Kepercayaan, konflik dan pendidikan kewarganegaraan

Sewaktu membersihkan rumah, saya nampak souvenir batu tembok Berlin (yang sudah pecah kacanya) yang saya beli pada tanggal 26 Agustus 2015 ketika saya mengunjungi Checkpoint Charlie di Berlin. Checkpoint Charlie (atau “Checkpoint C”) adalah titik penyeberangan Tembok Berlin yang paling terkenal antara Berlin Timur dan Berlin Barat selama Perang Dingin (1947–1991), seperti yang dinamai oleh Sekutu Barat. Penjualnya mengaku bahwa batu tersebut adalah asli. Ada foto beliau waktu muda yang sedang mengambil batu tersebut.

Saya jadi berpikir, kenapa Berlin bisa terpisah menjadi dua, Berlin Barat dan Berlin Timur, padahal sama-sama orang Jerman? Ini disebabkan oleh kepercayaan atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai believe. Google Dictionary mendefinisikan believe itu sebagai accept that (something) is true, especially without proof, yang maksudnya adalah menerima bahwa (sesuatu) itu adalah benar, biasanya tanpa bukti. Agama dan ideologi adalah kepercayaan. Seringkali perbedaan agama dan ideologi dapat menjadi sumber konflik, bahkan sampai timbul perperangan, walaupun dari orang yang berasal dari bangsa yang sama. Fenomena ini kita temui sampai sekarang. Korea Selatan dan Korea Utara adalah contoh untuk masalah ideologi. Palestina dan Israel adalah contoh konflik yang menyeret agama yang menjadikan konflik ini berlangsung lama, bahkan ada yang mengatakan bahwa sampai akhir zaman konflik ini tidak akan pernah berakhir. Ini sebenarnya adalah masalah kemanusiaan — penjajahan dan penindasan oleh rezim Zionis. Do’a saya untuk rakyat Palestina. Semoga Allah SWT melindungi mereka.

Oleh karena itu, civic education, yaitu pendidikan kewarganegaraan menjadi sangat penting supaya sebuah bangsa dapat bertahan dalam persatuan. Dalam pendidikan kewarganegaraan, aspek teoritis, politik dan praktis kewarganegaraan, serta hak dan kewajiban setiap warganegara diajarkan. Sangat disayangkan jika kita lupa atau memandang sepele aspek ini dalam pembangunan sebuah bangsa. Hindarilah perpecahan melalui pendidikan yang baik.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

Get in touch with me online. This blog has a table of content and mainly written for my own purposes and based on "Google here, Google there." There has never been any claim that this is an original work. You can use the customized search engine to search for anything on this website.