkan keuntungan’ dan ‘pengambilan keputusan yang tidak tepat atau salah’. Bagi saya, ketidakadilan karena mengambil keuntungan yang berdasarkan kepada keserakahan itu sukar dimaafkan. Ketidakadilan dapat diatasi dan ditolerir jika didasarkan kepada pengambilan keputusan yang salah. Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak pernah berbuat salah. Nah, dengan cara memandang ini, sekarang kita dapat menilai dan bereaksi dengan cara yang wajar terhadap ketidakadilan. Dunia ini memang tidak adil.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.