Ideal dan berpijak dibumi

Semester ini saya mengajar mata kuliah Research Methodology. Sebagai seorang guru tentu saja saya mengajarkan teori, bagaimana melakukan riset yang baik, apa konsep-konsep riset yang baik, yang seringkali ideal dan tidak berpijak dengan kondisi yang riil dimana kita sukar melakukan riset yang baik — karena suasana riset yang tidak kondusif dan hanya mengejar hasil riset yang sifatnya superficial. Riset dangkal yang hanya memperhatikan aspek permukaan yang bersifat kosmetik, kurangnya kedalaman dalam pengetahuan dan penalaran. Hanya mengejar angka seperti sitasi dan lain-lain.

Walaubagaimanapun saya perlu mengajarkan hal-hal yang ideal, hal-hal yang sepatutnya dilakukan dalam riset. Ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Plato, bahwa ide sejati itulah yang paling penting. Plato mengatakan ketidakmampuan kita untuk memahami kebenaran tentang dunia dan hal-hal di dalamnya melalui penyelidikan dan pengalaman empiris, tetapi hanya mencapai kebenaran dan pemahaman melalui akal murni atau ide sejati. Kadang juga disebut teori gagasan.

Jika kita ingin menjawab pertanyaan, “apakah kucing itu?” Menurut Plato, pergi keluar dan melihat kucing akan membingungkan, karena semua kucing berbeda, dan perbedaan spesifik antara semua kucing membuat tidak mungkin untuk menunjuk pada satu kucing dan berkata “inilah seekor kucing” secara universal. Sebaliknya, kita memiliki “bentuk” atau “gagasan” yang ideal tentang kucing, dan “kucing” ide sempurna ini adalah apa sebenarnya kucing itu. Jika kita pada akhirnya tidak memiliki akses untuk melihat hal-hal di dunia sesuai sifat aslinya, atau bagaimana sebenarnya, maka ide-ide dalam pikiran kita ini jauh lebih dapat diandalkan daripada apa yang dapat kita rasakan dengan indra kita yang salah dalam menangkap sesuatu. Ini adalah inti dari “idealisme”, dan beberapa pengikut Plato mengartikannya bahwa dunia fisik bahkan tidak ada sama sekali.

Dalam hidup ini kita perlu berusaha dan selalu berusaha untuk menuju kebaikan, yang merupakan sifat-sifat Allah SWT, walaupun mustahil mencapainya karena kita adalah manusia yang memang tidak sempurna. Hal yang paling penting adalah jangan hanya berteori saja tetapi lakukanlah. Iklan Nike yang terkenal, “Just do it,” sangat tepat untuk ini.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

Get in touch with me online. This blog has a table of content and mainly written for my own purposes and based on "Google here, Google there." There has never been any claim that this is an original work. You can use the customized search engine to search for anything on this website.