Ketakutan

Siapa yang tidak pernah takut? Tidak ada manusia yang tidak pernah ketakutan. Ini adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan supaya manusia dapat bertahan untuk hidup. Ini adalah mekanisme pertahanan diri. Seringkali orang melihat ketakutan adalah hal yang negatif. Ketakutan akan memberikan efek yang buruk jika tidak dapat dikontrol. Saya juga sering ketakutan, dan sampai sekarang masih mencoba untuk selalu mengontrolnya. Takut akan masa depan yang tidak pasti, takut miskin, takut sakit, dan takut kematian adalah ketakutan-ketakutan yang biasa dialami manusia, termasuk saya.

Ketakutan adalah emosi yang disebabkan oleh bahaya atau ancaman yang dirasakan, yang menyebabkan perubahan fisiologis dan akhirnya perubahan perilaku, seperti meningkatkan respons agresif atau melarikan diri dari ancaman. Ketakutan pada manusia dapat terjadi sebagai respons terhadap rangsangan tertentu yang terjadi di masa sekarang, atau sebagai antisipasi atau ekspektasi ancaman masa depan yang dianggap sebagai risiko bagi diri sendiri.

Pada manusia dan hewan lainnya, ketakutan dimodulasi oleh proses kognisi dan pembelajaran. Dengan demikian, ketakutan dinilai sebagai rasional dan tidak rasional. Ketakutan yang tidak rasional disebut fobia.

Rasa takut sangat erat kaitannya dengan kecemasan emosi, yang terjadi sebagai akibat dari ancaman yang dianggap tidak dapat dikendalikan atau tidak dapat dihindari. Penelitian sosiologis dan organisasional juga menunjukkan bahwa ketakutan individu tidak hanya bergantung pada sifat mereka tetapi juga dibentuk oleh hubungan sosial dan budaya mereka, yang memandu pemahaman mereka tentang kapan dan seberapa besar rasa takut untuk dirasakan.

Cara mengatasi ketakutan

Pakar psikologi mengusulkan beberapa langkah untuk mengatasi ketakutan atau kecemasan, diantaranya adalah dengan cara mempelajari tentang ketakutan yang dihadapi, bernapas dalam-dalam untuk memaksa tubuh menenangkan diri, dan juga berlatih mengosongkan pikiran.

Sebagai orang yang beriman, memahami ada kekuatan yang lebih tinggi dan mengendalikan alam semesta serta segala yang ada di dalamnya dapat memberi rasa bahagia dalam diri seseorang yang merasa bahwa banyak hal yang tdak dapat dengan mudah dikendalikan. Allah SWT berfirman dalam Alquran,

“Apakah mereka tidak melihat Allah yang menciptakan langit dan bumi dan tidak lelah dengan menciptakan mereka-memiliki kekuatan untuk menghidupkan orang mati? Ya memang! Dia memiliki kuasa atas semua hal.” (QS 46: 33).

Karena itu, kita dapat melepaskan kecemasan dan membiarkan Allah SWT bekerja. Bahkan, sekalipun belum dapat melihat hikmah di balik sesuatu yang terjadi, apa yang dapat Muslim ketahui menurut Alquran adalah rencana Allah SWT adalah yang terbaik.

Shalat lima waktu

Menciptakan rutinitas telah lama menjadi saran medis untuk memerangi stres dan kecemasan. Tetapi, sejak lebih lama hal itu telah menjadi instruksi dari Allah SWT, sebagaimana dituliskan dalam Alquran.

“Dan mencari bantuan melalui kesabaran dan doa; dan memang, itu sulit kecuali untuk tunduk dengan rendah hati (kepada Allah).” (QS 2:45)

Rutinitas shalat lima waktu yang diminta Allah SWT untuk kita lakukan adalah rutinitas terbaik. Itu bisa menjadi titik jangkar di zaman kita untuk meninggalkan semua stres dan kecemasan. Kita dapat menyerahkan diri kepada Allah SWT yang mengendalikan semua hal.

Rujukan
https://en.wikipedia.org/wiki/Fear
https://www.republika.co.id/berita/q55z13366/cara-mengatasi-cemas-dan-stres-sesuai-anjuran-islam

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

Get in touch with me online. This blog has a table of content and mainly written for my own purposes and based on "Google here, Google there." There has never been any claim that this is an original work. You can use the customized search engine to search for anything on this website.