Konsistensi

Saya pernah mendengar nasehat dari pemenang hadiah Nobel yang mengatakan bahwa supaya hasil penelitian kita dapat memberikan impak kepada ilmu pengetahuan dan teknologi, kita harus konsisten dalam menekuni satu bidang. Dengan begini, lambat laun reputasi seseorang peneliti atau saintis akan terbina secara perlahan-lahan. Karir saya yang lebih dari 20 tahun tidak seperti ini. Ini mungkin kelemahan saya karena tidak konsisten melakukan penelitian dalam bidang yang sama. Dalam tulisan ini saya akan membicarakan mengenai contoh saintis yang konsisten dalam melakukan penelitian. Beliau adalah pembimbing postdoc saya di Hokkaido University. Beliau sangat konsisten. Dari sejak lulus Ph.D. pada tahun 1985 di Kyoto University sampai pensiun tahun depan pada umur 65 tahun, beliau hanya menekuni satu topik penelitian, yaitu fotokatalisis.

Dalam salah satu paper beliau yang berjudul “Titania Photocatalysis beyond Recombination: A Critical Review“, beliau menulis begini:

Although the present author has worked mainly in the field of heterogeneous photocatalysis for more than 30 years since starting research work for a Ph.D. degree in 1981 in Kyoto University and has published more than 200 original and review papers on photocatalysis, there is still frustration at not being able to clarify intrinsic matters closely related to “activity” of photocatalysts, which is the most important topic in both fundamental and application studies on heterogeneous photocatalysis. What is the ghost giving him frustration?”

Saking konsistennya beliau, saya dapat membuat review article berdasarkan manuskrip-manuskrip yang beliau publikasikan. Terdapat 23 manuskrip yang ditulis oleh beliau yang digunakan untuk menulis review article ini. Setahu saya, review article yang hanya membahas publikasi dari satu orang pengarang (corresponding author) jarang dilakukan. Review article yang saya tulis bersama mahasiswa Ph.D. saya ini telah dinilai oleh empat orang reviewer. Manuskrip ini adalah hadiah saya untuk beliau, dan dalam proses untuk diterbitkan di International Journal of Hydrogen Energy.

Published by

Hadi Nur

My name is Hadi Nur, a professor at Universiti Teknologi Malaysia (UTM) and an adjunct professor at Universitas Negeri Malang (UM). I can be reached easily online. Here, the table of content of my blog posts and search what you are looking for here.