Naluri bersarang dan tujuan hidup

Salam Jumat! Saya mendapatkan gambar menarik di bawah ini dari Facebook. Mengenai Naluri bersarang (nesting instinct). Naluri ini adalah tindakan atau proses mempersiapkan rumah atau sarang untuk menyambut kelahiran anak. Naluri bersarang ini adalah perilaku adaptif dari hewan dan juga manusia untuk melindungi anak yang akan dilahirkan. Perilaku disebabkan karena munculnya hormon ketika kehamilan pada hewan dan manusia. Penjelasan lebih lanjut dapat dibaca di wikipedia.

Ada pertanyaan yang perlu direnungkan dengan melihat fenomena ini. Apakah tujuan bersarang ini sama antara hewan dan manusia? Dengan kata lain, apakah makna kehidupan hewan sama dengan manusia? Ini adalah masalah mendasar yang perlu dipahami. Kehidupan manusia dan kehidupan hewan adalah berbeda. Hewan hanya memiliki kehidupan di dalam tubuhnya. Untuk hewan, hidup adalah tentang kelangsungan hidup dan reproduksi. Manusia lebih daripada ini, karena manusia memiliki kehidupan dan jiwa di dalam tubuh mereka. Jika kita membunuh hewan untuk tujuan makanan, itu disebut penyembelihan dan tidak dapat dihukum menurut hukum mana pun. Tapi ketika kita membunuh manusia, itu disebut pembunuhan dan itu bisa dihukum. Hal ini karena manusia memiliki jiwa yang sifatnya abadi. Jadi teori yang menyatakan bahwa manusia berevolusi dari monyet adalah tidak mungkin. Perlu pemahaman terhadap apa itu jasad, ruh, jiwa dan nyawa.

Published by

Hadi Nur

My name is Hadi Nur, a professor at Universiti Teknologi Malaysia (UTM) and an adjunct professor at Universitas Negeri Malang (UM). I can be reached easily online. Here, the table of content of my blog posts and search what you are looking for here.