Akal manusia

lampuTun Mahathir menjelaskan kepentingan akal dalam blognya, setelah banyak pihak menganggap pemikiran Islamnya tidak betul hanya karena pemikiran agamanya lebih mengutamakan akal fikiran. Dalam blognya, Tun Mahathir banyak mengutip ayat-ayat Al-Quran yang berhubungan dengan kepentingan akal.

Coba kita baca surah Surah An-Nur [24:35]. Kalau dihayati dan dipikirkan, makna dari “… the example of His light is like a niche within which is a lamp, the lamp is within glass …” adalah seperti kawat dalam lampu pijar yang dikontrol oleh arus dan voltase, yaitu akal, yang mengalir dalam lampu yang berpijar tersebut, yang menyebabkan kawat tersebut berpijar. Kawat dalam lampu pijar tersebut adalah hati yang dikontrol dan dikelilingi oleh akal. Keluasan hati tidak ada batasnya karena dapat menerima apa saja demi kepuasan nafsu. Oleh karena itu, kehidupan manusia harus dipimpin oleh akal. Pada tingkat tertentu, tanpa ada motivasipun, lampu pijar itupun akan menyala, dikatakan dalam Surah An-Nur [24:35] bahwa “… whose oil would almost glow even if untouched by fire …”. Jika kita masih perlu motivasi supaya lampu menyala, pasti ada ada yang salah dengan manajemen diri kita.

Rujukan
http://chedet.cc/?p=2832
Surah An-Nur [24:35]

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.