Sidang promosi doktor Universitas Indonesia

Pagi ini saya menjadi penguji pada sidang promosi doktor di Universitas Indonesia (UI). Setelah dua kali ujian, Harits Atika Ariyanta, dalam sidang promosi doktornya di Jurusan Kimia UI, berhasil lulus dengan yudisium cum laude dengan indeks prestasi kumulatif 4.00. Selamat dan sukses Harits! Ucapan selamat juga kepada kedua pembimbing beliau yaitu Prof. Yoki Yulizar dan Prof. Dr. Ivandini Tribidasari Anggraningrum.

Di bawah ini adalah pertanyaan saya kepada kandidat. Sesuai dengan sifatnya untuk mempromosikan kandidat, saya mengajukan pertanyaan yang juga bersifat promosi.

Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Saudari Harits Atika Ariyanta yang telah sampai pada tahap akhir dari proses sebagai mahasiswa doktor di Universitas Indonesia. Saya jadi teringat dengan pernyataan dari salah seorang fisikawan termuka yaitu Richard Feynman. Dia mengatakan bahwa:

“If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.” Pernyataan ini dapat diterjemahkan sebagai berikut: “Jika Anda tidak bisa menjelaskannya secara sederhana, Anda belum cukup memahaminya.”

Setelah membaca tesis saudari, saya menemukan usulan mekanisme dari material yang Saudari sintesis yang digunakan sebagai sensor kolesterol non-enzimatik. Karena sidang promosi ini juga dihadiri oleh publik dan juga oleh keluarga saudari, yang mungkin tidak mempunyai pengetahuan yang mendalam mengenai bidang ini, saya meminta Saudari menjelaskan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh umum bagaimana mekanisme sensor kolesterol non-enzimatik itu bekerja yang melibatkan reaksi elektrokimia, peranan dari semikonduktor dan lain-lain. Silahkan.
Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.