Simposium cendekia kelas dunia

Sungguh satu kehormatan untuk saya yang telah diamanahkan untuk mewakili 40 orang ilmuwan Indonesia yang berasal dari berbagai negara sebagai introductory speaker selama 30 menit dalam acara Simposium Cendekia Kelas Dunia yang diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Namun tanpa saya sadari saya sangat bersemangat berbicara sehingga sampai diperingatkan bahwa waktu saya sudah habis, dan saya teruskan berbicara terus 5-7 menit. Sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan untuk kemajuan pendidikan tinggi di rantau ini. Walaubagaimanapun, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi, dan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) yang telah mengundang saya mengikuti Simposium Cendekia Kelas Dunia ini.

Namun demikian, saya masih kurang sreg* dengan istilah yang digunakan dalam kegiatan ini, iaitu kelas dunia (world class) dan diaspora. Mungkin perlu dicari kata-kata lain yang sesuai untuk itu. Di bawah ini adalah arti dari kata kelas dunia (world class) dan diaspora oleh google.

*menurut kamus Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “sreg” bermaksud (1) enak di hati (mantap), dan (2) pas; baik letaknya (kenanya).

world class.png

diaspora.png