What is scientific method?

(Tulisan ini adalah bahan lama yang didasarkan kepada ceramah saya kepada mahasiswa master dan PhD, dan staf program kimia, Institut Kajian Sains Fundamental Ibnu Sina, UTM pada tanggal 16 Oktober 2002)

Dalam menjalankan penelitian ilmiah kita menggunakan “tool” dalam mencari “kebenaran” (yang bukan absolut!), yang dinamakan sebagai “scientific method“, yang prosesnya adalah sebagai berikut:

Kenali dan rumuskan masalah yang akan diteliti dengan jelas
Ini mungkin adalah pertanyaan atau tujuan yang tidak terselesaikan dari eksperimen yang telah dilakukan sebelumnya — sebuah pertanyaan atau pernyataan apa yang patut dan harus diteliti selanjutnya. Mungkin kita bertanya, darimana saintis mendapatkan “masalah” pertama kali. Perlu diingat bahwa “scientific method” itu adalah “proses” yang sedang berlangsung dan tidak pernah berhenti. Dimana, walaupun sebuah penjelasan kelihatan “benar”, masalah lain pasti akan muncul untuk diuji kebenarannya.

Coba cari penjelasan yang mungkin terhadap “masalah” yang akan diteliti
“Penjelasan yang mungkin terhadap suatu masalah” disebut sebagai “hipotesis”. Hipotesis inilah yang akan diuji kebenarannya.

Uji hipostesis dengan melakukan eksperimen dan pengamatan
Bagaimana sebuah eksperimen dijalankan dilandaskan kepada sebuah “metoda”. Kemungkinan, metoda tersebut telah ditemukan dan didesain dengan hati-hati oleh para saintis, yang dijumpai dalam jurnal-jurnal dan buku-buku ilmiah. Dalam hal ini, sebagai saintis, kita diharapkan dapat mendesain metoda sendiri.

Catat semua hasil pengamatan dengan lengkap
Ini dilaporkan dalam bagian “hasil eksperimen” buku catatan laboratorium. Hanya pengamatan yang dicatat disini, tanpa penjelasan. Pengamatan termasuk semua yang dirasakan, termasuk bau, apa yang didengar, warna atau apa saja yang diamati dengan alat sewaktu eksperimen dilakukan.

Ulangi eksperimen (sampai kita yakin “kebenarannya”)
Ini dilakukan supaya hasil eksperimen kita tidak dikatakan suatu “keberuntungan”. Ini sangat penting bagi seorang saintis dalam menjelaskan sebuah penemuan baru.

Pelajari pengamatan-pengamatan yang telah dilakukan sehingga kita dapat melihat “masalah” tersebut sudah terselesaikan atau perlu eksperimen lebih lanjut
Ini adalah “kesimpulan”. Kesimpulan dari sebuah eksperimen harus menyatakan apakah “masalah yang akan diselesaikan” atau “tujuan” sudah terjawab atau tidak. Jika kelihatan bahwa eksperimen yang telah dilakukan tidak cukup untuk menjawab masalah, penjelasan harus diberikan untuk menerangkan keterbatasan eksperimen yang telah dijalankan atau kekurangan dalam mendesain eksperimen.

Diskusikan apakah hasil dan kesimpulan adalah valid dengan teman-teman sejawat
Biasanya, untuk saintis yang profesional, diskusi ini dilakukan melalui jurnal-jurnal ilmiah yang dikenal, atau melalui presentasi dalam konferensi, seminar dan sebagainya. Setelah “Scientific Method” ini telah dijalankan, dan hasil-hasilnya telah dipublikasikan dan diulang oleh saintis yang lain, hipotesis-nya dapat dipertimbangkan sebagai sebuah “teori”. Jika teori telah diuji selama bertahun-tahun dan telah terbukti merupakan pengetahuan yang tangguh dalam menjelaskan sebuah fenomena, dia dapat dipertimbangkan sebagai “Scientific Law”.

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s