Universitas kita

Beberapa hari yang lalu saya menelepon seorang sahabat di kampung halaman. Lama juga kami ngobrol kesana kemari karena sudah lama kami tidak bertegur sapa. Bercerita mengenai keluarga, kisah-kisah lucu dan juga pekerjaan. Karena sahabat saya tersebut adalah seorang dosen, pembicaraan akhirnya sampai pada pendidikan tinggi. Beliau bercerita dengan cara berseloroh mengenai perguruan tinggi tempat beliau bekerja, sehingga saya tertawa. Ini anekdot beliau.

Beliau mengibaratkan universitas tempat beliau bekerja seperti wanita yang sangat menyenangkan jika dilihat karena kecantikannya. Pada suatu kesempatan, ketika bersalaman dengan sang wanita cantik tersebut, wanita tersebut batuk-batuk. Ketika ditanya, mengapa saudari batuk? Wanita tersebut menjawab bahwa dia sakit paru-paru yang sudah parah—menderita kanker paru-paru stadium empat! Itulah anologi dari kondisi universitas saya, kata sahabat saya tersebut, rancak dipandang, tapi sebenarnya sakit. Rancak dilabuah.

Wallahu A’lam Bishawab

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes and is based on "Google here, Google there." There has never been any claim that this is an original work.