Kekagumanku pada orang yang bijaksana

Dulu, aku kagum dengan orang pandai, kaya, berkuasa, berprestasi dan hebat di dunia. Sekarang, kriteria kekagumanku berganti pada orang bijaksana, alim dan tawadhu

Sewaktu kecil, guru-guru dan orang tua selalu menanamkan pada diriku bahwa aku harus menjadi orang yang “hebat”. Hebat di dunia. Menjadi orang yang terpandang, kaya, pandai dan berprestasi. Namun sekarang diumurku yang semakin tua ini, aku melihat dunia ini tidak akan menjadi lebih baik dengan kekayaan dan kepintaran tanpa diiringi dengan kebijaksanaan. Banyak orang “hebat” menjadi “hebat” karena kurang rasa kemanusiaannya. Tamak dan serakah. Manusia makan manusia. Fenomena ini dapat dilihat dengan mudah disekeliling kita; dalam dunia bisnis, dalam politik, malah juga dalam dunia pendidikan.

Ini sebuah pertanyaan yang bijak dan akan membuat kita menjadi bijaksana: Am I prepared for death? Sebuah pertanyaan yang dalam maksudnya dan sukar untuk dijawab.

10418303_10205459703711171_7869495153822923410_n

Published by

Hadi Nur

An ordinary man is living in Johor Bahru, Malaysia, who likes to write anything. Here, the table of content of my blog posts and search what you are looking for here .