Bahan pembicaraan kita

Renungan di pagi hari sebelum berangkat ke kampus.

Kadang-kadang topik pembicaraan kita dengan seseorang bergantung kepada tujuan dan juga kepentingan. Jika kita bertemu dengan kawan lama yang sudah lama tidak bertemu, topik pembicaraan bisa melantur kemana-mana. Namun, kadang-kadang dari topik tersebut kita bisa menganalisis sampai dimana “tingkat” kualitas dari pembicaraan tersebut.

Terdapat tiga tingkat kualitas pembicaraan. Tingkat paling dasar adalah topik yang membicarakan mengenai masalah kebendaan, masalah kebutuhan dasar hidup seperti makanan, kendaraan, rumah, pendidikan dan sebagainya. Masalah hidup. Tingkatan yang lebih tinggi adalah pembicaraan mengenai topik mengenai sukses. Sukses dalam konteks ini saya definisikan kepada manfaat seseorang kepada orang lain. Orang sukses adalah orang yang banyak memberi manfaat pada orang lain. Tingkat yang paling tinggi adalah pembicaraan mengenai “kearifan”. Pembicaraan mengenai hakikat hidup yang mensinergikan antara “iman” dan “ilmu” yang dinamakan sebagai al-hikmah.

Semakin tua seseorang, seharusnya, semakin banyak dia membicarakan al-hikmah, semakin ariflah dia. Seseorang yang melulu tertambat dan membicarakan hanya pada masalah kebutuhan dasar kehidupan, maka tertambatlah dia disana. Padahal hidup itu tidak abadi.

Published by

Hadi Nur

My name is Hadi Nur, a professor at Universiti Teknologi Malaysia (UTM) and an adjunct professor at Universitas Negeri Malang (UM). I can be reached easily online. Here, the table of content of my blog posts and search what you are looking for here.