Kisah perjuangan mahasiswa Ph.D. menulis jurnal

Bagi penyelidik senior, ini adalah kisah biasa dan pernah dialami, namun perlu diketahui terutama oleh mahasiswa atau calon-calon penyelidik.

Pelajaran penting: Untuk menjadi penyelidik yang tangguh tidak ada jalan pintas dan itu memerlukan waktu!

Kisah perjuangan seorang mahasiswa PhD saya di UTM menerbitkan “review article” di jurnal Q1 dengan 122 halaman (1.5 spacing) dengan jumlah rujukan hampir 200. Setelah satu setengah tahun berjuang, banyak pelajaran yang diambil dari pengalaman ini. Ini kronologinya:

[Januari 2016]
Nor Syahiran Zahidin memulai menulis “review article” mengenai Acalypha indica L. (Euphorbiaceae). Walaupun latar belakang “undergraduate” beliau adalah “mechanical engineering”, tapi beliau semangat mempelajari bidang baru yang berbeda dengan “mechanical engineering”, iaitu “bioscience”.

[1 Mei 2016]
Saya menulis e-mail kepada Prof. Michael Heinrich, University College London (reviews editor, Journal of Ethnopharmacology) mengenai topik “review article” yang akan ditulis beserta CV dari pengarang. Jurnal ini mempunyai aturan, cadangan topik “review article” mesti disetujui dulu oleh “reviews editor” sebelum paper dihantar. Hari itu juga Prof. Heinrich membalas e-mail dan memberikan beberapa cadangan perbaikan dari proposal.

[6 Jun 2016]
Proposal perbaikan dikirimkan kembali kepada Prof. Heinrich.

[21 Jun 2016]
Prof. Heinrich setuju dengan perbaikan cadangan proposal dan menyuruh paper ditulis sesuai dengan cadangan beliau.

[19 Disember 2017]
Paper yang panjangnya 122 halaman (1.5 spacing) dengan hampir 200 rujukan dihantar secara online ke Journal of Ethnopharmacology.

[23 Januari 2017]
Paper diminta untuk dibaiki dengan “major revision” dengan komentar panjang dari editor dan 3 reviewer. Diberi waktu 2 bulan untuk perbaikan.

[15 Mac 2017]
Kami tidak sanggup membaiki paper dalam waktu 2 bulan, karena mereka minta untuk “restructuring” paper yang panjang ini. Surat permohonan untuk menambah masa perbaikan 1 bulan dihantar kepada editor. Editor setuju dengan cadangan ini.

[20 April 2017]
Paper yang telah dibaiki dihantar secara online ke Journal of Ethnopharmacology.

[9 Mei 2017]
Reviewer setuju dengan perbaikan yang telah dibuat. Namun Prof. Michael Heinrich, reviews editor, masih belum berpuas hati. Beliau meminta menulis ulang bahagian kesimpulan dan juga kalimat-kalimat yang tidak jelas.

[13 Jun 2017]
Paper yang telah dibaiki dihantar secara online ke Journal of Ethnopharmacology untuk kedua kali.

[15 Jun 2017]
Setelah 1.5 tahun, paper diterima untuk diterbitkan.

TAHNIAH NOR SYAHIRAN ZAHIDIN!

Ini papernya: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S037887411632445X