Penilai manuskrip dan tesis

Peer review should nurture further development, not shut it down. The objective should be to help develop original ideas and concepts into interesting, engageable forms.

Saya telah menjadi editor, reviewer manuskrip di jurnal dan juga menguji tesis Ph.D. selama karir saya sebagai pensyarah di UTM. Saya setuju apa yang dikatakan oleh artikel yang saya baca di bawah ini (lihat rujukan) mengenai 3 jenis penilai manuskrip dan tesis. Saya pernah menemukan ketiga-tiga jenis reviewer ini.

Tipe 1: Kebanyakan peer reviewer – jumlahnya sepertiga dari total. Mereka inilah yang memberikan kontribusi kepada profesi mereka. Mereka membaca dengan seksama dan mendalam, memahami baik argumen maupun isinya, berkomunikasi dengan baik, dan menawarkan umpan balik yang bermanfaat dan spesifik.

Tipe 2: Sepertiga yang kedua adalah peer reviewer yang suram. Mereka sering salah menafsirkan bagian yang mereka baca. Kritik mereka ditulis secara umum dan tidak ada jalan penyelesaian. Komentar mereka singkat, tidak pernah lebih dari dua atau tiga paragraf.

Tipe 3: Sepertiga terakhir adalah yang terburuk. Kadang-kadang komentar mereka menggunakan kalimat yang memberatkan dan menyalahkan, lambat dan hati-hati. Mereka menikmati kekuatan yang mereka miliki sebagai reviewer yang punya hak untuk menerima dan menolak manuskrip. Walaupun sebenarnya komentar mereka salah, mereka berpikir bahwa mereka selalu benar.

Rujukan
https://www.chronicle.com/article/The-3-Types-of-Peer-Reviewers/243698

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.