Buku “Gurita Cikeas” dari sudut pandang periset kimia

gurita_cikeasMedia massa di Indonesia sedang heboh mengenai buku “Gurita Cikeas” karangan George Aditjondro. Banyak pro dan kontra dalam menanggapi buku tersebut. Walaupun saya belum membaca buku tersebut, saya perlu menyikapi buku tersebut dari sudut pandang seorang periset kimia. Sebagai seorang peneliti, saya selalu menulis dengan menggunakan data-data yang diperolehi dari eksperimen di laboratorium dan mempublikasikannya di jurnal-jurnal ilmiah. Walaubagaimanapun, seringkali artikel tersebut di-reject karena bermacam alasan. Biasanya, alasan yang diberikan adalah: “tidak orisinil”, “tidak logik dan tidak sejalan dengan teori-teori ilmiah yang sudah ada” atau “kurang data penunjang untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggung-jawabkan”. Alasan itu juga yang sering saya tulis ketika saya me-review artikel-artikel yang dikirimkan kepada saya oleh editor jurnal-jurnal ilmiah dalam bidang kimia.

Sama halnya dengan tulisan-tulisan ilmiah dalam bidang kimia, tulisan-tulisan ilmiah dalam bidang ilmu sosialpun juga memerlukan data-data yang “dipercaya”, yang dapat kita sebut sebagai data primer. Data primer tersebut didapatkan dari sumber-sumber utama yang asli. Sumber-sumber tersebut adalah data-data mentah yang belum dievaluasi dan dianalisis. Sumber-sumber utama juga dapat berupa bahan-bahan asli yang didasarkan kepada penelitian lain. Data-data tersebut diolah dan dianalisis dengan ‘pisau ilmiah’, sebagai contoh dengan menggunakan statistik, sehingga menjadi tulisan yang mempunyai nilai akademik.

Nah, permasalahannya adalah, apakah data-data yang digunakan oleh George Aditjondro dalam buku “Gurita Cikeas” berasal dari data-data yang saya disebutkan di atas. Ini penting, karena jika tidak, tulisan yang di tulis oleh George Aditjondro dapat diperdebatkan “tidak orisinil” dan “kurang data penunjang untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggung-jawabkan”, seperti alasan yang diberikan kepada artikel-artikel saya yang ditolak dimuat di jurnal-jurnal ilmiah.

Hendaknyalah kita juga harus bersikap kritis dalam menerima informasi, dan berani me-reject tulisan-tulisan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah dan moral, terutama terhadap informasi-informasi yang dapat menyebabkan adanya “orang-orang yang dirugikan dan teraniaya”.

(Minggu depan saya akan ke Jakarta dan cari buku ini di sana, memang membuat penasaran untuk membacanya).

Ternyata, tidak usah jauh-jauh cari di Jakarta karena bukunya sudah boleh di download di link di bawah ini.
Membongkar Gurita Cikeas oleh George Junus Aditjondro [358 KB]

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s