Menjadi manusia normal

Refleksi saya malam ini …

Akhir-akhir ini saya banyak dikejutkan oleh peristiwa beberapa orang teman yang yang meninggal dunia dan juga sakit secara mendadak.

Kita tidak tahu masa depan. Tetapi kita mesti optimis dalam hidup, walaupun ajal itu adalah rahasia Allah SWT. Kita mesti hidup secara normal, dalam arti kata kita mesti memperhatikan hidup yang sesuai dengan dengan keperluan dan tujuan (a life of purpose). Kerja keras boleh. Tetapi kerja keras yang keterlaluan sehingga menyebabkan sakit dan stress juga tidak baik. Kemampuan manusia terbatas. Hidup santai juga boleh. Tetapi hidup yang terlalu santai juga tidak baik.

Seringkali kita kagum dengan manusia yang luar biasa kemampuannya, yang jauh dari manusia rata-rata, dan memiliki prestasi yang mengagumkan. Namun kadangkala kesuksesan tersebut tidak memberikan kebahagiaan kepada orang tersebut karena mereka tidak bisa memaknai kesuksesan itu. Mereka seringkali overheating karena bekerja terlalu keras dan tidak memikirkan kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, pemberian makna kepada kehidupan itu sangat penting untuk mencapai kebahagiaan. Hal ini dicapai dengan bekerja normal yang berimpak positif kepada kehidupan diri sendiri dan juga orang lain. Spiritualitas diperlukan.

Hikmah dari semua ini adalah …

Hiduplah dengan normal. Hidup dengan sederhana. Dengan begitu kita tumbuh dan dewasa secara normal. Maknai dengan spritualitas. Itulah kebijaksanaan dalam hidup.

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran” (Surat Al-Qamar Ayat 49). Hal ini juga untuk manusia. Semua ada ukuran dan batasnya.

Refleksi ini mirip dengan apa yang ditulis Einstein puluhan tahun yang lalu, tetapi Einstein tanpa spiritualitas.

https://hadinur.net/2017/11/18/hiduplah-dengan-cara-sederhana/

Published by

Hadi Nur

Currently, I and my family enjoy living in Johor Bahru area and are glad that we made the move.