Mentalitas kepiting

Saya sedih dan sekaligus geram melihat ada orang dan sekelompok orang yang memanfaatkan situasi pandemi COVID-19 dan mengganggu usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menangani COVID-19. Usaha ini tidak bermanfaat dan merugikan masyarakat umum, terutama masyarakat yang hidupnya susah karena pandemi. Sangat disayangkan, usaha ini dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan uang. Mereka ini adalah orang yang sama sekali tidak bijaksana, mungkin memiliki perasaan iri dan dendam, atau bahkan mempunyai keinginan berkuasa yang tinggi dan serakah. Mereka sebenarnya juga tahu bahwa akibat dari perbuatan mereka kita semua akan menjadi kalah, tidak ada yang menang. Orang atau sekelompok orang ini mempunyai mentalitas kepiting.

Mentalitas kepiting, atau juga dikenal sebagai teori kepiting adalah cara berpikir yang paling tepat dijelaskan oleh ungkapan “jika saya tidak dapat memilikinya, Anda juga tidak dapat”. Metafora ini berasal dari pola perilaku yang ditemui pada kepiting ketika mereka terjebak dalam ember. Tidak satupun kepiting dapat dengan mudah melarikan diri, usahanya akan diganggu oleh kepiting yang lain, sehingga semua kepiting tersebut tidak dapat keluar ember dan mati bersama-sama. Hal ini juga ditemukan dalam perilaku manusia karena ada iri, dendam, atau perasaan disaingi sehingga tidak seorangpun menjadi maju karena mentalitas kepiting ini.

Di bawah ini adalah ciri-ciri orang yang mempunyai mentalitas kepiting:

  • Mereka terlalu bangga pada diri mereka sendiri dan memperlakukan orang lain sebagai makhluk yang lebih rendah.
  • Mereka panik ketika orang lain berprestasi dan lebih maju.
  • Mereka penuh dengan hal-hal positif untuk diri mereka sendiri tetapi penuh dengan hal-hal negatif untuk orang lain.
  • Mereka menyalahkan rekan-rekan mereka atas kegagalan mereka daripada membantu mereka.
  • Mereka memperlakukan rekan-rekan mereka sebagai pesaing. Sepertinya kata persatuan dan kerjasama tidak ada dalam kamus mereka.
  • Mereka tidak memiliki welas asih. Tidak mempunyai rasa kasih sayang yang menggabungkan empati dan simpati. 
  • Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membicarakan orang daripada mendiskusikan ide dan solusi.

Mentalitas kepiting tidak akan membantu negara mencapai kemajuan. Kita perlu mendukung pemimpin kita, apalagi pemimpin yang dipilih dari hasil proses demokrasi yang memerlukan proses pemilihan yang panjang dan biaya yang sangat mahal. Kita harus saling membantu. Hentikan dan hindari mentalitas kepiting.

Rujukan: https://en.wikipedia.org/wiki/Crab_mentality

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.