Proses penemuan diri (self-discovery)

Beberapa hari yang lalu kami di research centre mengundang penceramah dari Counselling Centre di universitas kami untuk memotivasi staf. Namun sayangnya kurang menarik dan memberikan impak kepada staf.

Dalam motivasi, hal yang paling penting adalah bagaimana cara kita memotivasi seseorang untuk menemukan makna, tujuan dan akhirnya kebahagiaan dalam bekerja. Proses penemuan diri atau self-discovery sangat penting dalam proses mencari arti dalam kehidupan (meaning in life), terutama dalam memotivasi diri dalam bekerja.

Dalam ilmu pengetahuan, selama berabad-abad, saintis dan filsuf mencoba mencari tujuan dari kehidupan. Dari teori kuantum (quantum theory), pada skala yang paling kecil, sampai kosmologi, pada skala yang sangat besar — sampai pada tingkat yang transcendent, yang di luar jangkauan pengalaman manusia normal, yang hanya dapat dijawab oleh agama. Pencarian yang terus-menerus akan berlaku, dan menurut pendapat saya, tidak pernah akan berhenti. Hal yang terus ditanyakan oleh manusia.

Menurut Sigmund Freud dan banyak filsuf terkenal lainnya dan juga ilmuwan sosial, kemampuan seseorang untuk mencintai dan bekerja sangat terkait dengan tingkat kebahagiaan dan kepuasan seseorang terhadap kehidupan. Namun yang paling penting, manusia mesti menemukan sendiri makna dari kehidupan mereka. Ini yang yang disebut sebagai proses penemuan diri (self-discovery).

Halaman 70-83 dari buku di bawah ini, yang berkaitan bagaimana berfungsi sebagai pemimpin yang  menerapkan prinsip Love, Play, and Work, mungkin dapat menjadi rujukan.

You Will Meet a Tall Dark Stranger Executive Coaching Challenges [PDF – 502 KB]

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.