Menjadi orang yang bijaksana

Saya selalu memperhatikan orang-orang dalam berbicara dan berdebat, dan selalu menilai orang tersebut, apakah orang tersebut bijaksana atau tidak. Orang bijaksana selalu berbicara berdasarkan esensi dan hikmat, dan membina kehidupannya berlandaskan Allah SWT. Tidaklah bijak dan sia-sia jika perbincangan dan pemikiran hanya berputar-putar tanpa landasan hikmat.

“Allah menganugrahkan al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”

Qur’an, surah 2 (Al-Baqarah), ayat 269

https://id.wikipedia.org/wiki/Hikmat