Exhibitionist Science: Fenomena baru dalam penelitian ilmiah

Mungkin anda berpikir, binatang apa gerangan ‘Exhibitionist Science’ itu? Sebelum saya menerangkan apa itu Exhibitionist Science, ada baiknya kita mengetahui dua istilah yang tercatat dalam sejarah sains, iaitu Big Science dan Little Science, dimana kedua istilah tersebut menggambarkan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut berkembang melalui proyek-proyek penelitian berskala besar dan kecil. Istilah Exhibitionist Science hanyalah merupakan sifat atau perilaku para peneliti-peneliti yang hanya sedikit atau sama sekali tidak menyumbang kepada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Istilah ini diusulkan berdasarkan kepada pengamatan saya terhadap fenomena yang terjadi di universitas-universitas yang terletak di negara berkembang. Di bawah ini adalah keterangan singkat mengenai apa itu Big Science, Little Science dan Exhibitionist Science.

Big Science

Istilah ini ditulis dalam majalah ilmu pengetahuan Science pada tahun 1961 oleh Alvin Weinberg, fisikawan dan direktur Oak Ridge National Laboratory di Amerika Serikat. Big Science adalah hasil daripada ekonomi politik dalam bidang ilmu pengetahuan yang dihasilkan setelah Perang Dunia II, dimana pemerintah Amerika Serikat mensponsori penelitian-penelitian berskala raksasa, dimana ratusan saintis melakukan proyek-proyek yang bernilai jutaan dolar seperti membuat bom atom (Manhattan Project) dan Laboratorium radiasi, satu pusat penelitian radar di Massachusetts Institute of Technology. Contoh lain dari Big Science adalah Tsukuba Academic City di Jepang dan Akademgrodok di Soviet.

Little Science

Tidak seperti Big Science yang tujuan penelitiannya sangat jelas dan terancang, Little Science hanya melibatkan peneliti-peneliti (atau dengan para mahasiswanya) yang bebas bekerja sendirian atau dalam kelompok kecil dengan permasalahan penelitian yang mereka pilih sendiri. Walaubagaimanapun, Little Science ini juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam sejarah ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang Fisika Teori.

Exhibitionist Science

Berbeda dengan Big Science dan Little Science, Exhibionist Science ini merupakan suatu sifat dari para peneliti-peneliti atau institusi-institusi yang biasanya berasal dari negara-negara berkembang yang lebih mementingkan kepuasan dari memamerkan hasil-hasil penelitian-penelitiannya, tidak peduli apakah hasil penelitian-penelitian tersebut telah berhasil menemui sesuatu yang baru, mempunyai kontribusi kepada ilmu pengetahuan dan teknologi, dan diakui oleh saintis-saintis yang lain (peer reviewed) atau tidak. Bahkan ada sebuah universitas yang telah mengeluarkan hampir 60% dari dana penelitiannya hanya untuk memamerkan hasil-hasil penelitiannya di seluruh dunia dan mengsosialisasikan hasil penelitiannya di surat kabar, bukannya di majalah ilmiah yang diakui di dunia akademik. Sepanjang yang saya tahu, Exhibionist Science ini hanya berlaku dalam skala individu, kelompok kecil peneliti dan universitas saja.

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.

One thought on “Exhibitionist Science: Fenomena baru dalam penelitian ilmiah”

  1. Gw cman pengen nanya sebenarnya Gw tuh Bingung ada yang meng-Explain bahwa Science itu dipelopori dan disebarkan oleh penganut Islami pada waktu itu entah dari Mekkah ataupun Madinah Atau Mesir tapi kebanyakan yang kita kenal adalah dari Etnis Barat. Nach,…..Bukankah itu harus ditelusuri??? atau paling G dicari kebenarannya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s