Pemimpin

Mengapa suatu negara membutuhkan pemimpin yang kompeten dan teladan? Pembangunan dimulai dari visioning. Tidak ada negara yang berkembang secara kebetulan. Pengembangannya direncanakan.

Oleh karena itu, pemimpin perlu memahami masalah secara kritis, membentuk tim, berbagi visi dengan mereka, menugaskan mereka dengan tanggung jawab dan memimpin mereka dari depan. Di situlah semuanya dimulai. Ketika pemimpin memiliki visi masyarakat, pemimpin akan tahu bahwa pendidikan adalah kunci, sumber energi adalah kunci, kesehatan adalah kunci, infrastruktur tidak bisa ditawar. Ketika pemimpin memiliki visi inilah dia tahu ke mana harus mengarahkan energi dan sumber daya. Pemimpin mesti tahu orang macam apa yang harus diberi tanggung jawab atas kementerian dan lembaga utama.

Lebih jauh, pemimpin tidak boleh terobsesi dengan kepuasan instan dan kenyamanan pribadi. Itu adalah salah satu masalah terbesar para pemimpin. Mereka terlalu terobsesi dengan fasilitas jabatan sehingga mereka lupa mengapa mereka terpilih sebagai pemimpin.

Masyarakat kita sangat religius. Masyarakat kita shalat lima waktu, pergi haji, dan berpuasa selama Ramadhan. Umat ​​Kristen juga selalu berbicara dalam bahasa roh dan mengadakan sesi doa di rumah setiap pagi. Namun, kenapa tanpa belas kasihan atau penyesalan, ramai pemimpin menggelembungkan kontrak secara sembarangan, dan korupsi, pada saat masyarakat berjuang tanpa sanitasi dan rumah sakit yang baik. Bagaimana pemimpin bisa dengan mudah menggabungkan agama dengan keserakahan?

Inilah contoh pemimpin teladan yang perlu ditiru, Bung Hatta, wakil presiden Indonesia yang pertama; proklamator tercinta, jujur, lugu, bijaksana, dan mengerti apa yang terlintas dalam jiwa Rakyat Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.