Tingkatan kemampuan manusia

Kita perlu sadar bahwa manusia perlu merangkak untuk meningkatkan kemampuannya. Semua itu bergantung kepada pertolongan dan pemberian oleh Allah SWT.

Untuk itu, hal yang mendasar yang diperlukan adalah kesalehan. Kesalehan ini adalah dasar untuk naik tingkat kepada kemampuan yang lebih tinggi. Tanpa kesalehan, mata batin kita tidak akan terasah dengan baik, yang disebut sebagai basyirah. Orang yang memiliki basyirah dapat membedakan yang baik dan buruk dengan menggunakan mata batinnya, yang di luar jangkauan rasionalitas. Biasanya, pemimpin yang hebat mempunyai mata batin yang tajam. Tingkat selanjutnya manusia diberi kelebihan oleh Allah SWT yang disebut sebagai fadhilah, maunah dan terakhir adalah karamah, yang hanya diberikan kepada wali Allah SWT.

Jadi, jika ada orang yang mengaku mempunyai kelebihan yang tidak masuk akal tetapi tidak saleh, maka kelebihan tersebut perlu diragukan karena dasar dari semua kelebihan tersebut adalah kesalehan, yaitu menjalankan perintah Allah SWT.

Kesalehan inilah yang dipunyai oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim zaman dahulu seperti Imam Al-Ghazali. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana bisa beliau mengarang buku yang berjilid-jilid dengan fasilitas untuk menulis tidak seperti zaman sekarang dengan adanya komputer. Beliau ini sudah melebihi kemampuan manusia biasa, mungkin sudah sampai tingkatan maunah.

Wallahu A’lam Bishawab

Rujukan: https://id.wikipedia.org/wiki/Karamah | http://muftiwp.gov.my/ms/artikel/irsyad-fatwa/irsyad-fatwa-umum/1953-irsyad-fatwa-ke-51-maksud-karamah

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.