Serakah

Hari ini, jam 10:45 saya terbang dari Radin Inten II Airport, Bandar Lampung dan mendarat di Terminal 3, Soekarno-Hatta International Airport pada jam 11:40. Saya keluar dari Terminal 3 jam 12.20 dan perlu meneruskan perjalanan menggunakan pesawat AirAsia yang boarding jam 14:10 dari Terminal 2 menuju KLIA2. Taksi adalah transportasi yang cepat untuk pindah terminal. Keluar dari terminal, saya langsung berjalan ke taxi stand. Seorang sopir taksi mendekati saya. “Berapa?” kata saya menanyakan ongkos. Saya terkejut ketika dia berkata ongkosnya Rp 100 ribu, padahal jaraknya sangat dekat dan banyak taksi-taksi lain yang juga ada disitu. Banyak pilihan. Ketika saya menawar, dia menjawab, “Saya sudah menunggu 2 jam tetapi tidak ada yang naik taksi saya”, katanya. Saya berpikir betapa ngobloknya orang ini yang hanya memikirkan keuntungan tanpa pertimbangan bahwa orang juga tidak mudah ditipu dan dengan mudah dapat menukar pilihannya.

Akhirnya saya memilih taksi Blue Bird yang lebih profesional. Walaupun hanya perlu membayar Rp 22 ribu, saya berikan Rp 70 ribu kepada supir taksi Blue Bird.

Ini cerita mengenai keserakahan di Soekarno-Hatta International Airport hari ini yang ditulis sambil menunggu pesawat ke Senai Airport, Johor Bahru.

Published by

Hadi Nur

An ordinary man living in Johor Bahru, Malaysia who likes to write anything. This is table of content of my blog posts.