Mengapa saya membeli kamera?

Ayah saya adalah seorang fotografer amatir. Anak-anaknya sering digunakan sebagai objek dari bidikan kameranya. Canonet G-III QL17 adalah kamera yang beliau gunakan untuk mengabadikan foto anak-anak dan keluarga dari tahun 1970an. Kamera ini masih disimpan di rumah beliau di Padang.

Canonet G-III QL17 (Wikipedia) yang saya foto ketika saya pulang ke rumah orang tua saya di Padang pada 7 April 2018.

Ketika saya sedang studi Ph.D. di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), tahun 1996 saya membeli kamera Nikon FM2 di toko kamera di Kota Raya, Johor Bahru. Sayangnya kamera tersebut dicuri maling ketika saya pulang bercuti ke Padang. Tahun 1999, ketika saya postdoc di Hokkaido University, saya membeli kamera yang sama di Yodobashi Camera di Sapporo. Selama saya tinggal di Sapporo, saya membeli kamera digital saya yang pertama, yaitu Sanyo DSC-X100 (SR66), juga di Yodobashi Camera. Saya juga membeli Voigtlander Bessa L, yang jarang saya gunakan.


Nikon FM2 dan Voigtlander Bessa L yang saya foto menggunakan kamera digital pertama saya, Sanyo DSC-X100 (SR66), yang saya beli di Yodobashi Camera, Sapporo tahun 2000.
Sanyo DSC-X100 (SR66). Foto kamera ini saya ambil dari internet.

Setelah saya kembali ke Universiti Teknologi Malaysia (UTM) tahun 2002, pada tahun 2006 saya membeli kamera digital DSLR, yaitu Nikon D70s yang masih saya gunakan sampai sekarang. Tahun 2008 saya menggunakan handphone yang agak canggih yaitu Nokia E90 Communicator untuk mengambil foto. Mulailah era digital yang membuat saya membeli beberapa pocket digital camera dan juga handphone yang mempunyai kamera. Semakin hari semakin banyak foto yang diambil sehingga pada tahun 2007 saya memutuskan berlangganan Flickr untuk menyimpan foto-foto tersebut. Sampai saat ini foto yang disimpan di Flickr hampir berjumlah 150 ribu.

Oh ya, saya belum menjawab pertanyaan mengapa saya membeli kamera? Pertama karena terinspirasi oleh ayah saya, sang fotografer amatir. Kedua, saya merasa perjalanan hidup yang singkat ini perlu disimpan untuk menjadi bahan referensi bagi saya sendiri dan mungkin orang lain, sehingga kita tahu dan ingat apa yang pernah kita buat dalam hidup ini. Ketiga, melihat foto-foto lama menjadikan hidup ini lebih bermakna.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

Get in touch with me online. This blog has a table of content and mainly written for my own purposes and based on "Google here, Google there." There has never been any claim that this is an original work. You can use the customized search engine to search for anything on this website.