Saudara di Padang Sebang, Melaka

Di bawah ini adalah sebahagian dari silsilah Tengku Hitam dan dua urang anaknya, Haji Yunus dan Haji Ismail.

9511382393_7f5ca0de2f

Hubungan antara keturunan Haji Yunus dan Haji Ismail yang terputus telah dipertalikan kembali oleh Djamil Datuk Bijo yang datang ke Padang Sebang pada sekitar tahun 1920-an bersama anaknya Nurullah. Nurani Djamil, anak Djamil Datuk Bijo datang ke Padang Sebang pada tahun 1942 ketika penjajahan Jepang. Perhubungan antara keturunan Haji Yunus dan Haji Ismail dimulai dengan hubungan surat menyurat antara ayah saya, Prof. Nur Anas Djamil, dengan Makcik Nyonya pada tahun 1960-an berdasarkan catatan silsilah yang ditulis oleh Nurani Djamil. Datuk saya, Nurani Djamil (lahir tahun 1901), adalah alumni Sumatera Thawalib Parabek, di Bukittinggi, dan merupakan senior Buya Hamka ketika beliau belajar disana.

Tengku Hitam, ayah dari Haji Yunus dan Haji Ismail, meninggal dunia dan dimakamkan di Mungka, Payakumbuh, Sumatera Barat. Haji Yunus dan Haji Ismail, menurut catatan Nurani Djamil meninggal dan dimakamkan di Paya Rumput, Melaka, Malaysia. Namun lokasi makam mereka yang tepat tidak diketahui.

Saya mengunjungi saudara di Padang Sebang pertama kali pada tahun 1995. Insya Allah hubungan silahturahmi antara keturunan Haji Yunus dan Haji Ismail ini dapat berlangsung dengan baik.

Foto Djamil Datuk Bijo (kanan) dan anaknya Nurani Djamil (kiri). Djamil Datuk Bijo pernah berkunjung ke Padang Sebang bersama anaknya Nurullah pada tahun 1920-an. Nurani Djamil pernah menetap di Padang Sebang selama beberapa bulan pada tahun 1942. Foto di atas diambil tahun 1935.

Foto ketika berkunjung ke Padang Sebang tahun 1995. Pada waktu itu saya adalah mahasiswa program PhD di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Johor Bahru, Malaysia

Foto ketika berkunjung ke Padang Sebang pada 8 Desember 2008.

Foto ketika berkunjung ke Padang Sebang pada 13 Agustus 2013.

Foto ketika berkunjung ke rumah Makcik Nyonya di Kuala Lumpur pada 13 Agustus 2013. Dalam foto ini — saya, yang berdiri disebelah kiri, Dr. Rizal Sani, yang berdiri sebelah saya, dan Dr. Erhamwilda yang bertudung merah — adalah cucu dari Nurani Djamil.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

Get in touch with me online. This blog has a table of content and mainly written for my own purposes and based on "Google here, Google there." There has never been any claim that this is an original work. You can use the customized search engine to search for anything on this website.