Perjalanan Haji

Oleh: Terry Terikoh

My Notes 1: Prolog

Bismillahirrahmanirrahim

Memohon izin kepada Allah untuk menuliskan perjalanan haji ini, dengan maksud bukan untuk riya tetapi hanya ingin berbagi pengalaman barangkali ada yang berguna walaupun tidak seberapa.

Lama tidak menulis blog, hampir 6 tahun, setelah membaca tulisan-tulisan lama banyak kekurangannya dalam arti yang luas, kurang bijak dalam menyampaikan pemikiran sehingga yang tertulis itulah yang ada dipikiran tanpa ditutupi atau dikias supaya lebih enak dibaca, maaf. Insya Allah tulisan ke depan akan lebih inspiratif khususnya untuk diri yang kerdil ini.

Ketika mendengar ada teman yang bisa berangkat ibadah haji bukan dari negara sendiri tapi di negara tempat dia menetap sekarang, timbullah pertanyaan, bisa ya? aku pun mau … Naik haji gitu lho, saya ingat harus daftar di negara sendiri dengan antrian yang panjang dan bertahun-tahun menunggu.

Karena alasan itu sampai setua ini saya dan suami tidak mendaftar haji di Indonesia. Selain sudah hampir 14 tahun ditambah 1 tahun masa ikut suami sebagai postdoc, jadi total 15 tahun tinggal di Malaysia, dan suami hampir 20 tahun, bagaimana kami mengurusnya, katakanlah sudah mendaftar, dapat panggilan, mengurus visa bagaimana? sementara kami tinggal di Malaysia mengurus visa di Indonesia, paspor kita 2 bulan mungkin dipegang agen untuk mengurus ke Kedutaan Arab Saudi Indonesia.

Walaupun segala ketidakmungkinan itu bisa diatasi sekarang, berkat pengalaman teman yang naik haji reguler di Indonesia, untuk pengurusan visa, abang dia yang bolak balik mengambil dan mengantar paspor mereka dari Indonesia ke Malaysia. Tapi itu mungkin hanya satu dua dari sekian banyak, yang kondisinya memungkinkan. mereka ada abang yang siap membantu dan memantau paspor ada dimana sampai detik detik lolosnya visa. Kalau kami tidak mungkin …

Saya pun teringat waktu tinggal di Jepang dulu, ada teman yang pergi berhaji dengan mandiri, semua mengurus sendiri sampai di Mekkah pun begitu beribadah sendiri tanpa ada pembimbing, tapi orangnya betul-betul sudah paham seluk beluk ibadah, orang di Jepangnya saja dia imam mesjid kami.

Yang saya coba sekarang ini adalah Haji Luar Negeri. Haji luar negeri dikelola oleh sebuah koperasi dibawah naungan Konsulat Jendral Republik Indonesia di Jeddah, diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang menetap di luar negeri. Koperasi melayani jemaah dari kedatangan, selama pelaksanaan haji serta akomodasi sampai kepulangan. Dengan catatan tiket pulang pergi dan visa haji diurus masing masing jemaah di negara mereka tinggal.

Peruntukan ini dikhususkan untuk para diplomat dan keluarga, setelah itu para staff KJRI dan keluarga yang bukan diplomat, setelah itu warga Indonesia yang sudah lama menetap dan tidak mungkin pulang.

Kekhususan ini biasa akan mudah di negara yang minim muslim, seperti Amerika, Eropa, Jepang, Hongkong dan lain-lain. Dari sana para TKI indonesia dapat dengan mudah pergi haji, karena pihak kedutaan Arab disana tidak ada saingan untuk meluluskan visa. Rata-rata yang pergi 5-10 orang. Dan yang mengurus visa pun melalui KBRI setempat.

Naaah yang menjadi catatan saya disini adalah saya tinggal di Malaysia, dimana penduduknya juga sebagian besar muslim, tentu kedutaan Arab disini pun akan ekstra juga melayani pembuatan visa haji ini.

Dua tahun yang lalu semenjak Bapak Taufiqur Rijal menjadi Konsul di Johor Bahru. peluang pergi ibadah haji dari Johor Bahru terbuka lebar. Karena Bapak Taufiq mantan Konsul di Jeddah. Saya tidak tahu mungkin tahun-tahun sebelumnya melalui KBRI Kuala Lumpur sudah ada yang pergi, yang di Johor ini semenjak bapak Taufiq saja baru ada yang berkesempatan pergi. Pengurusan visa mulai dari KJRI Johor kemudian diteruskan ke KBRI Kuala lumpur.

Tahun pertama mulus, nah tahun kedua terasa seperti ada goncangan karena yang pergi dan terdaftar melalui KBRI lebih dari 60 orang. Ini membuat pihak Kedutaan Arab Saudi memberi amaran, sehingga untuk meloloskan visa harus ada wawancara khusus. Mungkin ditanya sudah berapa lama tinggal di Malaysia, kerja dimana dlsb. jadi tidak semua calon jemaah yang daftar tahun itu diloloskan visanya. Alhamdulillah dari Johor lolos semua, yang ditolak itu karena tidak ada muhrim.

Naah catatan lagi buat saya sekalian ujian juga, saya rasa bukan Allah tidak sayang tapi dengan keadaan ini Allah memberikan bonus kepada saya dan suami saya, dimana dari mulai niat segala sesuatunya harus ada turun naik emosi ini.

Tahun sekarang, 2016 ini pihak KBRI tidak menerima calon jemaah haji diluar staff KJRI untuk prngurusan visa,. Kami yang berpaspor hijau disarankan mengurus visa melalui travel agent yang ditunjuk Malaysia, artinya travel agent Malaysia yang sudah dibenarkan mengurus dan memberangkatkan jemaah haji Malaysia.

Lemas rasa hati ini, bagaimana tidak, Malaysia sendiri mempunyai kuota dalam memberangkatkan haji, tak mungkin dalam pemberangkatan haji ini saya dan suami memakai kuota mereka. Berdoa pada Allah semoga niat kami ini tidak down.

Atas pertolongan pak Taufiq saya dan suami telah didaftarkan di koperasi Jeddah, pak Taufiq miminta pihak KJRI Jeddah mengirimkan surat keterangan darisana dalam bahasa Arab, bahwa saya dan suami sudah terdaftar di muasasah Asia Tenggara, dan pihak KJRI Jeddah akan bertanggung jawab kepada kami selama kami disana. Dengan surat itu kami tidak mengambil kuota orang Malaysia.

Surat ini adalah untuk pendamping kepada travel agent yang nantinya dia akan meminta izin tabung haji Malaysia dan meneruskan ke Kedutaan Arab Saudi di Kuala Lumpur, mudah-mudahan lolos.

Terimakasih yang setinggi tingginya untuk Bapak dan ibu Taufiq. Untuk pak Safrizal, pak Ridwan, ibu Dewi Lestari dari KJRI Johor yang sudah banyak kami ganggu. Pak Ivan di KJRI Jeddah, sebentar sebentar saya telepon dan siap membuatkan surat garansi. Juga Ardiansyah atau Iyan yang senantiasa melebarkan sayapnya kalau dimintai bantuan. Pak Saeful di Ibnu Sina, memberikan banyak info tentang travel. H. Arpan dan H. Hanif yang sempat menguruskan visa kami. H. Muszaki, travel di KL yang menguruskan visa haji juga, Pak Osman, amazing people di travel Saudi Airlines karena pertolongannya dapat mencapai harapan kami. Keluarga saya di Tasikmalaya yang senantiasa memantau penuh doa. Keluarga suami di Padang senantiasa memberi nasehat yang bijak, ibu ibu dosen UTM yang bergabung dalam Coolmum’s UTM senantiasa mendengar curhatan saya , update an kegiatan saya, selalu menyemangati dan penuh saran tak pernah bosan. Hatur nuhuuuun.

Syarat dokumen pengajuan visa adalah semua harus yang asli :

  • Formulir visa yang telah diisi.
  • photo latar belakang putih 4×6, saya siapkan 4 lbr, wanita berjilbab.
  • Paspor, masa berlaku tidak kurang dari 6 bulan,
  • Tiket PP dari negara kita tinggal sampai Jeddah,
  • buku vaksin maningitis,
  • Surat nikah,
  • Bank draft sebanyak 1000 riyal atau dalam USD 300. dimana bank draft ini syarat visa saja nanti boleh diuangkan kembali. Bank draft ini ditujukan untuk makhtab disana. Saya dan suami buat bank draft untuk United Agents Office/Maktab al-Wukala Al-Muwahhad.

 

52E54292-9157-480B-AC90-67FB0A641C02
Dokumen untuk visa
26404679404_5f9930a16e_k
Dokumen untuk visa haji

Itu saja. Ya Allah undanglah kami ke Baitullah dan mudahkanlah semua urusan kami. Amin. Paspor kami akan lepas dari tangan selama 3-4 minggu ke depan. Berdoa lebih kencang lagi.

My Notes 2: Titian perjalanan

Hari-hari menunggu visa haji kelar, aktivitas saya dan suami lebih banyak ditekankan kepada ibadah manasik haji, mencari dan mengumpulkan segala maklumat untuk persiapan. Kegiatan tersebut alhamdulillah berlangsung pada bulan Ramadhan, kami sering ikut acara yang dilaksanakan di KJRI untuk berbuka puasa dan sholat Taraweh bersama. Karena sebelum acara berbuka, ibu Konsul, ibu Nisa Taufiq memberikan wejangan dan cara-cara manasik haji.

FB764A06-828C-4BC2-8DDC-11349E023F76
Ibu Nisa Taufik yang cantik dan baik hati

Alhamdulillah ibu yang baik hati, ramah dan selalu tersenyum ini dengan sabar mengajari kami, mulai dari berniat, cara-cara Tawaf dan bacaannya , cara-cara sa’i, juga cara bagaimana kita menghapal hitungan putaran tawaf dan sa’i dengan memakai karet gelang, kalau lupa menghitung usahakan ambil yang paling sedikit. Kemudian bagaimana ketika wukuf, melempar jumrah yang dikondisikan panitia, kita harus mengikuti saja karena inshaa Allah itu yang terbaik. Terima kasih ibu akan selalu kami ingat.

Dari Johor Bahru yang berniat menunaikan haji tahun 2016 ini, 2 keluarga saja artinya cuma 4 orang. Saya dan suami serta Pak Tohari dan istrinya Maya. Pak Tohari adalah pegawai tetap KJRI berpaspor hijau sedangkan Maya adalah guru di sekolah Indonesia Johor Bahru. Dari segi kemungkinan Pak Tohari dan Maya lebih berhak pergi karena mereka bekerja di KJRI. Saya dan suami adalah masyarakat biasa yang memohon keajaiban dari Allah.

Kilas Balik prosedur

Ketika ada keinginan berhaji tahun ini, bukan karena iku-ikutan eh.. ikut ikutan juga deng mendaftar tapi niatnya sudah lama, yang tahun sebelumnya sahabat saya di Johor Bahru, bu Nafiah dan Weni telah berhasil menunaikan ibadah haji. Bu Nafiah melalui jalur reguler dari Indonesia dan Weni melalui Haji Luneg ini. Jadi judulnya kabita. Ngobrol dengan suami, pergi yuk! Saya mau berhaji, minimal daftar dulu, karena kata teman kalau kita ada niat segeralah mendaftar kalau tidak mendaftar kapan realisasinya? walaupun pada akhirnya semua atas kehendak Allah siapa yang dipanggilNya.

Pada awalnya suami belum memberikan jawaban karena saya tahu apa yang dipikirkannya yaitu biaya haji. Biaya haji yang lumayan untuk kami berdua harus mengorek tabungan yang tidak begitu banyak, ada tapi untuk persiapan sekolah anak-anak, waktu itu Farid sudah kuliah dan Firda mau kuliah jadi dapat dibayangkan kemana uang kami akan mengalir nanti dan suami bilang berhaji itu wajib bagi yang mampu dari segi finansial..mampu untuk membiayai pergi, mampu untuk bekal dan mampu meyediakan untuk yang ditinggal. Saya paham, tetapi bukankah setiap rezeki manusia itu sudah Allah tentukan, ada takarannya dan tidak akan tertukar? Ya betul katanya tapi kita harus lihat realita.

Ya Allah setiap hari, setiap malam saya memohon agar keinginan ini diperkenankan dan dicukupi. Allah akan memampukan ketidakmampuan kita … Insha Allah … berdoa dan terus berdoa… saya ingin berhaji tahun ini dari Johor Bahru..karena kalau tidak tahun ini kapan ada lagi kesempatan, Pak Taufiq . Konsulat Jenderal Johor Bahru yang saya andalkan dapat mempermudah jalan saya berhaji akan selesai bertugas tahun ini di Johor Bahru. Jadi itu saja yang saya minta saat itu.Perkenankanlah Ya Allah …

Saya berpikir saya mau targetkan menabung setiap bulan berapa alhasil sampai mau berangkat haji ,biaya haji tercukupi … yaaa Bismillah …

Tetapi ternyata diluar dugaan..kondisi dimana tempat suami bekerja drop masalah budjet, jadi dosen-dosen kontrak gaji pokoknya akan di potong kembali pada posisi paling bawah dan akan dibuat kontrak baru sesuai gaji baru. Tanpa ada lagi subsidi biaya sekolah anak-anak dibawah 18 tahun, tanpa ada lagi subsidi kesehatan, tanpa ada lagi uang gratuiti. Itu artinya apa? Tabungan yang akan direncanakan tidak akan memenuhi target.

Yaaah … harapan menipis, tapi saya masih kuatkan berdoa semoga saja Allah beri kami rezeki yang cukup.

Suami saya dikontrak 5 tahun, tetapi pada tahun ke 3 terjadi pemutusan kontrak lama dan dibuat kontrak baru. Dan ternyata pemutusan kontrak masih memakai aturan lama, selesai kontrak ada uang gratuiti … Masih ada harapan pikir saya, semoga semoga semoga.

Selang beberapa lama ada kabar gembira … oh ya Allah betulkah, mimpikah? Allahu robbi, suami mendapat uang gratuiti melebihi target biaya haji kami, Bagaimana? Allah serta merta telah berikan Rezeki bagai air dicurahkan dari langit. Masihkah mau mengelak lagi untuk pergi haji?

Sekarang suami baru bilang, mari kita pergi, Alhamdulillah, sujud syukur padaMu ya Allah.

Pada tanggal 9 Mei 2016, kami menemui pak Taufiqur Rijal. Sekalian waktu itu suami ada perlu untuk membicarakan masalah kedatangan mantan menteri pendidikan Indonesia pak Nuh ke Johor Bahru. Kami mengutarakan maksud ingin ikut serta program haji yang diselenggaran Haji Luar negeri melalui koperasi di Jeddah. Pak Taufiq menyambut gembira, silahkan katanya … Alhamdulillah …. selanjutnya silahkan berhubungan dengan staff KJRI yang menguruskan.

DB62729A-0DB9-474D-83E8-6D35F0F80FD3
Bapak Taufiq yang senantiasa siap mendengar setiap keluhan kami, yang baik hati dan berwibawa.

Pada tanggal 11 Mei 2016 saya mulai berchating dengan pak Safrijal dari kJRI bagaimana kemungkinan mengurus visa, pak Safrijal telah menunaikan haji pada tahun 2014, beliau dan istri adalah kloter pertama dari Johor Bahru yang berhasil pergi. Sehingga sekarang beliau yang menguruskan atau panitia keberangkatan haji di KJRI.

Pada tanggal 9 mei 2016 saya pun memulai chating dengan pak Ivan di Jeddah, dan pada tanggal 11 Mei 2016 baru dibalas. Saya bertanya banyak perkara hal-hal mengenai haji Luneg ini dlsb. Kemudian yang paling utama beliau membuat dan mengirimkan surat berbahasa Arab untuk keperluan menguruskan visa.

BB2C45C3-CE4D-4A65-AE35-44CD9283F961
Surat yang dibuat pak Ivan, keterangan bahwa saya ber4 adalah sudah terdaftar di muasasah Asia Tenggara

Pada tanggal 10 Mei 2016 saya menghubungi pak Ridwan, bertanya pada beliau apakah nama paspor untuk keperluan haji ini harus 3 kata?

pak Ridwan bilang untuk jaga-jaga dibuat saja, Nanti beliau buatkan bawa saja buku nikah dan kartu keluarga.

Pada tanggal 11 Mei 2016 saya pun meluncur ke KJRI. Akhirnya … pak Ridwan membantu kami membuatkan 3 kata nama memakai bin atau binti.

6B6B3EC1-F3D6-4BF2-AD28-FA28D3B736D3
Enter Nama di Paspor sebenarnya cuma Hadi Nur saja
66A33AF4-435C-4014-863A-C57E338CC7A6
Nama di paspor sebenarnya cuma Terry Terikoh saja

Pada tanggal 12 Mei 2016 kami mulai menghubungi travel Saudi Airlines untuk booking tiket. Kata Weni perginya booking yang untuk perjalanan haji dan pulangnya pakai perjalanan biasa lebih murah. Kami booking untuk keberangkatan tanggal 2 September 2016 dari Singapore ke Jeddah dan pulangnya 21 Setember 2016 dari Jeddah ke Kuala Lumpur, dikasih waktu sebulan untuk melunasi. Semua diatur pak Osman selaku manager Saudi Airlines Singapore, kami telepon dan kami diemailnya.

CFEC18A4-C590-4C67-9DA7-301ED766038D

Pada Tanggal 14 Mei 2016 kami pergi ke klinik untuk mendapatkan vaksin maningitis, ini syarat visa juga. berlaku sampai 5 tahun. inshaa Allah ada rezeki sebelum tahun 2019 dapat pergi kembali ke Baitullah.

Buku vaksin, gak boleh hilang berlaku selama 5 tahun.

Pada tanggal 24 Mei 2016 dimaklumkan bahwa masyarakat biasa yang ingin berhaji harus mengurus visa sendiri melalui agent, dan pegawai KJRI visanya diurus KBRI di Kuala Lumpur.

Pak Safrijal banyak membantu kami dan beliau yang mencarikan travel agent untuk menguruskan visa kami tapi sebelumnya beliau pernah bertanya juga apakah saya mempunyai kenalan travel dari UTM yang bisa menguruskan visa, saya jawab tidak, dan alhamdulillah travel agent ini sudah biasa mengurus keberangkatan umrah dan haji, dan secara kebetulan boss di travel ini akan sama2 menunaikan haji juga jadi katanya sekalian diuruskan..alhamdulillah…Boss ini akan pergi pada tanggal 18 Agustus, jadi inhaa Allah sebelum tanggal itu sudah ada berita visa.

Harapan semakin melambung dan keyakinan semakin terpatri. Pak Safrizal selalu berpesan, luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar. Keep spirit! yess we do.

Pada tanggal 31 Mei 2016 kami membuat bank draf sebagai syarat permohonan visa masing-masing sebesar 300USD di Bank CIMB UTM.

FF9CA0E4-0B38-4351-9C6F-EA2BF3DC9C01
Bank draft

Pada tanggal 30 Juni 2016 pembayaran biaya haji ke koprasi terakhir dan alhamdulillah kami pun sudah tranfer. Terimakasih buat Iyan … ah semoga Allah membalas semua kebaikan Iyan dan Weni. Untuk transper ini memerlukan paspor. Paspor kami tidak ada karena masih di agent untuk pengurusan visa. Jadi suami tranfer uang ke rekening Iyan dan Iyan mentransper uang itu ke koperasi haji di Jeddah untuk saya dan suami, tentu saja menyita waktu Iyan untuk sama-sama ke Bank menguruskan ini.

5FD9651C-7AFD-4F5D-A203-E232A2F6639F
Slip tranfer ke koperasi

Saya mulai hunting beberapa keperluan, mulai dari perlengkapan apa yang harus dibawa dan lain sebagainya, juga sering bertanya kepada teman-teman yang sudah pernah pergi apa-apa saja yang harus saya persiapkan. Rata-rata mereka bilang siapkan mental dan fisik.

Dari segi mental kita harus ingat bahwa ibadah haji bukan pergi melancong , melihat Ka’bah semata tetapi bersusah payah, ibadah yang sangat susah. Dimana kita beribadah bukan pada tempat yang nyaman dan tenang tetapi di tempat yang penuh sesak bahkan kenyamanan itu sendiri perlu dipertaruhkan. Karena yang datang dan beribadah bukan kita saja tetapi dari seluruh pelosok dunia, jutaan manusia muslim akan tertumpah di Mekkah. Makanya kita perlu sehat dan siapkan fisik kita.

Untuk itulah tiap weekend latihan jalan jauh di hutan Bandar Mutiara Rini, kemana saja diusahakan jalan kaki.Lumayan juga badan lebih fit dan ringan.

Setelah memikirkan perlengkapan lalu kami memikirkan bagaimana meninggalkan anak-anak? siapa yang menjaga selama kami tiada, berhubung Fahima masih SD kelas 4, masih belum bisa mengatur dirinya sendiri.Agak susah juga karena saya bukan tinggal di negeri sendiri..tidak ada saudara yang senantiasa bisa bersama dan mengawasi, ada teman-teman seperjuangan tapi mereka pun punya urusan sendiri-sendiri. Orangtua tidak bisa dipanggil karena sudah uzur.

Lalu saya mengutarakan kegelisahan saya dengan keluarga di Tasikmalaya, akhirnya adik bungsu saya Rizqiyani bersedia terbang ke Johor Bahru untuk menemani Firda dan Fahima selama kami pergi. Pengorbanan yang sungguh besar, makasih Neng! Semoga Allah yang membalas semuanya. Neng biasa saya panggil adik saya datang dengan anak bungsunya Quena. Quena mengorbankan sekolah di Indonesia nya selama sebulan dan mengikuti sekolah di Johor Bahru. Karena cuti iduladha jadi sekolahnya cuma 2 mingguan. Neng dan Quena rencana datang Alhamdulillah satu satu dapat teratasi … Saya belikan tiket Mereka seminggu sebelum saya pergi sampai seminggu setelah saya pulang. tepatnya tanggal 27 Agustus 2016 sampai 24 September 2016.

F90D5114-EDB9-4DD9-9DFA-5DACCD627DC0
Tiket untuk Neng dan Quena

My Notes 3: Ditolak adalah kekuatan

Menanti dan menunggu adalah hal yang membosankan, tetapi bagi saya ini hal yang mendebarkan. Mungkin karena sesuatu yang belum pasti jadinya menimbulkan harap harap cemas.

Perasaan cemas ini sebenarnya bisikan syetan, seperti itu adanya dan didepan mata. Tetapi kalau hati kita pautkan dan tetap berpegang pada sang penentu, Allah, tentu apapun yang akan diterima sepatutnya dibarengi rasa syukur belaka.

Adalah betul, perjuangan pertama ketika kita melafazkan siap, segala cobaan dan ujian akan datang untuk mengusik keteguhan hati. Saya hanya berpikir kembali pada Allah, tolong ya Allah permudah urusanku.

Pada tanggal 21 Agustus 2016 -24 Agustus 2016 suami diundang menjadi pembicara di sebuah Universitas Di Serawak. Seminar akan diadakan di kota Kuching. Undangan ini sudah lama dan sudah disetujui suami sebelum memutuskan pergi haji. Saya memberi dukungan sama suami untuk yakin, inshaa Allah visa kita akan selesai sebelum tanggal kepergian ke Serawak. Jadi paspor sudah ditangan. karena ternyata walaupun kota Kuching, Serawak masih termasuk wilayah negara Malaysia tetapi siapapun yang datang ke kota itu atau ke wilayah itu harus memakai paspor. Bayangin saja hotel dan tiket sudah dibelikan panitia dan pamplet sudah disebar, kemungkinan harus datang adalah 100 persen tetapi bisa datang 20 persen.

Untuk berjaga-jaga,pada tanggal 10 Agustus 2016 akhirnya saya mencoba mengharap belas kasih, saya menelphone imigrasi Johor Bahru, bertanya bagaimana kalau pergi ke Serawak tidak memakai paspor karena paspor kami di Kedutaan Arab Saudi untuk pengurusan visa haji. Mereka jawab dari imigrasi Johor tidak ada masalah tetapi di imigrasi Serawak tidak tahu. Kemudian saya dibagi nomor imigrasi Serawak dan mencoba menelephone mereka.

Setelah saya cerita panjang lebar, akhirnya pihak imigrasi Serawak membolehkan suami masuk tanpa paspor, alhamdulillah..dengan syarat ada keterangan dari KJRI dan imigrasi Johor. Pada keesokan harinya kami pun meluncur ke KJRI dan imigrasi untuk mengurus surat keterangan..lagi lagi alhamdulillah semuanya dilancarkan … itu pada tanggal 11 Agustus 2016. Tenang sejenak …

FC0A53BC-0796-4032-A7A2-7C944F0E4CB5
Surat keterangan dari KJRI
448DE1DE-26D5-4715-8F59-7BFF572F0120
Surat dari imigrasi Serawak

Memasuki tanggal 18 Agustus 2016, saya bertanya pak Safrizal bagaimana kabar perkembangan visa kami, karena menurut jangkaan pada tanggal 18 itu sudah selesai mengingat boss travel pergi haji pada tanggal tersebut. tapi pak Safrijal memjawab belum ada kabar. lalu saya minta nomor kontak travel itu biar saya bertanya sendiri.Dengan senang hati pak Safrijal mengshare nomor H. Arpan yang mengurus visa kami.

Tak sabar saya pun mengontak pak H.Arpan … dan beliau menjawab belum ada kabar, H. Hanif staff nya dia yang menguruskan, dan saya tanya tentang boss nya, dia sudah berangkat haji semalam, sudah dapat visa. Oo Alhamdulillah..mungkin punya kami masih proses karena perginya masih lama 2 minggu lagi. Tak apa saya tunggu … berdoa lagi pada Allah..ya Allah permudah urusan kami.

Saya di telephone, Budi abang saya, ”Ai coba cek visa ai, seharusnya Ai bisa lolos nih tapi kok diam saja tidak bergerak ”.

Perasaan hati saya mulai tidak karuan… ini terjadi pada tanggal 19 Agustus 2016. Dan ketidak karuan saya baru terjawab pada tanggal 20 Agustus 2016, dapat whatsApp dari H. Arpan :

“assalamualaikum Tn Hj Nur, saya minta maaf dan ampun sbb permohonan visa haji yang tuan mohon di tolak, saya dpt tahu dari ustz Hanif Agent haji yang tolong antarkan dokumen tn Hj Nur ke Kedutaan Arab Saudi di KL, untuk keterangan lanjut, tn hj Nur blh call ustz Hanif di talian no 012-7451236, hrp maaf & hrp maklum, syukron daripada Arpan..”

Ya Allah….. itu saja yang terucap dari mulut saya, ketika suami memforwardkan whatsApp dari H. Arpan. Ternyata susah untuk mendapatkan visa haji ini. Saya pun sering mendengar kisah-kisah orang yang mengalami penolakan visa haji. Berbagai alasan yang diungkap, tetapi saya merasa tidak puas hati kenapa ditolak. Padahal kalau ikutkan prosedur saya tidak keluar dari jalur dan mengganggu hak orang lain. Pikiran ini terus membayang di benak tak habis-habisnya.

Setelah suami pulang dari kantor, apa yang dilakukannya adalah memforward whatsApp itu kepada bapak Taufiq, bagaimana menurut pendapat beliau. Saya pun memberi tahu pak Ivan, dan pak Safrijal. Setelah itu keluarga dan teman-teman di Whatsapp group coolmums. Tentu saja kata-kata hiburan agar tetap sabar dan mudah-mudahan bisa pergi tahun depan mereka doakan.

Pada tanggal yang sama Maya pun WhatsApp saya, dia baru dapat bocoran dari 4 Pasang lokal Staff satu diantara pak Tohari dan Maya, yang mengajukan visa haji hanya 2 pasang yang diterima tetapi yang lainnya mau diajukan kembali. Kalau visa untuk para diplomat sudah diproses.

Maya langsung menghubungi staff yang mengurus visa di KBRI ketika mendapat kabar visa saya ditolak. Iya cemas juga katanya. Dan pada malam hari keluar update an baru pasangan siapa yang diterima. Maya dan pak Tohari namanya tidak ada. Mendengar ini pun saya tambah sedih lagi, berdoa bisa pergi sama-sama Maya, tapi saya ridho kalau Maya dan pak Tohari bisa pergi duluan. Sedih ya May…. Tapi masih ada waktu 2 minggu lagi… kenapa kami tidak mencoba, menurut pengalaman tahun lalu pun visa mereka dapat mendekati limit keberangkatan. Lagian punya Pak Tohari dan Maya pun masih bisa diajukan kembali dan masih di KSA.

Suami minta pertimbangan pak Taufiq barangkali visa kami boleh diurus bersama-sama visa calon haji yang lainnya melalui KBRI di Kuala Lumpur, ini atas budi bahasa bapak saja. Akhirnya pak Taufiq membuatkan surat garansi buat kami untuk mengurus visa kembali.

Surat garansi dari KJRI Johor Bahru
Surat garansi dari KJRI Johor Bahru

Saya meminta semua dokument visa kami dari H. Arpan. Tetapi harus diambil di Kuala Lumpur. Waduh bagaimana ini sementara besok Suami harus berangkat ke Serawak. Curhatan saya dibalas Weni, kebetulan Weni dan Iyan besok mau ke KL, mereka boleh membantu mendapatkan dokumen saya. Alhamdulillah … dan suami untuk sementara melepas semua kegalauan tentang visa, dia melaksana tugas negara dulu, biarlah tak apa ada saya standbye kalau ada apa2.

Seminar suami di Kuching Serawak
Seminar suami di Kuching Serawak
4AB18D55-04DE-4CE5-AD74-8C59CAC8F6DD
Selesai menjadi pembicara

Pada tanggal 22 Agustus 2016, Sementara suami masih di Serawak, saya mencoba berhubung lagi dengan bu Dewi, untuk kepastian, bagaimana langkah selanjutnya.
Rupanya surat garansi dari pak Konsul sudah diantar langsung oleh pak Argi staf KJRI juga by hand ke Kedutaan Saudi Arabia, kita tinggal menunggu saja respon dari KSA.

Surat tersebut seperti yang bu Dewi bilang begini:

Jawaban Bu Dewi
Jawaban Bu Dewi

Baiklah saya tunggu suami pulang saja. Saya senantiasa berkomunikasi dengan suami, suami kata, ya sudah tunggu saja. Saya iseng tanya bagaimana pengalaman masuk Serawak tanpa paspor?.Ternyata katanya betul-betul amazing.. lho apanya? Ketika pesawat mendarat, lalu penumpang keluar dan antri di imigrasi, ada 2 orang petugas yang sepertinya menunggu.

Melihat itu suami menghampiri mereka dan suami bilang saya Hadi Nur, para petugas itu bilang ooo ini, pendatang yang tanpa paspor dari Johor, yang itu hari istrinya menelpone itu ya? sila sila masuk dan disuruhnya duduk lalu diberinya special pass sesuai tiket, lalu dajaknya ngobrol sebentar dan mereka bilang kepulangan harus sesuai pass ya. Selepas itu disuruhnya pergi … Haah gitu aja? tanya saya … Gak ada ditanya dokument dlsb…alhamdulillah, kekhawatiran yang terlepas. Syukur ya Allah..

Pada tanggal 22 Agustus 2016 Weni dan Iyan sudah kembali dari KL, lalu kami janjian di acara pengajian besok, nantinya dokumen diserahkan sama saya. Terimakasih Weni Iyan..setelah saya cek dokumen ee… buku nikah suami dan buku vaksin suami gak ada. Waduh tercecer dimana? Panik saya dibuatnya lalu telp pak Safrijal takutnya apa yang diberikan pak Safrijal kepada agent tidak lengkap. Pak Safrijal bilang semua lengkap apa yang beliau serahkan sama pak H. Arpan. Saya pun menelepon  pak H. Arpan dan diteruskan ke H. Hanif. Mereka kata akan mencari dan cek di tas filenya, nanti dikabari.

Saya betul-betul lemas lagi … Ya Allah, setiap nafas..setiap detik saya serahkan padaMu. Dapat dibayangkan kalau semua itu hilang entah jadinya bagaimana …

Keadaan seperti ini, hati berkecamuk tidak menentu … rasa kerdil tidak ada apa-apanya diri ini betul betul terasa. Pada saat ini lah hati, perasaan semua saya serahkan pada Allah, pasrah sepasrah pasrahnya. Banyak berdoa memohon sekencang-kencangnya sampai menangis tersedu-sedu disetiap malam. Ingat maksimalkan ikhtiar … akhirnya melihat kedepan harapan tetap masih ada, walau 8 hari lagi atau 3 hari lagi. Penolakkan visa ini menjadi kekuatan buat saya untuk terus semangat dan bangkit sampai saya tidak mampu lagi … iya penolakan adalah kekuatan hati, semakin bersungguh sungguh ingin menggapai. Bismillah…

My Notes 4 : Minggu tersibuk sepanjang umur

Keadaan masih belum berubah, tinggal H-8, saya meminta copy surat garansi dari KJRI, yang dikirim mas Dolly melalui email, saya pun berniat menghantarkan semua dokumen kembali kepada agent.

Pada tanggal 23 Agustus 2016, H Hanif WhatsApp saya , beliau mengatakan surat nikah dan buku vaksin suami sudah ketemu dan ada pada dia sekarang. Alhamdulillah…

Kemudian kami berjanji untuk bertemu sekalian mengantar semua dokumen sekali lagi, saya bilang kepada H. Hanif bahwa saya ada surat rekomendasi dari KJRI, yang ada di tangan ini copynya yang asli sudah diantar by hand oleh staf. Baguslah katanya untuk mempermudah jalan, inshaa Allah. Sementara ini semua dokumen dipegang H. Hanif lagi sambil menunggu respon dari kedutaan Arab Saudi, kalau ada respon berarti nanti H. Hanif siap-siap ke kedutaan. Saya akan jumpa beliau setelah suami sampai dari Serawak. Besok beliau ada di Muar jadi kami berjanji bertemu disana.

Suami saya juga sampai besok petang pukul 4 dan saya memberikan jadwal ketibaan ini kepada beliau agar bisa dikira-kira kapan saya sampai di Muar, malam pun tidak apa-apa katanya kalau tidak sempat. H. Hanif memberikan alamat kantor dia di Muar beserta lokasinya.

Besoknya pada tanggal 24 Austus 2016 sesuai rencana, saya menjemput suami di airport Senai kemudian bergerak langsung ke Muar, 1 jam 30 puluh menit kurang lebih perjalanan sampailah kami di Muar. Mencari alamat kantor H.Hanif, melalui waze dan google map. Tetapi kami sampai di jalan buntu. Betulkah ini kantornya? beliau bilang kantornya adalah rumah. Tapi kenapa perumahan cina ini? waduh pikiran aneh-aneh sudah mulai timbul lagi di kepala. Astagfirullah … saya call dia tidak diangkat-angkat.

Dari Senai airport ke Muar
Dari Senai airport ke Muar

Sempat panik juga, suami bertanya betulkah sudah janji? Iya saya bilang … akhirnya selang beberapa menit saya telephone lagi, rupanya dia sedang berada di Johor. Maaf katanya tidak bisa angkat telepon karena sedang memandu. langsung saya tanya lho bukannya kita sudah berjanji bertemu? Dia ingat saya akan datang malam. Lho kan saya bilang pukul 4 dari Johor … kalau seandainya beliau ke Johor kenapa tidak bertemu di Johor saja. Astagfirullah astagfirullah … saya menahan geram mencoba sekuat tenaga untuk tenang karena saya memerlukan beliau. Suami yang biasa mudah terpancing emosi kali ini hanya diam saja. Akhirnya saya berjanji bertemu di tengah-tengah yaitu di perhentian Yong Peng, disana ada Surau sekalian sholat katanya.

31CA75C1-2DCD-40C2-A3DC-EC02E662D44F-1

Perjalanan kurang lebih 45 menit sampailah kami di Yong Peng, kami sholat dulu dan beristirahat. Kembali saya mengadu pada Allah.. Ya Allah kuatkan saya dan permudah semua urusan..Kasihanilah saya….

Akhirnya saya bertemu dengan H. Hanif.. oo… tak sangka rupanya masih muda. Orangnya calm, sampai calmnya kesan pertama saya orang ini kelihatan lemes, tidak bertenaga dan lelet. Dalam pikiran saya tentu seorang agent harusnya yang supel dan banyak bicara karena modalnya itu kan? Astagfirullah maafkan saya … Ketika ada terlintas pikiran itu saya pun langsung minta maaf sama beliau … dan beliau hanya tersenyum saja.

Sebelum pamit dan menyerahkan semua dokumen, saya tanya kenapa visa punya kami ditolak? Jawabnya lambat submit. Lambat submit? kok bisa lambat submit saya hantar awal bulan Juni. Tanggal 1 Juni dalam catatan saya.

Iya katanya travel ( H. Arpan) hantar kepada saya pertengahan Romadhan dan agent hantar lepas Raya, baru masukkan pintu kounter saja sudah ditolak, sudah lambat katanya. Apaaa? Jadi sama sekali belum dilihat dan diproses? Iya katanya.
Lalu saya tanya lagi kenapa tak bagi tahu saya awal-awal kalau ditolak. Jawabnya itulah..saya pun tak ingat …

Ya Allah ya Robbi …
terdiam saya, jadi sia-sialah penantian saya selama ini
Astgfirullahalazim … Ampunilah saya ya Allah …

Dengan lemas saya pun memutuskan cepat kembali ke Johor karena melihat suami sudah kecapaian walaupun saya yang membawa mobil. Pas pulang giliran suami yang memandu, mungkin melihat saya sangat sedih. Saya telephone keluarga di Tasikmalaya, mereka tetap memberikan dukungan dan doa. Si Neng pun mengirim whatsApp agar saya tenang dan banyak zikir.

Tuh gak boleh keluar bahasa yang jelek
Tuh gak boleh keluar bahasa yang jelek

5 hari dari tanggal 24 berati tanggal 29 keputusannya dong, kita lihat saja. Saya bilang sama adik saya dapat tidak dapat visa, datang saja ke Johor, bawa obat-obatan yang dipesan untuk bekal saya nanti. Inshaa Allah kalau rezeki saya pergi kalau tidak anggap saja liburan di Johor.

Emosi naik turun, saya pun datang periode sebelum waktunya, jadi hanya bisa berzikir tidak bisa membaca Quran. Sampai di rumah tidak bisa beristirahat … hati saya masih belum menerima … sakit rasanya.

Akhirnya saya berdiskusi dengan suami, bagaimana kalau meminta tolong UTM, karena Datuk NC, Wahid Omar pernah bertanya mengenai pengurusan visa, beliau tanya apakah kita punya kenalan orang dalam? maksudnya orang di Kedutaan Arab? Waktu itu suami sok yakin oo sudah ada yang uruskan. Jangan-jangan dia punya atau menawarkan bantuan secara khusus. Suami tidak mau, segan katanya.

Bagaimana kalau kita tanya Encik Saeful , staff di Ibnu Sina barangkali dia mempunyai info. Okay lah besok pagi kita ke Ibnu Sina kata suami.

Saya tanya Maya apakah ada perkembangan berita, Maya bilang belum. Saya whatsApp bu Dewi lagi..Apa perlu ditelephon kah KSA nya? Bu Dewi bilang pihaknya sudah berulang kali telephone tapi tidak diterima. Lalu saya bilang, jangan-jangan surat itu tercecer tidak sampai ke pak Konsul Eisa, makanya tidak ada respon. Bagaimana kalau bapak Taufiq bertemu langsung dengan Mr. Eisa. Wah nampaknya bu Dewi malas melayan saya dia jawab begini :

Iya bu Maafkan saya
Iya bu Maafkan saya

Pada tanggal 25 Agustus pagi kami pergi ke UTM menemui Encik Saeful. Rupanya Encik Saeful ada kenalan agent yang biasa mengurus visa ke Saudi Arabia, Banyak dosen dan staff UTM yang pergi ke Arab memakai jasa beliau, Lalu kami menghubungi H. Muhamad Muszaki, agent travel itu, beliau bersedia membantu setelah kami cerita panjang lebar, sekarang beliau sedang di Serawak dan besok berjanji ketemu di Kuala Lumpur pada pagi hari, supaya dokumen langsung masuk ke KSA.

Beliau yakin penolakan visa saya bagaimana pun usahanya tetap saja tidak akan diproses karena dokumen kami belum masuk sistem. Jadi harus masuk sistem dulu. Caranya beliau hantar langsung ke dalam. Beliau sudah biasa dan dan kenal dengan staff kedutaan. Bahkan beliau salah satu agent yang diiktirafkan atau disyahkan oleh KSA untuk mengurus visa Arab, Dan ternyata pula KBRI Kuala Lumpur memakai jasa beliau juga untuk menghantar visa. Mendaftar secara online dulu. oalah … alhamdulillah dititik akhir ketemu orang yang tepat.

An-Najwa Travel & Tours Sdn Bhd
An-Najwa Travel & Tours Sdn Bhd

Saya teringat Maya dan Pak Tohari, lalu saya mengajak Maya untuk sama-sama pergi ke Kuala Lumpur mencoba sendiri. Tapi Maya menolak, karena Maya dan pak Tohari dari awal diurus KJRI, mereka akan tunggu saja karena kurang etis katanya. Tapi tetap May kita satu paket apapun yang terjadi kalau ada kemungkinan saya akan info kan kepada Maya.

H. Muszaki meminta kami menyiapkan dokumen kalau bisa surat pengantar dari UTM juga, anggap saja ini bukan jalur dari Indonesia tapi dari Universitas.

Surat keterangan dari UTM
Surat keterangan dari UTM

Berarti saya harus mengambil semua dokumen dari H. Hanif kembali. Sore ini kami bersiap pergi ke Kuala Lumpur, Firda dan Fahima harus dibawa karena kami harus menginap disana dan kebetulan besok Jumat, di Johor adalah hari libur. Begitu anak-anak pulang kami lanngsung meluncur ke KL. Saya mencoba menghubungi H. Hanif, tetapi telephone nya mailbox, saya WhatsApp sampai panjang lebar,,tidak dibaca pula. Dimana beliau?.. Posisi selalu saya share sama H. Hanif mudah-mudahan dia membaca.

Ada sedikit down ketika akan memulai perjalan ke KL. Saya tanya suami capek kah? Spontan saja dia waktu itu bilang, Ai sih mau haji ke haji saja, lebih baik kan uangnya dipakai buat sekolah Farid.

Ya … apapun yang terjadi waktu terus berlalu apalagi mengingat kepastian jadi berangkat atau tidak harus segala disampaikan ke pihak Koperasi di Jeddah.

Surat perjanjian dari Koperasi
Surat perjanjian dari Koperasi

Hal itu membuat saya diam selama perjalanan. Bismillah lahaola walla quwwata illabillah .. sudah kepalang basah. Ingat luruskan niat !!

Saya terlupa anak-anak belum makan sepulang sekolah, lalu kami berhenti di perhentian Pagoh, makan petang disana..

Ketika sedang asyik makan tiba-tiba ada yag menyapa suami, mau kemana katanya. Rupanya mereka staff internasional affair UTM. Dulu suami penah bertugas disana jadi mereka masih mengenalnya. Ceritalah keadaan kami saat ini. Mereka menyarankan kami menghubungi seorang student dari Arab. Student ini adalah ketua pelajar Arab. Dia dekat dengan orang-orang kedutaan tapi sayangnya dia sedang bercuti haji bulan ini, kami disuruh menghubungi nomor teleponnya.

Badr M Alsolami
Badr M Alsolami

Alhamdulillah…biarlah kami coba berbagai cara, siapa tahu salah satu ada yang gol.

Akhirnya H. Hanif membalas WhatsApp saya, beliau tunggu di KLIA, karena beliau sedang mengantar jemaah lepas magrib.

Menjelang isya kami sampai di KLIA, alhamdulillah tidak lama menunggu, kebetulan mobil kami parking dibelakang mobilnya. Saya menerima semua dokumen kembali dan di cek lengkap lalu bertanya berapa harus saya ganti semua ongkos selama ini, H. Hanif bilang tidak ada sepeserpun yang keluar, visa saya diurus sambil mengurus yang lain juga dan belum diapa-apakan. Doakan saja beliau agar semua urusan dipermudah Allah. Inshaa Allah ya..Halalkan kalau ada yang terlupa. Saya pamit takut terjebak macet menuju KL. Dan memang perjalanan dari KLIA ke KL agak macet baru tengah malam kami sampai di hotel Vistana dan beristirahat untuk bersiap aktivitas besok.

Pada tanggal 26 Agustus 2016, Suami menulis whatsApp sama Badr nama student itu, nothing to loose. Artinya mau dibalas atau tidak gak apa-apa.

Whatsapp
Whatsapp

Pukul 8 pagi H. Muszaki telah sampai di hotel. Kami menyerahkan semua dokument, setelah berbual sebentar beliau melanjutkan perjalanan ke Kedutaan. Kebetulan hari ini ada beberapa yang memohon visa haji, mereka yang memohon VVIP dari Serawak, pergi haji atas undangan dari pemerintah Arab.

H. Muszaki cerita pemohon visa itu beribu. Di Kedutaan Arab itu paspor berbakul-bakul. Dan memang gambling sesuai mood untuk meluluskan bakulan paspor itu. Jadi tidak dipilih ataupun disortir , dia main ambil saja katanya. Kecuali yang khusus akan dipisahkan.

Keputusan petang nanti katanya inshaa Allah,lalu saya bertanya visa punya Pak Tohari dan Maya, apa bisa sekalian diuruskan. Mereka sudah ada dalam sistem tinggal dilihat kembali. Inshaa Allah katanya akan dicoba.

Saya telephone Maya, wah Maya senangnya bukan main sampai waktu itu ada kesalahfahaman. Dikira Maya sudah bisa diterima, waktu itu paspor Maya dan pak Tohari masih dipegang staff di KBRI. Maya menephone staff itu untuk memberikan semua dokumen sama saya. Saya bilang tunggu berita dari pak H. Muszaki ini baru nanti bisa disubmit lagi.

Namanya juga ikhtiar, kita akan terus mencoba.

Ada kepuasan tersendiri kalau kita sudah berusaha tetapi gagal karena memang sudah tidak mungkin. Saya akan mundur. Bukannya ngotot. Tapi kalau masih ada peluang kenapa tidak terus berusaha itu yang saya pegang sampai detik ini.

Kami check out dari hotel dan menunggu di kantor nya H, Muszaki, sambil makan siang di restoran Arab sekitar situ. Dan suami beserta H, Muszaki pergi jumatan dulu di mesjid daerah Ampang.

Saya tetkesan dengan H Muszaki, orangnya gesit dan pintar nampaknya selalu memberi semangat untuk tidak putus asa.

Sampailah kepada saat yang dinanti nanti, saya akan terima segala keputusan dengan lapang dada. H. Muszaki mengabarkan bahwa visa kami DITOLAK kembali. katanya karena memang tidak ada quota. Tapi belum sampai konsul cuma sampai PA nya atau personal asistant, Mr. Eisa sudah berpesan dia tidak mau tahu, semua urusan sama PA nya saja. Visa saya sudah masuk sistem. Kalau mau dapat harus ada orang kuat yang bisa langsung menemui dan bicara kepada pak Konsul Eisa. Begitu kata H. Muszaki.

Kami langsung teringat pak Taufiq lagi. Pak Taufiq memang sudah bersedia kalau harus menemui Mr. Eisa cuma masalahnya mau tidak Mr. Eisa ditemui itu saja. Lalu bu Dewi menghubungi PA Mr Eisa, dan ternyata memang Mr. Eisa tidak mau ditemui.

Ya Allah…harus bagaimana lagi ya? sudah sampai disini saja?.. Hati saya sedih tapi tidak sesedih waktu pertama mendapat kabar ditolak.lemasss?? tetep.

Saya mau pulang dulu ke Johor, besok siang adik saya sampai dari Bandung. Mau ngurus itu dulu. Dan kami kembali ke Johor malam itu…

يا رب لا علم لنا الا انت عالم و مجيب الدعاء

ya Rab tidak ada sedikitpun ilmu dan ketentuan kecuali Engkau sang maha Tahu dan yang selalu mengabulkan setiap doa…

My Notes 5: Ketika hati harus memilih

Teman, saya pun tidak habis pikir, dalam setiap perjalanan hidup banyak sekali hal-hal yang tidak terduga bahkan sama sekali tidak terpikirkan bahwa kesitulah jalan kita. Kenapa? Ya karena kita manusia. Untuk apa manusia dicipta dan akan kemana akhir dari perjalanan ini. Manusia diciptakan Allah atas kehendak Allah bukan untuk main-main atau sia-sia saja tetapi untuk beribadah kepadaNya. . Dan semuanya akan kembali kepada Allah. Allah yang mengajarkan kita menelusuri perjalanan, Allah tunjukkan caranya melalui para utusanNya, Allah sempurnakan semuanya di dalam Al-Quran, bacalah, pelajarilah dan amalkan, niscaya akan kembali kepada Allah sesuai jalan yang benar. Termasuk haji ini adalah jalan menuju Allah, jalan penyempuna ibadah dari ikrar kita sebagai muslim sebagai islam makanya haji adalah rukun syarat seseorang islam bagi yang mampu. Saya percaya..saya mengimani maka saya mau berhaji. Dan mohonlah, mintalah pada Allah agar Allah meridhoi jalan kita.
Surat Al A’raf surat tempat yang teringgi ayat 55-56 :

{ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (55) وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ (56) }

Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

26 Agustus 2016 sore kami bersiap pulang ke Johor, setelah mendapat keputusan kedua penolakan visa kami. Pikiran sudah mulai tenang, dan kami pun berserah diri pada Allah..mungkin ini yang terbaik..

Kami sudah keluar dari pintu toll arah Johor, tiba-tiba telephone suami berdering. Ketika dilihat dari Badr student UTM itu. Terkejut !! karena sedang memandu bahaya kalau telephon itu diangkat dan kalau saya yang menerima bahasa Inggeris saya tidak karuan tetapi harus diangkat karena ini penting pastinya Badr menelephone dari Saudi Arabia., akhirnya melipir waktu itu kebetulan ada jembatan dengan memasang lampu darurat. Saya hanya menyimak percakapan mereka … Suami hanya menjawab alhamdulillah alhamdulillah … Hati saya bergetar..ada berita gembirakah? ya Allah alhamdulillah …

Setelah percakapan selesai, suami mencari hentian terdekat, karena harus menelphone seseorang yang sedang menunggu. Sampailah kami di hentian sebelah Senawang.
Lalu suami menelephone seseorang itu. Saya menyimak lagi, suami cerita A-Z dan berakhir dengan Ok.

Apa siih? kok dia sengaja membuat saya penasaran…Akhirnya sambil tersenyum suami cerita, tadi Badr bilang dari Saudi Arabia, temannya dia yang ada di KL, namanya Mr.Ezzat akan membantu kita menemui pak Konsul Arab. Sepertinya Mr. Ezzat ini teman Mr. Eisa karena ketika Suami bilang Mr. Eisa tidak mau ditemui Pak Taufiq dia tertawa sambil bilang oo Eisa tidak mau bertemu Pak Konsul Indonesia..it is big issue, Nanti saya ngomong sama Eisa katanya sekarang kantor tutup, besok dan lusa libur karena hari sabtu dan minggu, Jadi kita jumpa Senin. I will call you back, katanya… Alhamdulillah ..ada jalan lagi.

Dan suami pun menelephon H. Muszaki kembali. H. Muszaki siap bertemu pada hari Senin.

Mumpung sudah di tempat istirahat dan hari sudah magrib, suami dan anak-anak sholat dulu saya masih berhalangan. Tiba-tiba terlihat rombongan dari KJRI turun dari mobil. Ada pak Ridwan, ada pak Safrijal ada pak Andriy dan banyak lagi…mereka baru pertemuan dengan pak Konjen Taufiq di Banting, kebetulan ada urusan sama imigrasi Malaysia disana, pak Konjen jarang berhenti beliau langsung menuju Johor. Suami senang lalu berceritalah kronologi kejadian visa kami. Mereka semua mendoakan semoga lancar dan berhasil. aamiin.

Pulang ke Johor hati agak lega.

Pada tanggal 27 Agustus 2016..akhirnya Neng dan Quena datang untuk pertama kalinya ke Johor. Senang bukan main rasa sedih yang lalu pun seolah hilang tak berbekas. Apalagi si Neng membawa pesanan saya dan kesukaan saya tahu susu lembang. Alhamdulillah…

Neng dan Quena di Senai airport
Neng dan Quena di Senai airport

Neng dan Quena di Senai airport

Neng juga membawa titipan makanan dan buku doa dari Bi Mpet Hegarmanah juga dari Nana. Mereka mendoakan saya di Majlis Ta’klim Hegarmanah. Haturnuhun, Bi Mpet dan Nana..Saya juga pernah menelephone bi Mpet untuk bertanya kira-kira ada teman yang bisa membantu mengurus visa di Jakarta. Bi Mpet bilang sudah pada pergi semua rombongan hajinya, bukan rezeki sudah lambat.

Dari Hegarmanah
Dari Hegarmanah

Berita harapan baru ini pun saya sampaikan kepada pak Ivan supaya jangan mengcansel kami dulu, Maya dan Coolmum.

Saya meminta didoakan kepada semua orang, saudara yang sudah sampai lebih dulu di Mekah dan Madinah.

Terharu sebenarnya ketika ibu Ida Fauziah special menelpon saya, katanya kebetulan adiknya sedang di Raudah mesjid Nabawi, beliau minta nama lengkap saya dan suami untuk didoakan disana. Nuhuun Mama Ida.

WhatsApp dari ibu Ida
WhatsApp dari ibu Ida

WhatsApp dari ibu Ida
Juga Susan Kurnia yang selalu berwhatsApp
Tak lupa saya mintain doanya.

http://hadinur.com/terry3/wp-content/uploads/2018/03/D680833A-A1E7-49FB-81E4-0BA6E4FD8C4A.png
Pak Ivan pun senantiasa memberi semangat dan selalu mendoakan. Betul-betul terharu. Sebelumnya saya pernah bercerita sama pak Ivan, kalau di Johor tidak ada quota kami harus ke Jakarta atau Singapore. Kalau Singapore tidak mungkin karena kami tidak tinggal di Singapore. Pernah juga Weni mencoba memberi jalan untuk menghubungi orang yang pernah menolong dia waktu pergi haji tahun lalu, siapa tahu ada travel yang beliau kenal dan bisa dimintai tolong, tapi kebetulan pakcik tidak ada di Singapore beliau sedang bercuti di Lombok.

Siang itu rasanya ingin mengajak Neng dan Quena keliling Johor Bahru, tapi tidak ada waktu. Saya harus menyiapkan diri untuk pergi ke KL besok setelah mengantar Fahima dan Quena ke Sekolah Rendah Islam Hidayah. Kami hanya mengajak keliling UTM dan berfoto di depan kantor suami, Ibnu Sina. Kemudian belanja keperluan dapur karena besok saya pergi dan mereka tidak bisa keluar. Toko-toko lumayan jauh dari rumah kalau jalan kaki.

Di Institut Ibnu Sina UTM
Di Institut Ibnu Sina UTM
Quena sekolah sama fahima di SRIH
Quena sekolah sama fahima di SRIH

Sorenya saya baru perasan Maya forward kan WhatsApp dari KJRI Jeddah padahal dia kirim tadi dini hari.

Pertama kami ikut prihatin bu/pak atas kondisi ini semoga Allah memberikan yg terbaik…amin

Selanjutnya kami informasikan bahwa kami diminta oleh pihak muassasah dan hotel serta trasnportasi untuk menyelesaikan urusan jamaah lumeg terkait dana dan dokumennya paling telat besok pikul 14.00 was, dilema memang namun perlu kami sampaikan hal ini karna menyangkut jamaah lain dan biaya onh termasuk onh yg telah ibu/bpk krim..nampaknya harus diputuskan malam ini sgera keikutsertaan nya, sebagai etikad baik panitia mengenai biaya insyaAllah akan kami akan kami kembalikan penuh dipotong biaya kirim..
Demikian mhn maklum
Hormat kami panitia

Ya Allah…. saya pun menelephone pak Ivan untuk meminta kekecualian paling lambat senin. Alhamdulillah pak Ivan memberi waktu.

Sampai dirumah saya menyiapkan keperluan untuk beberapa hari menginap takutnya memakan waktu lama. Tak apa persediaan..

Keperluan haji sudah saya siapkan dalam 2 koper. Tambah bawaan dari Neng. Saya pesan obat-obatan, dan minta tolong dibelikan handuk basah paket untuk kami di Arafah nanti.


Tengah malam, Maya menelephone saya menanyakan apakah saya masih mau meneruskan mengurus visa? Soalnya hari ini terakhir koperasi meminta keputusan. Kalau hari ini kita bilang batal , uang yang sudah dikirimkan akan kembali 100% dikurangi ongkos kirim. Saya bilang tunggu ya May saya tanya suami dulu.

Saya pun menceritakan percakapan dengan Maya tadi. Kata suami lanjut saja kita terus. Saya tersentak kaget campur senang, karena takut dia berubah pikiran, seperti kemarin ada penyesalan dan menyalahkan saya atau karena kemarin lagi cape dan kesal…alhamdulillah dalam hati.

Untuk meyakinkan keputusannya ini suami telephone bapak di Padang. Bapak bilang kesempatan jarang datang dua kali, kalau kita niat beribadah niatkan itu, jangan mikir uang akan hilang dlsb. Uang bisa dicari. Niat kita sudah dicatat Allah, dan uang itu untuk ibadah, inshaa allah akan Allah ganti berlipat lipat.

Tambah mantaplah keputusan kami, lanjuuut, perjuangan dilanjutkan mau hangus uang biaya haji itu gak apa-apa kalau kami tidak jadi pergi.

Saya telephone Maya lagi, mengatakan bahwa kami akan melanjutkan menguruskan visa ini. Karena memang sudah diniatkan, Maya bagaimana? Maya bilang masih bingung. Inginnya uang itu tidak usah dikembalikan tapi disimpan buat haji tahun depan kalau bisa. Tapi tidak tahu apa pihak koperasi mau tidak. Katanya.

Hal yang penting, saya menghubungi travel Saudi Airlines, menanyakan kemungkinan kalau tidak jadi pergi, boleh direfund?. Staff travel bilang 3 hari sebelum keberangkatan cancel bisa direfund potong 20%. Refund kalau waktu membeli memakai kartu kredit akan dikembalikan melalui kartu juga dan kalau cash akan dikembalikan cash. Pembatalan tidak perlu datang ke kantor cukup melalui telephone saja. Noted

Sepupu Hadi Inggo dan istrinya Risyda singgah ke rumah. Mereka dari KL ada urusan di Singapore. Lalu bermalam di rumah. Kami banyak info dari mereka selama berada di tanah suci karena mereka sudah umrah berkali-kali. Inggo 2 kali dan Risyda 3 kali. Saya dianjurkan bawa barang- ini itu yang sangat diperlukan disana. Alhamdulillah sangat bermanfaat. Swmoga terwujud karena yang ada dipikiran kami adalah visa dulu. Terimakasih Risyda dan Inggo.

Pada tanggal 27 Agustus 2019 saya dan suami bersiap-siap kembali ke KL, tetapi pagi harinya saya mengantar Fahima dan Quena dulu ke sekolah. Quena baru pertama kali sekolah disini, saya mengenalkan sama guru dan teman-temannya. Lucu sepertinya Quena bintang tamu di sekolah Rendah Islam Hidayah Malaysia, bajunya lain sendiri, merah putih. Quena menjadi perhatian semua dan diikuti murid-murid di sekolah , bahkan ada yang menangis dan berantem karena berdesakan melihat Quena…

Suami pergi ke kantor dulu untuk izin cuti beberapa hari, kata boss nya Prof Rahim, pergi pergilah selesaikan urusan Visa dulu. Alhamdulillah

Kami pun tinggalkan Inggo dan Risyda bersama si Neng di rumah.

Bismillahirohmaanirrohiim, kami meluncur ke Kuala lumpur, tujuan sambil istrirahat menginap di hotel Flamingo dekat kedutaan Saudi Arabia.

D1E4D9B9-C289-4BCF-85E9-A7222C89C4BB-1

3 Jam perjalanan sampailah kami disana. Beristirahat sejenak, menyiapkan dokumen untuk besok dan janji temu dengan H.Muszaki dan Mr Ezzat.

Pertama kali saya jalan-jalan di daerah Ampang, ternyata ramai juga. Kami mencari makan malam di restoran Sederhana, makanan Padang. Alhamdulillah.
Tiba tiba Firda telephone, setrika rusak dan listrik rumah mati. Waduh baru sehari ini,. Suami suruh cek jangan-jangan ada yang koslet. Cek pengaman Listrik di gudang barangkali ada yang terjatuh. Ternyata saklar listrik di gudang terjatuh. Ketika dinaikkan lagi terjatuh lagi. Suami suruh mencabut semua kistrik setrikaan takutnya itu puncak utama. Akhirnya dicabut dan listrik menyala kembali.

Malam itu kami sempat juga mencari setrikaan dan membelinya untuk di bawa pulang ke Johor di ampang mall.

Seterika baru
Seterika baru

29 Agustus 2016, H-5. deg deg an karena sampai hari ini kami belum mendapatkan kepastian visa. Ini yang terakhir menurut saya, karena tidak ada waktu lagi, sekarang hari Senin, besok selasa dan Lusa Rabu adalah cuti kemerdekaan dan Jumat kami harus sudah terbang ke Jeddah. Semua kantor di Malaysia tutup. Jadi kami punya kesempatan waktu 2 hari saja.

Maya memutuskan mau ke Singapore hari rabu karena di Johor libur untuk refund tiket, katanya mau telephone pak Osman manager Saudi Arabia. Saya belum tahu lagi. tapi kalau ada apa-apa Maya tetap ikut perkembangan dan standby.

Kami check out dari hotel dan meluncur ke kantor H.Muszaki, makan siang dekat kantor H. Muszaki dan ditraktir beliau, duh jadi malu. H.Muszaki memperkenalkan seseorang yang juga dosen UTM. dia sedang mengurus visa ke Arab untuk dia dan keluarga. Ada tawaran di Arab untuk mengajar disana dan dia minta izin dari UTM, dia terima tawaran ini supaya mudah naik haji. Alhamdulillah semoga Allah permudah jalannya.

Lama menunggu telephone dari Mr Ezzat, hari mau menjelang petang, jadinya bagaimana mengurus visa? akhirnya suami menelephone Mr.Ezza untuk bertanya bagaimana kabarnya, mau jumpa dimana di kedutaan kah?. Mr.Ezzat bilang kantor sibuk dan full jadi belum ketemu Mr Eisa. Jangan ambil tindakan dulu katanya nanti dihubungi.

Ya Allah sampai kapan ini?

Tiba-tiba Maya telephone dengan suara bergetar..Ibu saya sudah telephone Pak Osman, saya mau refund tiket. Pak Osman tanya kenapa direfund? saya bilang tak dapat visa, karena tidak ada quota. Pak osman menawarkan diri untuk menolong, dia akan mencoba menghubungi pak Konsul arab di Singapore siapa tahu beliau berkenan.

Wah alhamdulillah..jadi bagaimana Maya mau mencoba? Maya jawab iya bu, besok pagi saya dan kel mau ke Singapore, disuruh pak Osman bawa paspor.(lha iya bawa paspor May…dokumen maksudnya)

Baiklah Maya, Maya ke Singapore saya di KL dulu ya, kalau ada apa-apa kita kontak. Iya bu..kata Maya. Tujuan kita ke Singapore mencoba appy visa dan refund tiket.

Menjelang pukul 5 petang, saya khawatir karena tidak ada kabar dari Mr.Ezzat dan kantor pun sudah mulai tutup. Tiba-tiba Mr.Ezzat telephone, bahwa hari ini tak dapat menghubungi Mr.Eisa. Besok dicoba lagi langsung datang ke Kedutaan saja lepas makan siang. Oooo besok? siang lagi? kita cuma punya sehari besok. Tak apalah tunggu saja.

Kami pun mencari tempat menginap, ada rumah tumpangan sebelah kantor H. Muszaki. H.Muszaki menawarkan untuk tidur di rumahnya. Kami segan lebih baik di rumah tumpangan saja. Dan lepas magrib kami pun check in. beristirahat tapi hati mulai gelisah. Hati saya gelisah luar biasa seperti ada sesuatu yang harus saya perbuat saat itu tapi tidak tahu apa. Saya tetap minta doa sama keluarga semoga dilancarkan… Eh jadi teringat pesanan si Neng yang katanya tunggu 5 hari lagi atau 5 hari sebelum hari H sekaranglah waktunya. Apa maksudnya?

Saya menelephone abang saya yang sedikit peka dan sensitif perasaannya di Tasik. Saya tanyakan apa maksud 5 hari itu, abang saya bilang 5 hari katanya yang dia buka di Alquran untuk kasus ai ini, ambillah keputusan . Ikutlah kata hati. Ai mau tetap menunggu visa di Kuala Lumpur dengan konsekwensinya atau menunggu visa di Singapore dengan konsekwensinya. Sholatlah istikharah. oo gitu…

Saya pun sholat istikharah setelah menunaikan sholat isya. Alhamdulillah sudah bersih dari hadast dan memulai sholat. Berdoa dengan segala kerendahan hati memohon petunjuk dan ridhoNya. kalau Allah mengundang kami tahun ini permudahlan jalan untuk menuju rumahMu. Labaikallahumma labaik…..

Hati tergerak ingin bertanya pada Pak Osman, saya pun meminta nomor handphone beliau sama Maya. Saya mengirim pesan WhatsApp, biasa bercerita dari A-Z, lalu saya lampirkan semua dokumen, apakah ada kemungkinan untuk apply di Singapura? Lama Pak Osman tidak membalas. Tapi beliau membaca. Tidak apa-apa yang penting sudah dibaca. Lalu terpikir lah oleh saya, seandainya saya menunggu di KL, besok baru ketemu pak Konsul. Kalau ditolak pulang, kalau diterima harus nginep 2 hari disini karena lusa libur, kamis baru dapat paspor, pulang ke Johor..capek sekali, Jumat pagi sudah berangkat ke changi Singapore untuk perjalanan ke Jeddah..

Kalau saya menunggu di Singapore, malam ini pulang ke Johor, besoknya ke Singapore, ketemu pak Konsul Arab, ditolak pulang, kalau diterima bisa menunggu sampai hari Rabu, Singapore tidak libur, kalau selesai rabu masih ada waktu 2 hari kalau selesai kamis masih ada waktu satu hari, pulang ke Johor dekat saja walaupun Jumat harus kembali lagi ke changi Singapore tidak capek… Ayooo pilih mana, itu yang ada dipikiran..pilih yang lebih kepada banyak kebaikannya…

Ya sudah saya pilih Singapore saja lah.

Lalu saya bilang sama suami kita ke Singapore saja yuk. Suami kaget ..Mana boleh kita kan sudah janji dengan Mr.Ezzat..tapi saya bilang..Mr. Ezzat kan belum pasti juga, kalau Singapore, Maya kemarin disuruh bawa paspor dll.

Jadi bagaimana tanya suami? Iya kita ke Singapore kata saya. Ya sudah siap-siap kita pulang kata suami. Betul? melonjak gembira saya, senang karena suami akhir-akhir ini selalu akur dengan saya.. artinya ikut maunya saya, Alhamdulillah terimakasih suamiku sayang.

Kami pun siap-siap packing, baru 2 jam check in sudah mau check out lagi. Suami telephon H. Muszaki mau mencoba di Singapore, H.Muszaki mendoakan selalu. Beliau pun tidak mau dibayar, padahal sudah saya susahkan selama ini. Mr.Ezzat biar saja besok pagi ditelephone. saya whatsApp pak Osman besok saya pergi ke Singapore bersama Maya dan Pak Tohari. Saya juga telephone Maya janjian besok pergi sama-sama ke Singapore, Maya kaget dan senang karena ada teman. Pokoknya kita satu peket, yang di surat pak Ivan pun kita berempat. Lebih kaget lagi ketika saya memutuskan pulang malam ini. Hati-hati ibu kalau ngantuk istirahat katanya.

Kami meluncur kencang ke Johor. Jalanan kosong di tengah malam. Berangkat jam 11 malam sampai jam 1 pagi, 2 jam sampai di Johor alhamdulillah sampai selamat.

Ngebut
Ngebut

Di rumah disambut si neng, anak-anak sudah tidur. Sampai rumah, suami cek listrik, tidak apa-apa, lalu memasang setrikaan. Setrikaan besar dan memang bagus sekali. Saya mengajarkan caranya sama si Neng lalu pergi beristirahat, karena subuh nanti bersiap menuju Singapore. Si Neng cuma bisa ngurut dada..ini 2 orang kaya setrikaan juga pergi sana balik lagi sini…

My Notes 6: Ikhlas puncak cintaNya

Ikhlas dimana hati ketika sudah tidak mengharapkan apa-apa selain daripada Allah, pasrah semua terserah Allah, tidak ada sedih tidak menyesal. Semua karena Allah. Membuat kita menjadi orang yang lebih bahagia.

Hari ini tanggal 30 agustus 2018, H-4, saya siap berjuang lagi. Dan ini adalah kesempatan terakhir. Saya pun akan tersenyum bahagia kalaupun tidak berhasil. Usaha yang luar biasa menurut saya sudah pada puncaknya karena limit dengan waktu keberangkatan.

Maya pun selalu bilang salut sama saya dan suami, tidak berhenti berusaha. Saya sendiri juga tidak tahu kenapa kejar terus, Allah yang menggerakkan, saya tidak ingin menyesal. berusaha sungguh-sungguh selagi bisa. Berhasil atau tidak bukan urusan kita lagi. Biarlah tangan Allah yang menentukan.

Oh ya Pak Osman tidak membalas whatsApp saya takutnya beliau terlupa, lalu saya menelephonnya. Beliau bilang datanglah tapi beliau tidak menjamin. Kita berusaha dan jangan putus asa. Datang bawa pakaian sekali, untuk jaga-jaga kalau urusan tidak selesai hari itu saya harus stay di Singapore. Baiklah saya paham…

Setelah sarapan pagi, Suami menelephone Mr.Ezzat untuk membatalkan pertemuan siang nanti. Saya pun whatsApp pak Ivan supaya kami tetap didaftarkan terus jangan dicansel sampai akhir. Jadi untuk urusan muasasah tetap dikerjakan sebagaimana mestinya. Karena waktu itu saya minta waktu sampai senin. Sekarang sudah selasa dan keputusan pun tidak tahu hari ini atau rabu.

Kami janjian ketemu Maya dan pak Tohari di Mesjid Sultan Singapore. Kantor pak Osman dekat saja 5 menit jalan kaki dari Mesjid Sultan.

9B89A4BA-0588-4F2C-8417-F49F22096CD8-e1520895708914-1
Alamat yang dituju hari ini sudah siap diprint

Perjalanan kali ini relax dan kami menikmatinya. Maya bilang mereka pergi lebih awal janji dengan pak Osman pukul 10 pagi. Pergi lebih awal karena pak Tohari kalau masuk Singapore pasti terhenti di Office. Gara-gara nama dia Tohari saja. Suami saya pun sama masuk Singapore selalu terhenti di office, ditanya begitu begitu saja artinya tidak penting sekali, cuma nunggunya sampai 1 jam an..tetapi setelah diurus membersihkan nama dia, yang kata mereka sama dengan nama teroris, lancar dan aman masuk Singapore. Bayangkan saja untuk membersihkan nama di interview selama 2 jam. Ditanya pada tanggal sekian tahun sekian ada dimana? pernah pergi ke negara A atau B? suami bilang saya pensyarah di Universiti, tak mungkin pergi kesana. Akhirnya bersih nama dia. Itulah imigrasi yang leseh membuat suami malas dan jarang jalan-jalan ke Singapore. Makanya hampir 15 tahun saya duduk di Johor boleh dibilang hitungan jari kami pergi ke Singapore.

Pukul 8 pagi kami sampai di check point Singapore. Saya berhenti di sana karena mau ke toilet. suami pun begitu. Hari ini semua aman tidak ada penahanan di office imigrasi. Sampai di toilet terdengar suara canda manja anak-anak tapi kok berbahasa Indonesia. Ketika saya lihat ternyata Maya..waah saya teriak bahagia seperti berpuluh-puluh tahun tidak ketemu. Semenjak akhir ramadhan saya jarang ketemu Maya, itu pun ketemu pas lagi Manasik haji. Semenjak kasus visa inilah, manasik kami terhenti. Kami sering ngobrol dan curhat di telephon atau whatsApp saja. Tidak mau membuang waktu kami pun berpisah ke mobil masing-masing dan ketemuan di kantor Pak Osman.

Tepat jam 10 pagi, on time yeay… kami sampai di kantor travel Saudi Arabia. Maya dan pak Tohari belum sampai. Kami masuk dan tunggu di dalam. Sebelum sampai saya ada whatsApp pak Osman bahwa kami datang hari ini. Ketika saya bilang sama staff disana, mau jumpa pak osman, mereka jawab, pak Osman tak masuk hari ini dia warded di hospital. Sakit pencernaan katanya. Oo saya dan suami saling berpandangan. itu tandanya apa, hari ini …..FINISH? Tidak apa-apa kami pun sudah biasa menanggapi kejadian seperti ini. Yah mau bagaimana lagi kan?

Datanglah Maya dan keluarga, ketika diberi tahu pak Osman tidak ada di office, sempat bengong juga. Berarti kita refund tiket kesini jadinya ya?

Lalu staff itu tanya lagi, apakah ada appoitment? kami serentak jawab..Yaa! tunggu ya katanya. dia menelephone seseorang. Rupanya yang ditelephon pak Osman. Pak Osman minta berbicara kepada salah seorang dari kami. Pak Tohari sudah wanti-wanti dia ikut saja, biarlah semuanya suami saya saja yang mewakili kita semua. Akhirnya beliau bicara sama suami dan suami bilang Ok, terimakasih.

Rupanya beliau sudah membuatkan appoitmet buat kami di kedutaan Arab. Kami disuruh datang ke Kedutaan Arab nanti jam 3 petang menemui pak konsul. Alhamdulillah

Killing time!! kami menunggu dhuhur di mesjid Sultan. Ah mungkin terlalu cape saya berhalangan lagi. Jadi saya tunggu diluar mesjid. Maya sempat-sempatnya bawa lontong isi, hmm… sedapnya siapa yang buat May? Makan siang sudah tiba, rugi kalau tidak makan nasi briyani kambing, briyani ayam dan martabak di depan Mesjid sultan. Yaitu di Restoran Zam Zam. Alhamdulillah…..Fa bi ayyi alaa i robbibikumaa tukadzibbaan……

Selesai makan kami bergegas pergi ke Kedutaan Arab Saudi. Lebih baik cepat datang daripada terlambat karena kita sudah appoitment. Kami sama-sama pergi, Pak Tohari dan keluarga ikut mobil saya. Sempat putar putar karena gak tahu jalan, sampai di gedung yang dimaksud tidak tahu masuk parking darimana akhirnya putar lagi, dan tanya satpam disana kalau mau ke kedutaan Arab parking dimana. Satpam itu menunjukkan arah dan sampailah kami disana. Kantor masih tutup istirahat dan buka jam 3 petang. Kami menunggu saja di halaman, sambil mengawasi anak-anak Maya bermain. Alhamdulillah anak-anak pada baik semua tidak rewel, walaupun lama menunggu. Sebentar-sebentar kami pun berdoa….Allahumma yassir wala tu’asir. Rabbi tammim bilkhoir. Birohmatikaya Arhamarrohimin : Ya Allah permudahkanlah jangan dipersulitkan dan Kau akhirkanlah dengan kebaikan….aamiin

96DAA5A4-D62B-4219-9C54-41BE3EC8B5DD-e1520896703399-1
Ini nama gedungnya

32E0233F-64B7-49AE-A85E-0303A553C2D1-1Tiba pukul 3. Kami pun masuk kedalam, rada ribet karena harus lapor setiap orang untuk mendapatkan kartu pass. Tadi kelihatan sepi saja sekarang malah ramai. Kami masuk dan tunggu di dalam. Rata-rata yang datang pada sore itu untuk mengambil paspor, mungkin mereka pun sama-sama mengurus visa. Lama menunggu sampai giliran terakhir. Staff tanya ini yang appoitment ya? iya jawab kami.

Tahu tidak perasaan saya mulai tidak karuan lagi, bukan cemas tapi dag dig dug…jantung ini berdetak kencang seperti genderang mau perang.

Tiba-tiba pintu dibuka.. keluarlah orang kulit hitam kecil munggil. Tidak seperti orang Arab yang tinggi besar dan gagah. Terbayang di pikiran kami dan sampai sekarang suami memanggilnya Bilal bin Rabah.., nama sebenarnya kami tidak tahu.

Lelaki itu bertanya mana yang appoitment melalui Mr. Osman, kami berdiri…staff disana bilang inilah pak Konsul..oh suami langsung maju dan menemui beliau menyalaminya kemudian mengeluarkan dokumen. Suami cerita alasan kami datang dan mengeluarkan surat sakti dari pak Ivan yang sudah direnew, disana dikatakan bahwa kami sudah membayar segala biaya untuk di Arab selama menunaikan haji. Pak Bilal itu hanya melihat lihat saja, pertanyaan yang dia ajukan beliau adalah : sampai disana siapa yang ambil? Suami menjawab perwakilan dari KJRI Jeddah..dia langsung bilang khalas…khalas…terus memberi arahan sama staffnya untuk memberikan borang atau formulir, sambil bilang..please fill the form visa katanya. kami masih terdiam. Staff disana bilang sambil tersenyum…“bapak ibu diterima!!”…saya yang dibelakang suami tidak tahan menahan tangis lalu kami sujud syukur disana. Ya Allah..ya Allah… Ya Allah alhamdulillah.. terimakasih ya Allah….terimakasih atas karunia dan cinta Mu pada hari ini, hamba yang kerdil tidak ada daya dan kekuatan selain daripada Engkau ya Allah…

Terimakasih kau permudah urusan ini dan Kau mengundang kami ke Baitullah. Allahu Akbar Allahu Akbar..

Pak Bilal dan staffnya terharu melihat kami lalu beliau masuk ke dalam lagi, dan staff nya menyuruh kami mengisi formulir visa beserta photo. Saya tidak perasan melihat pak Tohari dan Maya terduduk lemas di kursi. Kenapa Maya? kita diterima May kata saya sambil nangis…Iya bu kata Maya saya kaget saja. Photo pun saya tidak ada yang latar belakang putih ada juga photo paspor Malaysia latar belakang biru. Saya belum meyiapkan keperluan haji bu, saya pun belum beli tiket buat ibu saya. Tiket saya Jakarta-Jeddah dan Jeddah-Jakarta bu. Rencana Maya kan kalau dapat visa diawal-awal, mereka mau hantar anak-anak ke Jakarta ke tempat ibunya jadi Maya dan Pak Tohari naik dari Jakarta. Maya sudah pasrah datang ke Singapore untuk refund tiket saja dengan diterimanya visa kami ber4, ini keajaiban makanya Maya agak kaget. Iya Maya sekarang isi dulu formulir nanti itu belakangan dapat dipikirkan. Masih sambil nangis saya mengisi formulir, terbayang saja di mata perjalanan kami hingga sampai disini..tidak dapat ditahan sangat berbekas di hati dan tidak akan pernah lupa, makanya saya tulis disini. Selesai mengisi formulir.. kami disuruh datang lagi besok siang. Suami bilang kami pergi tanggal 2 Setember 2016. jadi mohon visa dapat diselesaikan cepat agar punya waktu untuk siap-siap. Dukument yang katanya syarat visa sama sekali tidak diperlukan disini, Jadi yang ditahan adalah paspor dan formulir beserta photo saja.

Kami keluar dari kedutaan kembali ke mesjid Sultan, karena mobil pak Tohari ada di sana. Pak Tohari dan Maya harus reshedule tiket, yang ceritanya nanti pak Tohari dan Maya betul- betul menjadi orang yang paling bahagia dan beruntung. Nanti tunggu saja di episode haji saya selanjutnya. Kami pun berpisah, saya dan suami mencari hotel dekat-dekat kantor pak Osman yaitu di Marrison hotel.

F016BFEA-D01B-4003-BF24-DE1D4FD407CE-1

Pak Tohari dan Maya menginap di mess KBRI Singapore.
Besok kami janjian di Kedutaan Saudi Arabia, waktunya menunggu telephone dari staff.

Saya cek WhatsApp. Rupanya pak Osman sudah balas whasApp saya sebelum saya sampai di kantor.

Saya berencana ingin menengok pak Osman di rumah sakit tapi beliau selalu mengelak.

61C1FB7C-A104-466F-8373-C78C1215BED3-1

Pak Osman agak bingung, beliau bertanya kepada saya, siapa yang datang ke kantornya tadi pagi. Saya jawab berempat. Berapa paspor yang di approve ? Saya jawab 4. Alhamdulillah katanya . Karena Pak konsul memberikan lampu hijau ketika di whatsApp beliau. Beliau hanya mengajukan 2 paspor saja, yaitu pak Tohari dan Maya.
Dikira beliau whatsApp saya selama ini dan telephone saya itu adalah dari Maya.
Oh..Ya Allah, katanya alhamdulillah rezeki takutnya pak Osman. Pak Konsul kaget karena nambah lagi 2 paspor tanpa sepengetahuaan pak Konsul, ternyata pak konsul approve semuanya.

Iya pak bagaimana tak apa kah? Oh tidak jawabnya. Saya bilang pak konsul itu melihat surat dari pak Ivan, disitu tertera 4 orang. Oo alhamdulillah katanya.

Bagaimana pun prosesnya setelah dirunut , visa saya dan suami di approve pak konsul Arab bukan secara kebetulan, tapi memang sudah kehendakNya. Bukan kami yang Hebat, tapi Allah sayangkan kami. Alhamdulillah…

Lucu saja selama perjalanan mengurus visa ini, saya berkomunilasi dengan orang selalu salah saja mereka memanggil saya. Mereka panggil Pak. Padahal saya selalu bilang suami saya begini begitu. Berarti aaya istri atau ibu.

Apanya yang aneh ya? Apa nama saya seperti bukan nama perempuan? Itu alasannya kata suami he he…atau karena biasa yang selalu kontak si A dan si B adalah seorang bapak? Tidaklah kata suami ..

Keesokkan paginya tanggal 31 Agustus 2016, H-3, kami check out dari hotel. Mencari sarapan di restoran Padang sekitar mesjid Sultan. Masakan baru masak jadi kami sekalian makan siang saja di sana.

Ini posting makanan tandanya apa ya? Tanda hati gembira? Alhamdulillah. Lagi sedih gak ingat makan lho, betul!!

Kami segera menuju ke kedutaan Arab Saudi, tapi telephone dari staff belum ada. Akhirnya kami parking saja di gedung itu dan menunggu di mall sekitar kedutaan. Ada Paragon mall shopping center. Saya melihat ada toko Tokyu Hand…wah wajib lihat ini, banyak pernak-pernik yang lucu. Saya jadi teringat ketika tinggal di Sapporo dulu, kalau weekend selalu menyempatkan pergi ke sana. Ada satu dua barang dapat itu pun yang kecil-kecil karena ternyata harganya lumayan..menguras dollar Singapore kita. Sedang asyik memilih, Maya whatsApp, satu forwad dari Pak Osman, ada satu surat yang harus diambil di Travel Saudi, surat pengantar dan kartu pengenal staff dari Pak Osman, kemudian KTP kita, Kedutaan memerlukan KTP Indonesia. Untung semuanya saya bawa dan saya segera meluncur ke Kedutaan. Setelah menyerahkan KTP kami pun pergi dulu ke Travel mengambil surat dan kembali ke Kedutaan.

Pak Osman whathsApp saya paspor sudah siap tunggu panggil saja, padahal kami sudah di kedutaan.

C58CE1E3-A8CD-4AD4-9407-5C5F89CDDBF8-1

Bayangkan..Pak Osman sedang sakit di rumah sakit, masih sempat menguruskan kami dan memantau kami. Padahal kenal pun tidak. Kami pun bukan penduduk Singapura, Kami orang Indonesia, tetapi kami sodara seiman. Sampai sekarang saya sudah kembali lagi dari Mekkah, belum pernah sekalipun berjumpa beliau, begitu juga Pak Tohari dan Maya belum pernah ketemu beliau, sampai kembali ke Singapore setelah berhaji untuk membayar upgrade tiket dan memmberikan oleh-oleh, Pak Osman tidak dapat ditemui. Ya Allah tulus ikhlas Pak Osman menolong kami, semoga Engkau balas segala kebaikan nya berlipat ganda, mudahkanlah urusan Pak Osman dan senantiasa sehat selalu. aamiin.

Tibalah giliran kami..Staff memanggil kami dan memberikan paspor yang sudah ditampal visa haji. Bagai melihat sesuatu yang baru kami pun membuka helaian demi helaian paspor dan tertuju pada stiker berwarna hijau.

Ya Allah inilah puncak cintaMu…terimakasih ya Allah.

Saya share kabar gembira kepada orang-orang yang selama ini memberi support. Pertama adalah kepada bapak dan ibu Taufiqur Rijal lalu kepada keluarga dan teman-teman. Tidak ketinggalan dan yang paling penting adalah kepada pak Ivan juga pak Osman sendiri.

Ya Allah rasa syukur kini kami bawa sebagai semangat untuk datang ke rumah Mu.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ

إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Labbaikallahumma Labbaik
Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik
Innalhamda Wan Ni’mata
Laka Wal Mulk
Laa Syarikalak

Arti bacaan talbiyah:

Aku memenuhi panggilanMu ya Allah aku memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi panggilanMu tiada sekutu bagiMu aku memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya pujian dan ni’mat adalah milikMu begitu juga kerajaan tiada sekutu bagiMu

Kami pun berpisah dengan Maya dan pak Tohari, mereka masih harus ke travel Saudi pengurusan tiket. Dan saya beserta suami pulang ke Johor. Punya waktu sehari besok untik persiapan pergi.

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa ashlihliy fii dzurriyyatiy inniy tubtu ilayka wa inniy minal muslimiin

Artinya : “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Q.S. Al-Ahqaf : 15).

My Notes 7 : Sahabat Fillah

Johor Bahru, adalah kota kedua setelah kota kelahiran saya di Indonesia. Menjadi saksi bahwa hampir 1/3 hidup saya dibentuk di kota ini. Kehidupan rumah tangga kami, kelahiran anak-anak kami, perjuangan hidup jauh dari sanak saudara, semua harus dilakoni sendiri. Alhamdulillah, saya termasuk orang yang sangat beruntung memiliki sahabat-sahabat yang luar biasa. Teman seperjuangan selama merantau disini, caring, sharing, helping, supporting dan banyak lagi ing yang lainnya. Mereka banyak pengaruhnya dalam perjuangan saya ini. Hanya Allah lah yang dapat membalasnya. Saya pun tahu mereka bersahabat tanpa pamrih.

Bu Nafiah, merupakan salah satu orang terlama yang tinggal di Johor Bahru setelah saya. Tentu perkenalan kami pun sudah bagai saudara, baginya saya adalah kakak. Iyalah umurnya jauh berbeda dengan saya. Tapi dia seorang yang cerdas. Apa-apa curhat sama beliau, selalu dicarikan solusi minimal memberikan pandangan-pandangan, sampai sharing goggling nya.

Tahun lalu, 2015 beliau pergi haji. Pengalamannya tentu saja banyak disharing, dia bagi saya adalah manasik berjalan. Setiap saat saya hubungi tak kenal waktu. Bertanya ini itu atau dia yang memberi tahu. Buku-buku doa dia dan kerudung-kerudung haji yang sangat bermanfaat buat saya berhasil menemani hari-hari saya di tanah suci. Terimakasih bu Yanuar eh bu Nafiah , semoga Allah membalas semua kebaikannya berlipat-lipat ganda kebaikan, aamiin, terimakasih atas panggilannya untuk saya waktu di Tanah suci kemarin sehingga Allah kabulkan tahun ini saya dapat pergi.

13A55344-EB3F-48A1-994A-6F344A457847-e1520984580860
Ini buku doa praktis dari bu Nafiah, memang sangat bermanfaat

Weni dan Iyan , mereka adalah orang yang lebih dulu datang ke Johor Bahru dibanding saya. Karena mereka adalah student master di UTM berlanjut Doktor dan sekarang menjadi dosen.

Mereka ini lah selalu saya susahkan bukan ketika mau berangkat haji saja tapi dari dulu- dulu lagi. Waktu ibu mertua sakit di rumah sakit dan saya harus ke Surabaya , merekalah yang menjaga mamak dan bapak. Dan banyaaak lagi. Weni juga pergi haji tahun 2015 kemarin. Sharing pengalamannya banyak membantu saya. Terimakasih weni Iyan, doa terbaik untuk kalian, semoga Allah membalas semua kebaikan weni dan Iyan berlipat-lipat kebaikan. Aamiin. Weni juga memanggil saya waktu haji kemarin. Jadi saya dapat 2 panggilan sekaligus di tahun yang sama. Terimakasih ya..

275945C6-4C74-4AE5-90AB-1BF98442778D
Weni, bu nafiah dan saya

Saya pun tidak lupa dengan ibu-ibu yang Lain. Banyak menyemangati dan selalu care. Coolmum’s UTM : Bu Yuyun, bu Ida Fauziah, Ika, Lia, lusi, bu Eka, Dini, uni Morti, Irin, mbak Artha, Rila, Hesti, Mbak Ary, Bu Bambang, Neneng, bu Ika, bu Reni, bu Liyan, bu Ayuk. Juga kak Norliza Syamsudin, kak Nor. Jiran saya dulu dan sekarang.

Sepulang dari Singapura untuk urusan visa kemarin, kami sempat makan bersama dengan keluarga. Kemudian belanja keperluan rumah dari sabun sampai makanan.

Saya pun mencuci pakaian kotor hasil traveling, alhamdulillah ada dobi atau loundry coin yang mempercepat kerja. Kembali packing dan mengecek barang-barang dan segala keperluan selama disana.

Kemudian memasang tanda nama di koper kami masing-masing.

Waktu membeli kain ihram dulu saya cuci memakai soflan. Dan wanginya masih bertahan. Karena umrah tidak boleh ada wangi-wangian saya pun mencuci kembali tanpa sabun semua kain ihram suami. Untuk menghilangkan keraguan saja.


Alhamdulillah semua selesai sebelum tengah malam.

Tanggal 1 September 2016, H-1, adalah hari terakhir saya meyiapkan segala keperluan.
Pagi-pagi saya panggil mbak Atik untuk urut badan. Selain badan terasa capek, juga saya ingin ketika pergi, badan lebih fresh. Alhamdulillah kini saya pun sudah bersih dan dapat ibadah dengan tenang mulai besok.

Saya pesan taxi untuk mengantar kami ke Changi. Dan appoitment pukul 10 pagi besok, dia akan datang menjemput kami. Pesawat kami ke Jeddah jam 5 sore dari Changi. Pergi awal lebih baik itu yang selalu kami terapkan. . Weni menawarkan diri untuk mengantar kami ke Changi. Saya menolak karena kasihan dia lagi hamil besar tinggal tunggu masa melahirkan. Nanti dia kecapaian. Saya doakan semoga kelahirannya lancar dan selamat ya Wen.

Untuk anak-anak di rumah saya tak banyak persiapan. Hanya doa kiriman bu Nafiah ini saya lantunkan buat mereka.

0B0FAF56-86FE-4BB4-9169-7A0F43575BFB

Nasib baik zaman sudah maju, telephone pun sudah pintar, jadi bisa berhubungan setiap hari, setiap jam. Atau kapanpun. Dengan whaatsApp atau video call.

Meninggalkan anak- anak dan membekalinya untuk pergi ibadah, saya tidak takut dan tidak ragu. Saya yakin Allah telah menjamin untuk menjaga keselamatan mereka dan keluarga yang ditinggalkan. Apalagi Neng adik saya ada, dan kalau kangen pun mereka bisa langsung menghubungi saya. Cuma diberikan pengertian ibu dan bapak kadang tidak bisa diganggu pada waktu- waktu tertentu.

Saya berencana tidak membeli nomor di Saudi Arabia tetapi memakai perkhidmatan pass internat roaming data dari MAXIS. Karena akan susah kalau sampai disana kita kalang kabut mencari nomor baru yang belum tentu pandai menggunakannya atau kalang kabut mojok mencari wifi. Jadi itu salah satu persiapan yang utama. Bahkan suami sengaja membeli handphone baru untuk Firda dan Fahima agar mudah dihubungi. Doakan ibu bapak ya, kalian pun akan ibu doakan disana.

Fahima mempunyai doa khusus buat saya.. semoga ibu kurus katanya karena nanti akan keliling kabah 7 kali disana kemudian akan pergi bolak-balik dari bukit shafa ke Marwah sebanyak 7 kali. Juga. Aamiin …

Saya tak sempat pamitan dengan teman-teman suami di kantor karena waktu yang singkat. Orang sini biasa mengadakan walimatus safar, walaupun bukan wajib tapi kebiasaan yang bagus juga daripada kita keliling untuk berpamitan. Tentunya kalau mampu. Saya tak sempat.

Tapi menjelang sore saya dapat telephone dari ibu Ida bahwa rombongan dosen Indonesia akan datang. Buat doa bersama. Saya standby saja di rumah, mereka akan membawa makanan sendiri-sendiri. Datang juga Pak Saeful dan istri dari persatuan Minang.

Saya terharu selain doa mereka panjatkan. Mereka yuran buat memberi “sangu” , katanya buat jajan-jajan disana.

Ya Allah baiknya… Terimakasih banyak semua.

Semoga Allah balas kebaikan kalian semua . Aamiin. Sayangnya saya tak sempat mendokumentasikan kunjungan mereka. Ini ada foto mereka waktu perpisahan bu Nafiah.

8BE098B7-E353-4D3E-B7E5-A8CDE125CB64

Pada saat itu juga KJRI mengundang kami untuk doa bersama dan pelepasan haji dari Johor Bahru.

Di acara pengajian itu kami berempat ditanya pak Konsul bagaimana kronologi mendapatkan visa. Ini karena baru pertama kali terjadi pengajuan visa silang negara.. Satu- satu kami cerita dari awal sampai akhir. Tapi tidak sepanjang yang saya ceritakan disini. Ha ha.

Bisa gak pulang-pulang nanti jemaah yang di KJRI apalagi kalau sampai seperti drama korea ada adegan menangisnya.

Tapi saat itu ada adegan menangis lho. Bukan saya, malah Maya dan Pak Tohari. Ini sebuah kisah inspiratif. Kalau saya bercerita tentang perjalanan haji saya, kisah ini tidak pernah absen dari episode saya.

Semenjak KJRI Johor memberi lampu hijau untuk menunaikan haji bagi para staff 2 tahun lalu . Mulai ada inisiatif mengadakan tabungan haji agar staff yang lain bisa terpacu pergi seperti staff yang sudah pertama kali pergi dengan memotong sekian ringgit dari gaji. Awalnya tidak apa-apa, lama kelamaan terasa berat kalau dipotong gaji, serasa tak cukup untuk memenuhi target. Akhirnya Maya dan Pak Tohari memutuskan berhenti ikut tabungan ramai-ramai ini. Tapi keinginan haji sangat kuat dan kalau tidak menabung kapan akan perginya bukan? Kalau merasa tidak cukup saja itu bukan alasan. Akhirnya mereka menabung sendiri dengan kolektor uang 20 ringgit. Bukan 20 tinggit sehari tetapi setiap jumpa uang 20 ringgit harus masuk tabungan.

Gampang-gampang susah tetapi hasilnya luar biasa. Masalahnya ini konsekwensi, kalau kita mengambil uang di ATM 200 ringgit misalnya, dan yang keluar 20 ringgitan berarti harus masuk tabung semua. Bahkan kalau dihitung-hitung, tabungan 20 ringgit ini bisa melebihi gaji yang dipotong bulanan untuk nabung haji tadi. Ditambah teman-teman Maya yang begitu tahu Maya kolektor 20 ringgit, secara tidak sengaja kalau mereka mendapatkan uang 20 ringgit jadi teringat Maya dan diberikan kepada Maya. Hebat kan? Itulah Niat dibarengi dengan usaha inshaa Allah akan dipermudah Allah. Yang penting istiqomah. Jangan berputus asa. Dan satu lagi adalah ikhlas. Semuanya karena Allah.

Alhasil dalam 2 tahun Maya dan Pak Tohari bisa mencukupi ongkos naik haji, lebih malah. Dapat dibayangkan hasil menabung ini akan hangus kalau kami tidak mendapat visa. Tapi itu dia semuanya kembalikan kepada Allah. Allah tahu isi hati kita masing-masing. Allah yang berkehendak. Man Jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Sekarang saya pun jadi pengikut Maya untuk menabung uang 20 ringgit. Sebagian sudah diberikan untuk Firda les mobil, untuk buat lemari dan nanti kami berniat mau umrah. Inshaa Allah. aamiin semoga Allah permudah.

Kami pun pulang ke rumah lebih awal walaupun ada acara makan-makan. Kami pamit karena bagaimana pun badan minta jatah untuk istirahat. Inshaa Allah ketemu sampai besok.

2 September 2016. Hari yang dinanti-nanti, akhirnya kami harus pergi. Pergi untuk berkumjung ke rumah Allah. Doakan selamat dijalan ya. Menunggu taxi datang, saya terlupa menyiapkan qurban anak-anak di Tasik, lalu kami mengirim uang ke abang saya di Tasik. Menurut sebagian ulama, jemah haji tidak disyariatkan berqurban. Seperti dikutip disini :

Jama’ah haji tidak ada berkurban bagi mereka, akan tetapi mereka menyembelih hady (sembelihan haji), oleh karenanya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidak berkurban pada haji wada’ akan tetapi ia menyembelih sembelihan haji. Akan tetapi jika orang yang berhaji berangkat sendirian, dan meninggalkan keluarganya di rumah, maka ia (sebaiknya) meninggalkan sejumlah uang yang bisa digunakan untuk berkurban sama keluarganya. Ia menyembelih sembelihan haji, dan keluarganya berkurban; karena berkurban disyari’atkan di daerah, sedangkan di Makkah adalah hady (sembelihan haji)”. (al Liqa’ asy Syahri).

Tapi nanti ada pembahasan ustaz mengenai ini.

Student suami datang mau melepas kami pergi. Juga weni dan Iyan datang lagi ..
Terimakasih semua.. Tolong lihat- lihat Firda dan Fahima juga Quena dan Neng ya..

Byeeee, doakan kami yaaaa! Bismilahimajreha walmursaha. Lahaola wallaquata illa billah.

My Notes 8: Ya Allah kami datang..

Tanggal 2 September 2016, hari bersejarah buat kami. Karena itu, kami tak ingin hari berlalu begitu saja tanpa makna. Perjalanan haji kami sangat singkat tidak seperti haji- haji yang lain . 20 hari saja dihitung dengan perjalanan pulang dan pergi. Karena wajib haji paling 1 mingguan. Arafah satu hari, Mina 3 hari dan mabit pun kami tidak sampai menginap tapi bermalam saja. Menginap dan bermalam lain. Menginap tidur disana bermalam menunggu waktu berakhirnya tengah malam.

Haji kami haji tamattu. Haji Tamattu’ adalah mendahulukan umrah dari ibadah haji. Yaitu memakai ihram dari miqat dengan niat umrah pada musim haji, setelah tahallul, memakai ihram lagi dengan niat haji pada hari Tarawiah (8 Zulhijah). Bagi yang melaksanakan haji Tamattuk diwajibkan membayar dam. Dam nya berupa jenis hewan Qurban.

Awal niat dari rumah melakukan safar, melakukan sholat sunat safar 2 rokaat dan memanjatkan doa safar ketika dikendaraan. Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar…

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ
Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun. Allahumma innaa nas’aluka safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli

(Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)

Perasaan saya saat ini memang tidak bisa dipungkiri, rasanya seperti mimpi. Kalau pergi haji di kampung halaman, mungkin akan terasa aura hajinya, berdo’a bersama di dalam bis atau pesawat, ada pembimbingnya. Kami hanya berdua, bermodalkan buku-buku do’a, yang senantiasa ada di gemgaman. Karena do’a-do’a itu semua belum kami hapal. Yang kami tahu hanya do’a-do’a praktis saja tapi kali ini do’a yang panjang-panjang.

Bu Nafiah dan Bu Nisa menyarankan supaya berdo’a pakai bahasa sendiri tidak apa, asal kita paham maksudnya, dan sesuai keadaannya, tentu itu lebih bagus. Maksud sesuai keadaan misalnya kita mau makan jangan do’anya mau tidur. Begitu. Kadang saya skip bahasa Arabnya saya baca artinya. Itu membuat hati saya lebih khusyuk. Ya Allah Engkau paham kelemahan saya. Maka kelemahan saya ini jadikanlah ibadah saya menjadi sempurna.

Alhamdulillah perjalanan ke Airport Changi berjalan lancar. Di imigrasi pun lancar, sedikit antri dan tak lama walau mobil terlihat banyak. Kerja cepat dari para petugas imigrasi perbatasan ini.

Maya sudah di reshcedul tiketnya Singapore-Jeddah, alhamdulillah masih ada kursi, Tapi tiket pulangnya Jeddah-Singapore belum dapat, nanti katanya menyusul dikabari yang penting sekarang mereka disuruh pergi dulu. Alhamdulillah mamanya sudah datang dari Jakarta melalui Batam. Semua dilancarkan. Tak sempat berlama-lama dengan mamanya mudah-mudahan teteh dan de Al anak-anaknya Maya dapat beradaptasi cepat dengan neneknya. Untungnya Maya juga punya sahabat-sahabat dari KJRI yang saling menjaga.

Sampai di Changi pukul 11 siang, langsung check in koper-koper besar, kebetulan kounter sudah buka. Mungkin dibuka cepat karena pasti antrian haji akan panjang nanti. Setelah check in aman , walaupun tadi tas tenteng saya sempat dibongkar dilihat isinya apa. Saya bawa sabun lengkap yang khusus umrah itu yang tidak berbau, sikat gigi, obat-obatan , pakaian ganti , handuk, pakaian dalam dan beberapa kue ringan. Air tidak bawa karena tidak boleh kan . Sempat ditanya sabun-sabun kenapa bawa ini, kemudian pas dilihat isinya tidak melebihi 100 ml, masing-masing 50 ml. Saya bilang mau berhaji. Ooo langsung ditutupnya lagi dan dikembalikan semula. Alhamdulillah.

Kami pergi ke lantai atas dan mencari tempat makan disana. Suami tidak jumatan hari ini, karena musafir, nanti akan ja’ma sholat dhuhur dengan ashar.

Siap makan kami menunggu boarding di surau. Dinasehatkan agar memakai baju yang gampang ditukar di pesawat nanti. Karena kami akan mengambil miqat , kalau dari arah jalur Malaysia, Indonesia dan Singapore, miqat Yalamlam yaitu di Qurnul Munazil, Sebuah bukit di sebelah timur 94 km dari Mekah atau lebih kurang setengah jam perjalanan sebelum pesawat mendarat di Jeddah, biasanya pramugari/pramugara akan mengumumkan untuk memulai niat ihram. Jadi para bapak harus sudah memakai kain ihram diatas pesawat. Karena nanti kita sampai di Jeddah akan langsung menuju ke Mekkah.

Saya menyarankan agar suami pakai jubah biar gampang kalau tukar kain ihram..tapi dia memilih pakai kain sarung, didalamnya kain ihram. Ah serasa baru disunat saja ketika saya melihat model dia kaya begini.

Gak boleh berherak sama saya jadi pas difoto begini
Ada juga yang miqat dan berihram di Bandara Jeddah, itu pun sah-sah juga dan sudah disepakati MUI. Begitu pun dengan pak Tohari beliau mengambil berihram di Bandara.

Sambil menunggu boarding saya menulis beberapa pesanan do’a dari saudara dan teman. Semoga Allah kabulkan nanti . Aamiin.

Tak lama menunggu waktu boarding pun telah tiba, baru saya ingat Maya dan Pak Tohari kemana eeeee dia whatsApp saya bertanya saya dimana. Saya bilang sudah boarding , mereka baru makan katanya dan segera menyusul . Bu Dewi pun ada menelpon dan bertanya sudah sampai mana. Saya bilang juga sudah boarding. Beliau pikir saya terjebak macet belum sampai di bandara.

Satu-satu penumpang berdatangan….Maya juga pak Tohari.

Ada satu group dari Surabaya, mereka pergi memakai ONH ++. Memakai seragam putih-putih yang bagus. Membuat saya berdecak kagum ih cantiknya. Tasnya semua seragam, Semoga ibadahnya sebagus bajunya.

Ada dari Jakarta, ada dari Malaysia dan dari Singapore sendiri. Saya baru ngeh mereka yang dari Jakarta dan sebagian dari Singapore ternyata sama-sama program haji lumeg juga. Sadarnya ketika sampai di bandara Jeddah kami disuruh menunggu di tempat yang sama dan akhirnya naik bis sama-sama .

Kami akan mendarat di Airport King Abdulazis Jeddah. Sama dengan jemaah -jemah haji reguler dari berbagai negara.

Saya melihat-lihat pak Osman barangkali ada karena beliau katanya mau ke Bandara. Tadi di tempat tiket tidak ada, barangkali pas mau masuk pesawat. Biasa dari ticketing yang memeriksa boarding pass kami.

Waktu pun berlalu , pak Osman tidak muncul-mumcul juga , masih sakitkah? Semoga beliau baik-baik saja. Aamiin.

Bismillah.. semoga perjalanan
Aman selamat.

Para jemaah dari Malaysia dan Singapore rata- rata ketika naik pesawat mereka sudah memakai kain ihram. Supaya tidak kedinginan di pesawat mereka memakai selimut.

Lumayan lama perjalanan Singapore-Jeddah memakan waktu 9 jam 45 menit. Banyak waktu untuk manasik, memahami doa-doa dan istirahat. Saya pamitan dengan pak Osman karena ditunggu -tunggu tidak ada.

Rupanya pak Osman masih sakit. Sembuhkanlah dia ya Allah.

Di dalam pesawat juga ada film cara-cara manasik haji. Jadi kami pun menghilangkan bosan sering ganti-ganti. Melihat cara manasik di buku dan film, baca buku do’a atau lihat film beneran.

Saya tidak berdekatan duduknya dengan Maya dan Pak Tohari. Kami di tengah mereka di belakang. Sesekali saya pun menengok-nengok ke belakang. Oh adaa ha ha memangnya hilang.

Malah saya bersebelahan dengan satu keluarga dari Jakarta, anaknya cantik sekali. Ibunya rupanya kawan suami tapi kata suami , dia tak kenal suami he he. Dia adalah peragawati semasa sekolah. Anaknya cuma satu. Presenter bola di tv, namanya Fina Pillips.

Sekian lama perjalanan akhirnya pramugari mengumumkan agar bapak- bapak yang mau mengambil miqot Yalamlam segera tukar pakaian. Nanti berdoa sama-sama.

Keterangan waktu miqat di pesawat
Kami berwudu kembali, walaupun masih belum berhadast, supaya lebih segar. sholat sunat ihram 2 rokaat kemudian berniat.

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ‘umrotan wa ahromtu bihaa lillahit ta’alaa
“Sahaja aku mengerjakan umrah dan aku berihram dengannya kerana Allah taala”
Maka mulai detik ini berlakulah larangan ihram bagi kami .
Perkara-perkara yang dilarang pada waktu melakukan ihram berikut dendanya, yaitu :

  • Bagi laki-laki dilarang memakai pakaian jahitan seperti; sarung, kaos dan celana dalam. Jika dilanggar maka wajib membayar dam(memotong satu kambing). Sedangkan bagi wanita diperbolehkan memakai pakaian jahitan.
    • Ibnu Umar r.a. berkata seorang sahabat telah bertanya (kepada Nabi Saw.), ”Wahai utusan Allah, pakaian apa yang boleh dikenakan bagi orang yang berihram?” Jawab beliau, ”Tidak boleh mengenakan baju, sorban, celana topi dan khuf (sarung kaki yang terbuat dari kulit), kecuali seseorang yang tidak mendapatkan sandal, maka pakailah khuf, namun hendaklah ia memotongnya dari bawah dua mata kakinya; dan janganlah kamu mengenakan pakaian yang dicelup dengan pewarna atau warna merah.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari III:401 no:1542, Muslim II:834 no:1177, ’Aunul Ma’bud V:269 no:1806, dan Nasa’i V:129).
    • Dan diberi keringanan bagi orang yang tidak memiliki kecuali celana panjang dan khuf agar mengenakan keduanya tanpa harus memotong. Ini didasarkan pada hadits dari Ibnu Abbas r.a. bertutur, saya pernah mendengar Nabi saw. berkhutbah di ’Arafah, ”Barangsiapa yang tidak mendapatkan sandal, maka pakailah khuf; dan barangsiapa yang tidak mendapatkan kain panjang maka pakailah celana [beliau mengucapkan hal ini untuk orang yang berihram].” (Bukhari wa Muslim: Fathul Bari IV:57 no:1841, Nasa’i V:132, Muslim II:835 no:1178, Tirmidzi II:165 no:835, dan ‘Aunul Ma’bud V:275 no:1812).
  • Bagi laki-laki dilarang menutup kepala. Jika dilanggar maka wajib membayar dam(memotong satu kambing) kecuali apabila lupa / tidak, Bagi setiap laki – laki tidak boleh memakai sepatu yang sampai menutupi mata kakinya.
    • Hal ini mengacu kepada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a., ”Tidak boleh memakai baju dan tidak (pula) sorban.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no:1012).
    • Namun boleh berteduh di bawah kemah dan semisalnya, karena dalam hadits riwayat Jabir ra yang telah dimuat dalam beberapa halaman sebelumnya bahwa Nabi saw. menyuruh (seorang sahabat) menyediakan kemah, lalu dipasanglah kemah untuk beliau di Namirah, kemudian beliau singgah di dalamnya).
  • Bagi wanita dilarang menutup wajah, tidak boleh memakai kaos tangan dan tidak boleh membuka tutup kepala baik sebagian atau seluruhnya sengaja atau dipaksa.
    • Dari Ibnu Umar r.a. bahwa Nabi Muhammad bersabda, ”Janganlah seorang perempuan yang berihram mengenakan cadar dan jangan (pula) menggunakan kaos tangan.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no:1022, Fathul Bari IV:52 no:1838, ’Aunul Ma’bud V:271 no:1808, Nasa’i V:133, dan Tirmidzi II:164 no:834).
    • Namun boleh bagi perempuan menutup wajahnya bila ada sejumlah laki-laki yang lewat di dekatnya.
    • Dari Hisyam bin ‘Urwah dari Fathimah binti al-Mundzir bahwa ia pernah bertutur, “Kami pernah menutup wajah kami sewaktu kami berihram, dan kami bersama Asma’ binti Abu Bakar Ash-Shiddiq.” (Shahih: Urwa-ul Ghalil no:1023, Muwattha’ Imam Malik hal.224 no:724, dan Mustadrak Hakim I:454).
  • Dilarang menghilangkan rambut apapun yang ada dibadan/tubuh dengan cara apapun juga. Jika dilanggar maka wajib membayar dam (memotong satu kambing) kecuali rambut yang dihilangkan kurang dari tiga helai, maka satu helai rambut dendanya satu mud ( 6 ons / 3/4 liter ) makanan pokok ( gandum/beras/jagung dll.) dan dua helai rambut dendanya 2 mud ( 12 ons / 1,2 kg ) makanan pokok ( gandum / beras / jagung dll.).
  • Dilarang memotong kuku, jika dilanggar maka wajib membayar dam(menyembelih satu kambing) kecuali kuku yang dipotong kurang dari dua jari, kalau yang dipotong satu kuku maka dendanya satu mud ( 6 ons / 3/4 liter ) makanan pokok ( gandum/beras/jagung dll.) dan jika dua kuku maka dendanya 2 mud (12 ons/1,2 kg ) makanan pokok ( gandum / beras / jagung dll.).
    • Allah SWT berfirman, “…Dan janganlah kamu mencukur rambutmu, sebelum binatang hadyu sampai di lokasi penyembelihannya….” (Al-Baqarah:196).
    • Di samping itu, para ‘ulama sepakat atas haramnya memotong kuku bagi orang yang sedang berihram. (al-Ijma’ oleh Ibnul Mundzir hal. 57).
    • Boleh saja menghilangkan rambut bagi orang yang merasa terganggu dengan adanya rambut tersebut, namun ia harus membayar fidyah, Allah SWT menegaskan, “… Jika ada diantar kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya bayar fidyah, yaitu berpuasa atau berhadaqah atau berkorban….” (Al-Baqarah:196).
    • Dari Ka’ab bin ’Ujrah r.a. bahwa Nabi saw. melewatinya ketika ia berada di daerah Hudaibiyah sebelum masuk Mekkah dan ia sedang berihram ketika menyalakan api di bawah kualinya, sementara kutunya berkeliaran di wajahnya, lalu beliau bertanya, ”Apakah kutumu ini mengganggumu?” Jawabnya, ”Ya, (menggangu),” Sabda beliau (lagi), ”Maka cukurlah rambutmu dan berilah makan tiga sha’ makanan (yang dibagi bagi) antara enam orang miskin, atau berpuasalah tiga hari atau berkurban seekor binatang kurban!” (Muttafaqun ’alaih: Muslim II”861 no:83 dan 1201 dan lafadz ini baginya, Fathul Bari IV:12 no:1814 ’Aunul Ma’bud V:309 no:1739, Nasa’i V:194, Tirmidzi II:214 no:960 dan Ibnu Majah II:1028 no:3079).
  • Dilarang memakai wangi-wangian, jika dilanggar maka wajib membayar dam(menyembelih satu kambing) atau puasa tiga hari berturut-turut atau shodaqoh makanan pokok tiga sho’ ( + 72 ons / 7,2 kg ) untuk enam orang miskin.
    • Berdasarkan hadits Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a., “Dan, janganlah kamu mengenakan pakaian yang dicelup dengan ra’faran (kumkuka) atau dengan waras (sebangsa celupan berwarna merah).” (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari III:401 no: 1542, Muslim II:834 no: 117, ‘Aunul Ma’bud V:269 no:1806, dan Nasa’i V:129)
    • Dan, sabda Rasulullah saw. tentang seorang yang berihram yang terlempar dari atas untanya hingga wafat, ”Janganlah kalian memulurinya (dengan balsam) agar tetap awet dan jangan (pula) menutup kepalanya; karena sesungguhnya dia akan dibangkitkan pada hari kiamat (kelak) dalam keadaan membaca talbiyah.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari III:135 no:265, Muslim II:865 no:1206, ’Aunul Ma’bud IX:63 no:3222-3223, dan Nasa’i V:196).
  • Dilarang memakai minyak rambut atau jenggot, jika dilanggar maka wajib membayar dam (menyembelih satu kambing ) atau puasa tiga hari berturut-turut atau shodaqoh makanan pokok tiga sho’ ( + 72 ons / 7,2 kg ) untuk enam orang miskin.
  • Dilarang mengganggu, memburu atau membunuh binatang, jika dilanggar sampai membunuh maka wajib membayar fidyahmenyembelih hewan seukur dengan nilai binatang yang dibunuhnya atau shodaqoh makanan pokok ( gandum / beras / jagung dll.) kepada 6 orang minkin dengan masing diberi 12 0ns ( setengah sho’ ) atau puasa tiga hari berturut-turut.
    • Allah SWT berfirman, “Dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat selama kamu dalam keadaan ihram.” (Al-Ma-idah:96).
    • Di samping itu, ada sabda Nabi saw, yaitu tatkala beliau ditanya oleh para sahabat yang sedang berihram perihal seekor keledai betina yang ditangkap dan disembelih oleh Ibu Qatadah yang tidak ikut berihram. Maka jawab beliau, “Adakah seorang di antara kamu sekalian yang menyuruh dia (Abu Qatadah) agar menangkapnya, atau memberi isyarat ke tempat binatang itu?” Maka jawab mereka, “Tidak ada.” Sabda beliau (lagi), “Maka makanlah!” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari V:28 no:1824, Muslim II:853 no:60 dan 1196, Nasa’i V:186 sema’na).
  • Dilarang memotong / mencabut tanaman di tanah haram, jika dilanggar maka wajib membayar dam(memotong satu kambing ) dan jika tanaman yang di potong itu besar maka dendanya memotong satu sapi atau yang setingkat.
  • Dilarang mengumpuli isterinya (bersenggama), jika dilanggar maka dikenai denda menyembelih satu unta, hajinya tidak sah dan wajib meneruskan amal hajinya sampai paripurna serta wajib pergi haji lagi ditahun berikutnya.
    Dilarang melakukan perbuatan-perbuatan yang mengarah kepada jima’ (kumpul isteri), seperti menempel isteri dengan sahwat, ciuman, cubit2an dll., jika dilanggar maka wajib membayar dam ( menyembelih satu kambing ) dan hajinya tetap sah.
  • Dilarang melakukan akad-nikah atau menikahkan orang lain, jika dilanggar maka tidak ada fidyah,denda/sangsinya, tetapi akadnya tidak sah. Berdasarkan hadits Utsman dari Usman r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, ”Orang yang berihram tidak boleh menikahi, tidak boleh dinikahi, dan tidak boleh melamar.” (Shahih: Mukhtashar Muslim no:814, Muslim II:1030 no:1409, ’Aunul Ma’bud V:296 no:1825, Tirmidzi II:167 no:842, dan Nasa’i V:192).
  • Dilarang melakukan caci-maki atau mengucapkan kata-kata kotor.
    Itu semua ada didalam catatan saya selalu.
    Setelah berniat, mulailah kami melantunkan talbiah.
    لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ
    Labbaikallaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, innal hamda wanni’mata laka wal mulka laa syariika laka.

Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat hanyalah milik-Mu, juga semua kerajaan, tidak ada sekutu bagi-Mu.

Talbiyah itu hukumnya sunat. Seandainya seseorang meninggalkannya, ibadah haji dan umrahnya tetap sah, tidak ada apa-apa atas dirinya; tetapi keutamaan yang besar terlewatkan darinya karena tidak mengikuti jejak Rasul saw. Demikian menurut pendapat yang sahih dari mazhab Syafii dan mazhab mayoritas yang lain.

Pukul 20.45 waktu Jeddah atau 00.45 dini hari waktu Malaysia kami sampai di Jeddah. Alhamdulillah….

Keluar dari pesawat sudah terasa hawa panasnya padahal hari sudah menjelang malam.

Begitu sampai saya mencoba menghubungi pak Ivan, pak Ivan bilang tunggu saja nanti ada petugas datang yang akan mengantar ke imigrasi.

Kami menunggu agak lama jadi memutuskan untuk sholat magrib ja’ma dengan Isya.

Maya mengeluarkan baju, dia mau mandi. Saya bilang sempat tidak Maya mandi orang kamar mandinya tidak ada cuma toilet aja. Kata Nei (kawan Maya ) yang 2 tahun lalu naik haji boleh mandi di Jeddah. Saya nanti saja May kata saya antrian panjang. Akhirnya Maya pun tidak jadi mandi jadinya hanya bertukar pakaian sambil berwudhu.

Kurang lebih 2 jam kami menunggu panggilan, akhirnya mengantri lagi di bagian pemeriksaan pasport. Waah ternyata ramai orang dibawah sana mengantri cop paspor.

2DCDD894-2C3A-4EEA-AA0F-89CE153442BC
Antrian di Imigrasi Jeddah

Menunggu antrian disini pun lama juga, kurang lebih 2 jam an . Kasihan pikir saya kalau orang sudah berusia.., akan kah mereka kuat berdiri lama-lama disini? Makanya saya salut sama pasangan-pasangan muda yang berniat haji dikala usia masih segar dan kuat. Disela antrian saya mengobrol dan berkenalan dengan sesama Jemaah. Dari mana… darimana? mereka jawab dari Singapore. Saya pun bilang dari Johor. dekat saja. Tiba tiba ada yang bertanya, “Dari Johor ada yang namanya teh Ai?” ahhhh saya langsung ingat ini pasti Anty anaknya tante Ati dari Bandung. Anty kan? Iya katanya.. Saya Ai sambil ngangkat tangan….aduuh senengnya bisa ketemu disini.

Waktu menanyakan kepada bi Mpet di Bandung, tentang kenalan travel yang bisa mengurus visa haji , bi Mpet jawab sudah pada pergi. Bi Mpet menyarankan supaya mencoba ke Singapore. Di Singapore ada anaknya tante Ati mau naik haji juga dari Singapore. Cobalah tanya, nanti bi Mpet kasih nomornya. Waktu itu saya berpikir tidak mungkin jadi tidak diingat. Naah sekarang ketemu disini, Mungkin bi Mpet juga cerita tentang saya ke Anty, dan memang betul, buktinya tadi dia nanya-nanya saya. Alhamdulillah…

Akhirnya paspor saya siap di cop, lalu kami mencari bagasi kami. Bingung mencari bagasi karena tidak keluar seperti kalau kita naik pesawat biasa berdasarkan kedatangan, ini koper-koper sudah ada begitu saja didepan petugas imigrasi. Makanya betul kata orang, kita bawa koper tandakan yang aneh-aneh biar gampang diingat dan dikenali. Alhamdulillah koper kami si coklat bertali kuning dan berpita kuning, ada nama Terry Terikoh dan Hadi Nur hampir setengah koper besarnya dapat langsung ditemui.

B31BE2B7-80A4-4C4E-9F5E-C47813D3DAC5
Bagasi, harus pandai- pandai cari koper sendiriaption

Mau keluar masih harus melewati petugas imigrasi lagi. Yaitu pemeriksaan beacukai dan dan loket kementrian haji. Mereka banyak menempelkan macam macam stiker di paspor. Saya tidak tahu untuk apa karena pakai bahasa Arab. Sampai di Luar ada petugas dari haji Luneg mengumpulkan kami, lalu mengambil paspor kami kembali selanjutnya akan diserahkan ke Muassasah Haji asia Tenggara untuk menjalani proses pengaturan pengantaran ke Mekkah melalui asosiasi Perusahaan angkutan resmi (Naqobah) dan bagasi kami mereka kumpulkan.

Kami tetap disuruh menunggu karena untuk naik bis harus cukup orang 45 seat. Masih banyak lagi jemaah Luneg yang akan datang hari ini tapi jam kedatangan berbeda- beda jadi di suruh tunggu. Karena aturan transportasi haji hanya membolehkan perusahaan bis yang masuk dalam asosiasi pengangkutan haji yang dapat mengangkut jemaah haji, mobil kapasitas kecil dan mobil pribadi dilarang keras untuk mengangkut penumpang terlebih lagi memasuki kota Mekkah.

Sambil menunggu saya dan Anty tidak lupa mengabadikan pertemuan kami.

3 September 2016 . Masih tetap menunggu dengan mengisi waktu membaca talbiah dan berdzikir, atau membaca panduan-panduan manasik haji. Sudah dibaca berkali-kali tapi tak hapal-hapal harus melihat lagi. Duh soalnya belum terbayang.

Karena sudah larut malam, perut kami mulai minta diisi, ada 2 toko yang buka disana menyediakan minuman panas, dingin, gorengan ayam , kentang dan lain lain. Hebatnya banyak sekali di jual pop mie dan indomie cup. Saya dan suami membeli indomie cup dan teh panas. Ketika sedang makan nampak seseorang yang saya kenal tapi belum pernah ketemu muncul menghampiri para staff protokol Luneg.. Dia yang banyak menolong saya selama ini. Saya bilang ke suami, kita samperin yuk. Dan kami menghapirinya, “Assalamualaikum pak Ivan?” Dia kaget dan langsung menebak ah… bapak dan ibu dari Johor. Bu Terry? Waalaikumsalam. Iya pak jawab saya. Kami sangat senang berjumpa beliau juga Dengan beliau.

Masya Allah bu , saya selalu merinding kalau melihat perjuangan ibu dan bapak, .katanya

Kami mengucapkan beribu terimakasih, semoga Allah membalas kebaikan pak Ivan ya. Sempat ngobrol sebentar . Karena beliau sibuk kami pun berpamitan melanjutkan makan. Sampai nanti ya.

Rupanya diluar ada banyak toilet dan kamar mandi, bersih lagi dan airnya kencang. Ada tempat sholat juga tapi bukan surau, seperti hall besar dikasih karpet dan dihalangi tirai.Banyak orang tadarus disana ada yang tidur juga. Aaahhh mungkin disini yang di bilang Nei ke Maya untuk mandi dan lain-lain.

Kami bersih-bersih di sini sambil menunggu sholat subuh tiba. Lama ya menunggu..tapi Alhamdulillah Allah bagi kami semua kesabaran.


Penampakan paspor kami seperti beginilah, dan paspor ini dipegang terus oleh pihak Muassasah Asia Tenggara dan diserahkan ke supir bis dan di kembalikan ke muassasah sampai kami meninggalkan Mekkah nanti.

A5823D36-118D-4467-93D4-CB1FE7DE8921
Paspor penuh tampalan dipegang muasasah

Alhamdulillah menjelang pagi Jemaah sudah mencukupi untuk beberapa bis. kami segera mengantri menuju bis.

Jarak Jeddah ke Mekkah adalah 87 km atau 54 miles kira kira 1 jam lebih lah. Kami berangkat ke Mekkah menuju Maktab 113 lalu menuju penginapan . Sepanjang jalan kami bertalbiah semua, rasa terharu kembali memuncak. tak terasa air mata mulai menetes..ah cengeng tapi keadaan ini tidak bisa dikawal.

Sampailah kami di pintu gerbang Mekkah.

اَللهُمَّ هذَاحَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْ لَحْمِىْ وَدَمِىْ وَشَعْرِىْ وَبَشَرِىْ عَلَى النَّارِ وَاَمِنِّىْ مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْلِيَائِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ

ALLAAHUMMA HAAZAA HAROOMUKA WA AMNUKA FAHARRIM LAHMII WA DAMII WASYA’RII WABASYARII ‘ALANNAARI WA AAMINNII MIN ‘AZAABIKA YAUMA TAB’ATSU ‘IBAADAKA WAJ’ALNII MIN AULIYAA IKA WA AHLI THOO ‘ATIKA
Artinya :
Ya Allah, kota ini adalah Tanah Haram-Mu dan tempat yang aman-Mu, maka hindarkanlah daging, darang, rambut dan kulitku dari neraka. Dan selamatkanlah diriku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali hamba-Mu, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yanag selalu dekat dan taat kepada-Mu.

A5E87A57-F066-47E7-B0F1-5D06FFA8E85C
Pintu gerbang Mekkah

Petugas protokol Luneg turun di maktab 113 untuk menyerahkan paspor, kami menunggu di bis. Dan nanti kami mendapat kartu pengenal untuk di bawa selalu kemana pergi serta stiker gelang yang tahan air, tidak boleh dibuka sampai ibadah haji selesai. kami sempat gambar vannya saja. gedung seperti ruko biasa.

56421130-9B0B-465C-8280-41F3DFF57B8B

Perjalanan menuju hotel, pemandangan yang kami lihat kota ini gersang dan berbatu. Bangunan-bangunan yang dibangun diantara batu-batu yang kokoh. nampaknya struktur bangunan pun mengikuti keadaan tanahnya.

FD2C0342-551E-460A-98CA-B051004AAF2D-300x225
Arah jalan lauan kendaraan menuju hotel

Sampailah kami di hotel dalam pukul 10 pagi. Di hotel disambut syeikh Luthfi Saqqa. Beliau orang Arab yang pandai berbahasa Indonesia karena istrinya orang Cirebon. Beliau adalah ketua Maktab 113. Disambut dengan minuman jus buah-buahan dan kue khas Arab kue Balakwa. Biasanya saya kurang suka kue Arab karena manis tapi yang disuguhi ini enak sekali. Sampai bertanya dimana beli saya mau beli buat oleh-oleh untuk ibu Nisa yang baik hati. Ah pertama yang diingat ibu Nisa.

C01CB35A-614E-4265-91C2-7EA39122C5F2-e1521209562688
Syeik Lutfi bertopi sorban

Kami menginap di hotel Melati berjarak kurang lebih 800 m dari Masjidil Haram. Kalau berjalan kaki biasanya antara 15 menit-20 menit. Nama hotelnya Al Daire Al Touba, Al Hijrah Street, Dist Misfalah.

E1573E4E-1817-4708-BF6F-BEFA54633903
Hotel di Mekkah

Setelah selesai ramah tamah dan koper-koper kami datang, kami menuju kamar masing-masing. Saya sekamar sama Maya, dan suami sekamar sama pak Tohari. Ada 2 orang teman sekamar kami tapi belum datang. Setiap kamar dihuni 4 jemaah. Alhamdulillah…istirahat sejenak. Karena tadi diarahkan pukul 12 tengah malam jemaah akan melakukan umrah haji tamattu. yang dipimpin oleh seorang mutawif. Oh ya sebelumnya panitia membagikan satu kantong khas haji Luneg, ada kain mufla hitam kuning, mukena buat permpuan, kain ihram buat laki- laki dan buku manasik haji.

995A51BE-497B-49FE-80CF-EBDA7BCF4B13
Cendera mata dari Haji Luneg
C824B06D-7783-4EDF-86B5-CB4C5166A98B-e1521210053110
Daftar nomor kamar hotel

My Notes 9: Mekkah Al Mukaramah

3 September 2016. Pukul 10 pagi sampai di Hotel Mekkah. Perasaan apa yang dirasai ketika saya berada di Mekkah? Perasaan teramat istimewa. Haru campur senang. Karena kota Mekkah adalah salah satu kota setelah itu kota Madinah yang distimewakan Allah. Bersyukur pada Allah diberi kesempatan mengunjungi tanah ini, terbayang kota ini menjadi saksi perjuangan para nabi dalam menegakkan agama Allah.

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa menginkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam (QS. Ali ‘Imran: 96,97)

Beberapa keistimewaan Kota Mekkah :

  • Terdapat sebuah bangunan berbentuk kubus yang dimuliakan Allah yaitu Ka’bah, yang juga merupakan tempat tumpuan kiblat seluruh umat manusia.
  • Makkah sering sekali di sebut di dalam Al-Qur’an dengan berbagai istilah diantaranya; Bakkah (lembah air mata), Ummul Qura (perkampungan tua), Al-Balad (negeri), Al-Balad al-Amin (negeri yang aman), Al-Baddah (negeri), Haram Amin (tanah suci yang aman), Wad Ghairu Dzi Zar’in (lembah yang gersang) Ma’ad (tempat kembali), Qaryah (negeri/kampung), al-Masjid al-Haram dan lain-lain.
  • Tempat di bangunnya rumah Allah (Baitullah) pertama kali.
    Makkah merupakan kota kelahiran Nabi Muhammad saw sebagai Nabi terakhir.
  • Tempat pertemuan Adam dan Hawa, setelah dikeluarkan dari syurga karena melanggar larangan Allah, mereka berdua hidup mengembara selama 200 tahun sehingga Allah mempertemukan mereka kembali di Jabal Rahmah, Arafah.
  • Tempat beribadah seluruh kaum muslimin serta adanya kewajiban menjalankan ibadah Haji bagi setiap muslim yang mampu.
  • Tempat yang tidak boleh seorangpun masuk ke dalamnya kecuali dengan kerendahan hati, khusyuk dan meninggalkan segala bentuk pakaian dan perhiasan dunia.
  • Tempat yang dijadikan Allah sebagai tanah suci yang aman, yang tidak boleh ada pertumpahan darah di sana.
  • Tempat yang dimaksudkan untuk menghapus dosa-dosa masa lalu.
  • Tempat yang Allah mensyariatkan kepada manusia untuk berthawaf di Ka’bah.
  • Tempat yang tidak ada sejengkal bumi pun yang Allah wajibkan hamba-hamba-Nya untuk menghadap dan melambaikan tangan, kecuali kepada Ka’bah, Hajarul Aswad, Rukun Yamani yang adanya di kota Makkah.
  • Tempat yang tidak ada di muka bumi ini suatu masjid pun, yang memiliki keistimewaan bagi siapa saja yang shalat di dalamnya maka pahalanya akan dilipatgandakan 100.000 kali.
  • Tempat yang dilarang oleh Allah untuk menghadap atau membelakanginya pada waktu buang hajat.
  • Tempat yang Allah memberikan balasan bagi siapa saja yang berniat jahat, walaupun belum melakukannya. Dan barang siapa yang melakukan kejahatan, balasannya akan dilipatgandakan. karena melakukan kejahatan di tanah suci, lebih besar dosanya dibandingkan di tempat-tempat lain.
  • Tempat-tempat yang mustajab bagi orang-orang yang berdoa di sana, misalnya di Hajar Aswad, di Rukun Yamani, di makam Ibrahim, di Hijir Ismail, di telaga Zamzam, di Arafah saat berwukuf dan lain-lain.
  • Tempat di mana Allah pernah bersumpah atas nama negeri Mekkah seperti dituturkan-Nya dalam surah At-Tiin, kalau tidak karena istimewanya Mekkah, Allah tentu tidak perlu mengangkat sumpah atas nama negeri yang sarat dengan sejarah itu.
  • Tempat adanya telaga zam-zam yang luar biasa.
  • Tempat dimana dilarangnya orang-orang kafir termasuk dajjal untuk memasukinya, Alhamdulillah, Kerajaan Arab Saudi, di gerbang tol masuk kota Mekkah (dan Madinah) sudah membuat maklumat, The Moslem Only atau Lil Muslim Faqath (hanya untuk muslim);
  • Kota yang senatiasa dijaga para malaikat.

[Sumber dikutip dari : Majalah Noor edisi No. 12/TH.VI/Desember 2008.]

KAMI BERSIH-BERSIH DULU DI HOTEL, KEMUDIAN MAKAN SIANG, ALHAMDULILLAH, MAKANAN YANG DISEDIAKAN PANITIA CUKUP MENYELERAKAN DAN BERGIZI LENGKAP DENGAN BUAH SEKALI. MINUMAN PUN TERSEDIA LENGKAP DARI PANAS SAMPAI DINGIN.

Setelah itu kami sholat dhuhur di mushola Hotel. Lalu ustaz dari haji Luneg memberi tahu bahwa lepas ashar ada briefing lagi. Soalnya sebagian jemaah haji sudah datang. Kedatangan terakhir full jemaah haji adalah besok tanggal 4 September 2016. Kemudian waktu diisi dengan manasik haji, tatacara umrah dlsb.

Tak sabar ingin berjumpa Ka’bah. Kata bu Nafiah. Ka’bah itu kecil saja. Tidak besar seperti bayangan.

Ka’bah adalah kiblat seluruh kaum muslimin dunia yang menjadi simbol kesatuan mereka dibawah ikatan tauhid dan keimanan kepada Allah swt.

Kakbah (bahasa Arab: الكعبة, transliterasi: Ka’bah) adalah Bait Suci atau tempat beribadah. Bentuk bangunan Ka’bah mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekkah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam) dan merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal-hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti salat. Selain itu merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.

Ketika kembali ke kamar hotel, sudah ada lagi 2 jemaah datang, yaitu mbak Ina Dari Paris dan bu Jeany dari Dubai. Suami mbak Ina adalah Mas Adi beliau bertugas di KBRI Paris dan suami bu Jeani adalah Konjen RI di Dubai. Waah orang penting semuanya… kami berkenalan dan Alhamdulillah baru pertama bertemu sudah merasa cocok.

Waktu pun berjalan sesuai rencana, manasik dan briefing. Sungguh moment ini sangat bermanfaat. Secara real bayangan ibadah itu semakin terbayang di pelupuk mata, semoga kami sehat, Bismillah…

Menjelang tengah malam selepas sholat isya dan makan malam, kami berkumpul di lobby hotel. Lalu panitia membagi kami dalam beberapa kelompok dan dipimpin oleh seorang Mutawif. Mutawif ini kebanyakan para pelajar Indonesia yang belajar di Mekkah dan sekitarnya, tentu saja sudah lama menetap di Arab dan sudah pengalaman membimbing tetamu-tetamu Allah ini. Kami adalah kloter yang ke 6, sejak permulaan adanya Luneg pada tahun 2010.

Dan yang lebih penting Panitia membagikan kartu identitas buat kami semua, pada malam itu, yang harus dibawa kemana kami pergi.

Saya pun mencatat semua nomor panitia terutama nomor muttawif kami saat itu.

75AEF939-925C-4F77-8C09-12905241BDFF-e1521626065432
Daftar Panitia Luneg 2016

Kami bersiap dengan segala perlengkapan asesoris dari panitia, berwudhu dan berniat umrah.

Rukun umrah mudah sahaja, ada 5:

1.Niat 2.Tawaf 3.Saie 4.Bercukur 5.Tertib

1. Niat
نويت العمرة وأحرمت بها لله تعالى
Maksudnya: Sahaja aku berniat umrah dan berihram aku untuk melaksanakannya kerana Allah Ta’ala.

2. Tawaf
Niat tawaf adalah “Aku berniat Tawaf Umrah di Ka’bah ini tujuh keluling kerana Allah Taala”

Syarat sah tawaf:

  • Dilakukan diluar Ka”bah tetapi di dalam Masjidil Haram.
  • Tidak boleh menyentuh mana-mana bahagian Ka”bah semasa tawaf.
  • Tidak boleh menggunakan laluan di bawah pancur emas antara Hijr Ismail dengan
  • Ka’abah (kerana Hijr Ismail juga dikira sebahagian daripada Ka’abah).
  • Laluan tawaf hendaklah bersih dari najis.
  • Dimulai dari belakang hajarul Aswad dan diakhiri dengan melangkah garisan yang sama.
  • Tujuh keliling dengan sempurna dan yakin.
  • Mengirikan Ka”bah atau mengelilingi melawan arah jam.
  • Suci dari hadas kecil (berwuduk) dan hadas besar.
  • Badan suci dari najis.
  • Menutup aurat.

3. Saie
Syarat sah saie:

  • Dilakukan selepas tawaf
  • Tujuan hendaklah semata-mata untuk Saie
  • Dimulai dari bukit Shafa dan tamat di Bukit Marwah.
  • Genap dan sempurna bilangan 7 kali.
  • Dari kaki bukit ke kaki bukit.
  • Perjalanan tidak boleh terputus iaitu seseorang itu tidak boleh melencong keluar melalui satu pintu dan masuk semula dengan pintu lain.

4. Bercukur / Tahallul
Memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai. Afdhal untuk bercukur bagi lelaki. Bagi yang tiada rambut di kepalanya, memadai melalukan pisau di kulit kepala.

Tahallul wanita:

  • Perempuan yang berambut panjang boleh memotong mana-mana bahagian rambutnya asalkan tidak kurang dari 3 helai.
  • Suami boleh menggunting rambut isterinya sebelum menggunting rambutnya sendiri selepas kedua-duanya selesai Sai’e umrah. Tetapi sebaik-baiknya suami menggunting rambutnya dulu.
  • Perempuan haid boleh bertahallul dan rambut yang dipotong dimasukkan saja ke dalam bekas yang disediakan.

5. Tertib
4 SEPTEMBER 2016. TEPAT PUKUL 2 PAGI KAMI KELUAR DARI HOTEL BERJALAN MENUJU MASJIDIL HARAM. JARAK DARI HOTEL KE MASJID ADALAH 800 M SAJA, KATANYA CUMA 15 MENIT. WALAU PUN TENGAH MALAM TAPI SUASANA KOTA MEKKAH RAMAI TERANG BENDERANG. JALANAN DARI HOTEL MENURUN PENUH BEBATUAN., MELEWATI PASAR, ADA BEBERAPA TOKO YANG MASIH BUKA TERUTAMA TOKO MAKANAN.


Sepanjang jalan bertalbiah, Ustaz Sinsin yang menjadi mutawif kami berjalan dihadapan. Kami mengikuti bacaan yang dilantunkan Ustaz. Selama perjalanan saya dan suami tidak lepas berpegangan, takut terpisah nanti. Hati ini mulai berdebar lagi..semoga Allah terima ibadah kami. aamiin.

Dari jauh semakin mendekat yang nampak adalah ZamZam Tower, jadi ustaz mengingatkan kami dari hotel menuju mesjid adalah patokannya lurus dengan Zam Zam Tower. Sampailah dipelataran masjidil Haram. Ya Allah…megahnya mesjid Mu ini, Luas seluas-luasnya pandangan dan suasana pun padat dengan jemaah. Sampai semalam ini mesjid penuh sesak, mesjid yang tidak pernah sepi adalah Mesjidil Haram. Makanya kami rombongan diharuskan memakai baju dengan tanda khas karena biar mutawif dapat mengenali kami. Pelataran sudah termasuk Mesjid juga disarankan membaca doa memasuki masjidil Haram :

doamasukMasjidilHaram

Allaahumma antas salaamu waminkas salaamu wailaika ya’uudus salaamu fahayyinaa rabbanaa bis-salaami wa-adkhilnal jannata daaras salaami tabaarakta rabbanaa wata’aalaita yaa dzal jalaali wal-ikraami. Allaahummaftah lii abwaaba rahmatika. Bismillaahi walhamdu lillaahi wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa rasuulillaahi.

Artinya: “Ya Allah, Engkau sumber keselamatan dan daripada-Mulah datangnya keselamatan dan kepada-Mu kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan, dengan selamat sejahtera dan masukkanlah kami ke dalam surga negeri keselamatan. Maha banyak anugerah-Mu dan Maha Tinggi Engkau wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu (aku masuk masjid ini) dengan nama Allah disertai dengan segala puji bagi Allah serta shalawat dan salam untuk Rasulullah.”

Sebelum masuk ke dalam ustaz memberi peluang kepada jemaah untuk ke toilet atau ada yang terbatal mau berwudhu kembali.

Belum juga mulai umrah, sudah dikejutkan oleh seorang ibu dari jemaah kami yang terpisah dari suaminya. Ibu itu dibawah bimbingan mutawif lain. Panggil saja ibu itu ibu Z. Oleh sebab itu ustaz Sinsin segera mengabari mutawif ibu Z takut nanti dia tercari-cari. Rupanya suami ibu Z sakit dan dia memerlukan kursi roda, jadi ustaz mengusahakan kursi roda untuk suaminya, berarti ibadahnya terpisah karena dengan kursi roda ada kawalan khusus tempatnya nanti. Lalu Ibu Z minta izin mau ke toilet. Kami tunggu lama sekali, jangan-jangan beliau sesat. Ustaz Sinsin menyuruh jemaah wanita 2 orang untuk mencari ibu Z, karena toilet wanita dekat saja dihadapan. Ustaz berpesan, di tanah Haram ini jauhkanlah prasangka buruk, kita sesama jemaah harus saling tolong menolong, ingat mengingati dan lain sebagainya.

Alhamdulillah akhirnya ibu Z ditemui oleh 2 jemaah wanita tadi. Sesat? tidak. Ibu Z hanya duduk dekat toilet menunggu kakinya kering untuk memakai kaos kaki. Ya Allah……apakah ibu Z tidak berpikir, banyak jemaah menuggu beliau untuk segera menunaikan umrah.

Ini satu pelajaran juga kata ustaz, dalam hidup kadang ada orang terlupa, asyik memikirkan diri sendiri tanpa memperdulikan orang lain. Ustaz memperingati ibu Z agar lebih cepat karena bukan beliau saja yang harus dia bimbing ada belasan jemaah sedang menunggu.

Mulailah kami bergerak memasuki ke dalam mesjid. Ibu Z sengaja berbaris di belakang ustaz, takut tercecer lagi. Barisan dirapatkan. Bismillahirohmaanirrohim……

Begitu masuk ke dalam mesjid mata saya mencari-cari mana Ka’bah? oo..ya itu Ka’bah, Rasa haru meremang lagi, ya Allah..ini lah pusat arah kiblat kami, ya tidak begitu besar….saat itu pula saya lantunkan do’a pertama kali melihat Ka’bah.

اَللهُمَّ زِدْ هذَاالْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَمَهَابَةً. وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَعَظَّمَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِاعْتَمَرَهُ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَبِرًّا
ALLAHUMMA ZID HAAZAL BAITA TASYRIIFAN WATA’ZIIMAN WATAKRIIMAN WAMAHAABATAN. WAZID MAN SYARROFAHU WA ‘ADZ-DZOMAHU WA KARROMAHU MIMMAN HAJJAHU AWI’TAMAROHU TASYRIIFAN WA TA’ZIIMAN WA TAKRIIMAN WABIRRON.

Artinya :
Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Baik (Ka’bah) ini. Dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, menghormatinya diantara mereka yang berhaji atau yang berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan.

86CF0008-308A-4A08-9368-76E62FE979C1
Pertama kali melihat ka’bah

Kami bertawaf dimulai dari hajar Aswad, karena jemaah sesak, kadang hajar Aswad tidak kelihatan jadi patokannya ada lampu hijau di dinding Mesjid dari sanalah kita memulai awal hitungan tawaf.

Niat saya bertawaf 7 keliling karena Allah Ta’la. Bismillahi Allahu Akbar.. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar.

Lampu hijau tanda start tawaf

Kami mengikuti lantunan doa yang dikumandangkan ustaz, kadang tidak terdengar jelas , maka sekurang-kurang dalam setiap pusingan membaca Subhanallahu walhamdulillah walailaha ilallahu wallahu akbar , Maha suci Allah, Segala puji bagi Allah, Allahu Akbar. begitu juga kalimat pujian kepada Allah dengan menyebut-nyebut nama Allah dalam asmaul husna, banyak beristighfar Astaghfirullahaladziimi. Atau membaca dzikir-dzikir dan doa yang mudah dan hafal. membaca sholawat kepada Nabi sholalahualaihi wasalam. Ada dalam buku panduan umrah, saya hanya membaca artinya untuk setiap putaran.

Ketika antara rukun yamani dan hajar aswad membaca:

رَبَّنَااٰتِنَافِى الدُّنْيَاحَسَنَةًوَفِى الْاٰ خِرَةِحَسَنَةًوَقِنَاعَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaa bannaari.

Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkan kami dari siksaan api neraka.”

Doa setiap pusingan yang saya baca artinya saja :

Pertama
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُِللهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكبَرُ ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .

اللَّهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصْدِيْقًا بِكتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ وَحَبِيْبِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِيْ الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ.

Subhanallah walhamdulillah walaailaaha illaallah wallaahu akbar walahaula walakuwwata illa billahil aliyyil adziim. Allahumma iimaanan bika wa tasdiiqanbikitaabika wawafaa an bi’ahdika wattibaa’an lisunnati nabiyyika muhammadin shallallahu ‘alaihi wassalam.Allahumma inni as aluka ‘afwa wal ‘afiyata wal mu’aafatad daaimata fiddini waddun yaa wal akhirati wal fauza bil jannati wannajaata minannaar.

Maksudnya ;

Maha suci Allah dan segala kepujian adalah kepunyaanNya, tidak ada Tuhan yang disembah dengan sebenarnya melainkan Allah , Allah Yang Maha Esa, tidak ada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Selawat sejahtera ke atas Rasulullah

Ya Allah Tuhanku! daku kerjakan ibadat ini ialah kerana beriman kepadaMu dan membenarkan kitabMu, menyempurnakan janji denganMu dan menurut perjalanan (sunnah) nabiMu dan kekasihMu, Saidina Muhammad s.a.w .

Ya Allah, sesungguhnya daku meminta kepadaMu keampunan, kesihatan yang sempurna dan penolakan yang berkekalan dari bala bencana sama ada pada agama, dunia dan akhirat serta mendapat kemenangan dengan beroleh syurga dan keselamatan dari api neraka.

Kedua
اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا الْبَيْتَ بَيْتُكَ ، وَالْحَرَمَ حَرَمُكَ ، وَاْلأَمْنَ أَمْنُكَ وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ ، وَهَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنَ النَّارِ ، فَحَرِّمْ لُحُوْمَنَا وَبَشَرَتَنَا عَلَى النَّارِ .

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا ، وَكرِّهْ إِلَيْنَا الْكفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ .

اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ . اللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ.

Allahumma inna haadzal baita baituka wal harama haramuka wal amna amnuka wal ‘abda ‘abduka wa ana ‘abduka wabnu abdika wa haadza maqaamul ‘aaidzi bika minan naari faharrin luhuumanaa wabasyaratanaa alannaar. Allahumma habbib ilainal iimana, wazayyinhu fii qulubinaa wa karrih ilainal kufra wal fusyuuqa wal ishyana waj alnaa minarraasyidiin. Allahumma qinii azaabaka yauma tab’atsu ibadaaka. Allahummarzuqnil jannata bighairi hisaab.

Maksudnya ;
Ya Allah Ya Tuhanku, sesungguhnya rumah ini rumahMu, Tanah Haram ini milikMu, keamanan ini kepunyaanMu, daku ini hambaMu, dan anak hambaMu di sini tempat orang berlindung denganMu daripada api neraka, maka haramkanlah daging kami dan kulit kami daripadanya.
Ya Allah ya Tuhanku! jadikanlah kami cintakan iman, hiaskanlah iman itu di hati kami dan jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang benci kepada kekufuran, derhaka dan maksiat, jadikan kami dari golongan orang-orang yang bijak.
Ya Allah ya Tuhanku! peliharakanlah diriku daripada azabMu di hari yang Engkau akan bangkitkan hamba-hambaMu. Ya Allah ya Tuhanku kurniakanlah kepadaku syurga tanpa dihisab.

Ketiga
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّكِ وَالشِّرْكِ وَالشِّقَاقِ وَالنِّفَاقِ وَسُوْءِ الأَخْلاَقِ ، وَسُوْءِ الْمَنْظَرِ وَالْمُنْقَلَبِ فِيْ الْمَالِ وَاْلأَهْلِ وَالْوَلَدِ .

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ .

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ.

Allaahumma innii a’uudzubika minasysyakki wasysyirki wasysyiqaaqi wannifaaqi wasuuil akhlaaqi wasuuilmandzhari wal mungqalabi fil maali wal ahli walwaladi. Allahumma innii as aluka ridhaakawal jannata wa a’uudzubikamin sakhatika wan naari. Allahumma innii a’uudzubika min fitnatil qabri wa a’uudzubika min fitnatil mahyaaya wal mamaat.

Maksudnya ;
Ya Allah ya Tuhanku! Sesungguhnya daku berlindung denganMu daripada kejahatan ragu-ragu (syak), syirik, permusuhan, munafik, perangai yang jahat, pandangan yang buruk dan daripada perubahan yang tidak baik sama ada terhadap harta, isteri dan anak-anak.
Ya Allah, sesungguhnya daku pohon daripadaMu keredhaan dan syurgaMu, daku berlindung denganMu daripada kemurkaanMu dan neraka.
Ya AlIah ya Tuhanku, sesungguhnya daku berlindung denganMu daripada fitnah kubur, juga fitnah hidup dan mati.

Keempat
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حِجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكوْرًا ، وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا ، وَعَمَلاً صَالِحًا مَقْبُوْلاً ، وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ يَا عَالِمَ مَا فِيْ الصُّدُوْرِأَخْرِجْنِي يَا اللهُ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كلِّ إِثْمٍ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍ ، وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالْنَجَاةَ مِنَ النَّارِ ، رَبِّ قَنِّعْنِي بِمَا رَزَقْتَنِي ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَنِي وَأَخْلِفْ عَلَى كلِّ غَائِبَةٍ لِيْ مِنْكَ بِخَيْرٍ.

Allahummaj’alhu hajjan mabruura wasa’yan masykuuraa wa zanban maghfuuraa wa’amalan shaalihan maqbuula watijaaratan lantabuura yaa ‘aalima maa fissuduuri akhrijnii yaa Allaahu minazzulumaati ilannuur.Allahumma innii as aluka muujibati rahmatika wa ‘azaa ima maghfirotika wassalaamata min kulli itsmin walghaniimata min kulli birrin wal fauza biljannati wannajaata minannaar.Rabbi qanni’nii bimaa razaqtanii wabaariklii fiimaa a’thaitanii wakhluf ‘alaa kulli ghaa ibatin lii minka bikhairin.

Maksudnya ;
Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah hajiku haji yang diterima, usaha yang dipuji, dosa yang diampunkan, amal salih yang makbul dan berdagangan yang tidak rugi. Ya Tuhan Yang Maha Mengetahui isi hati, keluarkanlah diriku daripada gelap gelita kepada terang benderang cahaya, ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya daku pohon dariMu perkara-perkara yang menyebabkan turunnya rahmatMu serta mendapat keampunan, keselamatan daripada segala dosa, beroleh segala jenis kebajikan, berjaya mendapat syurga dan selamat daripada api neraka. Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah diriku berpuashati dengan pemberian yang Engkau kurniakan kepadaku, berkatkanlah apa yang Engkau anugerahkan kepadaku dan gantikanlah apa yang hilang dariku dengan apa yang baik dariMu.

Kelima
اللَّهُمَّ أَظِلَّنِي تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّكَ ، وَلاَ بَاقِيَ إِلاَّ وَجْهُكَ ، وَاسْقِنِي مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ شَرْبَةً هَنِيْئَةً مَرِيْئَةً لاَ نَظْمَأُ بَعْدَهَا أَبَدًا .

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ سَيِّدُنَامُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعِيْمَهَا وَمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ .

Allahumma azillanii tahta zhilli ‘arsyika yauma laa zilla illaa zhilluka wa laa baaqiya illaa wajhuka wasqinii min haudhi nabiyyika Muhammadin shallallahu ‘alaihi wassalam syurbatan haniiatan mariiatan laanazhma’u ba’dahaa abadaa. Allahumma inni as aluka min khairi maa sa alaka minhu Nabiyyuka Muhammadin Sallallaahu ‘alaihi wasallam. Wa a’uudzubika minsyarri masta’aadzaka minhu Nabiyyuka Muhammadin Sallallaahu ‘alaihi wasallam. Allahumma inni as aluka jannata wana’iimahaa wamaa yuqarribunii ilaiha min qaulin au fi’lin au ‘amalin, wa a’uudzubika minannari wamaa yuqorribunii ilaihaa min qaulin au fi’lin au ‘amailn.

Maksudnya ;
Ya Allah ya Tuhanku, berikanlah daku naungan ArasyMu pada hari yang tidak ada naungan melainkan naungan ArasyMu, tidak ada yang kekal melainkan zatMu dan berilah daku minum dari kolam nabiMu Muhammad s.a.w satu minuman yang sedap, lazat yang kami tidak akan merasai dahaga sesudah itu buat selama-lamanya.
Ya Allah ya Tuhan, sesungguhnya daku pohon kepadaMu kebajikan sebagaimana yang dipohon oleh nabiMu Muhammad s.a.w , dan daku berlindung denganMu dari kejahatan seperti yang dipohon perlindungan oleh nabiMu Muhammad s.a.w.
Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya daku pohon daripadaMu syurga dan nikmatnya juga daripada apa-apa yang menghampirkan daku kepadanya sama ada dengan perkataan, perbuatan atau amalan. Daku berlindung denganMu daripada neraka dan apa-apa jua yang menghampirkan daku kepadanya sama ada dengan perkataan, perbuatan atau amalan.

Keenam
اللَّهُمَّ إِنَّ لَكَ عَلَيَّ حُقُوقًا كثِيْرَةً فِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنِكَ ، وَحُقُوْقًا كثِيْرَةً فِيْمَا بَيْنِي وَبَيْنَ خَلْقِكَ .

اللَّهُمَّ مَا كانَ لَكَ مِنْهَا فَاغْفِرْهُ لِي وَمَا كانَ لِخَلْقِكَ فَتَحَمَّلْهُ عَنِّي وَاغْنِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ ، وَبِفَضْلِكَعَمَّنْ سِوَاكَ ، يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ .

اللَّهُمَّ إِنَّ بَيْتِكَ عَظِيْمٌ ، وَوَجْهَكَ كرِيْمٌ ، وَأَنْتَ يَا أللهُ حَلِيْمٌ كرِيْمٌ عَظِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي.

Allhamumma inna laka alayya huquuqon katsirotan fiima bainii wabainaka wahuquuqon katsirotan fiima bainii wabaina kholqika. Allaahumma maa kaana laka minhaa fagfirhuu lii wa maa kaana likholqika fatahammalhu annii waagninii bihalaalika waharoomika wabito’oatika an ma’siyatika wabifadlika amman siwaaka yaa waasi’al magfiroh. Allhumma inna baitaka adiim wawajhaka kariim anta ya Allah haliimun kariimun adiimun tuhibbul afwa fa’fu anni.

Maksudnya ;
Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya banyak tanggungan-tanggunganku terhadapMu dan diantara daku dengan makhlukMu.
Ya Allah ya Tuhanku, apa-apa jua kesalahanku terhadapMu, maka ampunkanlah, apa-apa juga kesalahan di antara daku dan makhlukMu, maka daku minta Engkau tanggungkan untukku. Dan kayakan daku dengan yang halal dari yang haram, dengan ketaatan dari kemaksiatan dan dengan kurniaanMu dari kurniaan selainMu. Ya Tuhan Yang Maha Luas Keampunan
Ya Allah sesungguhnya rumahMu ini Maha Agung, zatMu itu Maha Mulia dan Engkau ya Allah Tuhan Yang Maha Lemah Lembut, Maha Pemurah, Maha Agung sukakan keampunan, ampunilah dosaku.

Ketujuh
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كامِلاً ، وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا . وَلِسَانًا ذَاكرًا ، وَحَلاَلاً طَيِّبًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً بَعْدَ الْمَوْتِ ، وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ. وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ بِرَحْمَتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ.

Allahumma innii as aluka iimanan kaamilan wa yaqiinan shaadiqan wa rizqan halaalan waasian wa qalban khaashi’an wa lisaanan dzaakiran wa taubatan qoblal maut warohmatan ingdal maut wamagfirotan ba’dal maut walafwa indgdal hisaab walfauja biljannah wannajaata minannaar yaa aziiz ya goffar. Robbi zidnii ilman wa’alhiqnii bissholihiin.

Maksudnya ;
Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya hambaMu pohon dikurniakan iman yang sempurna, keyakinan yang sebenar-benarnya, rezeki yang luas, hati yang khusyuk, lidah yang sentiasa menyebut-menyebut namaMu, barang-barang halal yang baik, taubat yang bersungguh-sungguh sebelum mati, keampunan dan rahmat sesudah mati, kemaafan ketika dihitungkan amalan, kejayaan dengan mendapat syurga, dan keselamatan dari neraka, dengan kasihan belasMu ya Tuhan Yang Maha Mulia, Yang Maha Pengampun, ya Tuhan, tambahkanlah ilmu kepaddaku dan masukkanlah daku ke dalam golongan orang-orang yang baik.

Alhamdulillah setelah selesai putaran ke 7 kami pun keluar perlahan-lahan dari barisan jemaah lain yang sedang bertawaf. Tidak boleh memotong begitu saja harus mengikut arus.

Memang sangat padat, bahu kita menempel dengan badan orang lain, nasib baik suami saya melindungi badan saya. Melangkahpun harus mengikuti arus, kalau mau ke luar harus mengangkat tangan tinggi-tinggi biar dibelakang kita paham bahwa kita telah selesai tawaf.

Kami sholat sunat tawaf 2 rokaat.

Seseorang yang melaksanakan apakah ia tawaf wajib atau tawaf sunat, disunatkan melakukan Solat Sunat Tawaf di sisi Baitullah. Solat ini tidak seharusnya pada tempat atau masa tertentu, ia boleh dilaksanakan di mana-mana tempat dalam Masjidil Haram di Mekkah.

Adalah lebih afdal sekiranya Solat Sunat Tawaf ini dapat dilakukan di belakang atau di sekitar Maqam Ibrahim yang terletak berdekatan dengan pintu Ka’bah yang dikenali sebagai Multazam.

Multazam merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa maka seandainya dapat didirikan solat Tawaf di situ hendaklah seseorang itu mengambil kesempatan untuk memperbanyakan do’a ketika sujud mahupun setelah membaca tasyahhud akhir sebelum memberi salam .

Apabila terdapat kesukaran untuk melaksanakan Solat Sunat Tawaf di Maqam Ibrahim, maka diperbolehkan untuk mengerjakannya berdekatan Hijr Ismail atau di mana-mana kawasan dalam Masjidil Haram mahupun di luarnya.

Ustaz Sinsin mengajak kami menuju daerah sa’ie, sebelumnya kami disuruh minum air zam-zam. ahhh segarnya ini air zamzam pertama kali saya minum di kota mekkah. Doa meminum air Zamzam :

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أْسْأَلُكَ عِلْمً نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَآءً مِنْ كُلِّ دَآءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن

Allahumma innii as aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan waasi’an wasyifaa an min kulli daa in wasaqamin birahmatika yaa arhamarraahimiin.

Artinya : Ya Allah, aku mohon kepadaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizki yang luas dan sembuh dari segala sakit dan penyakit pikun dengan rahmatMu ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Rukun selanjutnya, kami melakukan sa’ie. Sa’ie di mulai sari bukit Shafa.

84BD5361-E8C7-4AEA-A77D-FD9AEEBBDF71
Start sa’ie di bukit shafa

Disunnahkan berjalan biasa diantara shafa dan Marwah, kecuali diantara dua tiang hijau, maka disunatkan berjalan cepat – berlari-lari kecil. Dicantumkan dalam sebuah hadits bahwa Nabi SAW. berlari hingga karena cepatnya, sarungnya terbelit sekitar pinggangnya. Dan jika seseorang berjalan tanpa berlari, maka hukumnya boleh. Diterima dari Sa’id bin Juberi r.a., katanya:”Saya melihat Ibnu Umar r.a. berjalan diantara Shafa dan Marwah.” Lalu katanya lagi: “Jika saya berjalan biasa maka telah saya lihat Rasulullah SAW. juga berjalan. Dan jika saya berlari-lari kecil, maka saya juga pernah meliihat Rasulullah SAW. berlari. Hanya sekarang ini saya sudah tua bangka!”( H.R. Abu Daud dan Tirmidzi) . Hukum sunah itu hanyalah khusus bagi laki-laki, adapun wanita maka tidaklah disunatkan mereka berlari, cukup berjalan seperti biasa.

1A4E4738-1068-403B-A102-3405E0AC0656
Lampu hijau itu area berlari kecil

Disunahkan naik Shafa dan Marwah dan berdoa di sana memohon apa juga yang dikehendaki mengenai kepentingan agama maupun dunia dengan menghadap ke Baitullah. Yang dikenal dari perbuatan Nabi SAW. ialah bahwa mula-mula ia keluar dari Baabush Shafa. Tatkala dekat ke Shafa dibacanya:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ (Innash shafaa wal Marwata min sya’aairillaah) ” Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi’ar Allah.”. [Q.S. Al-Baqarah: 158]

Kemudian ucapkanlah: أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ (abdau bimaa badaallaahu bih) “Kami memulai dengan apa yang dengannya Allah memulai.”

Maka dimulainya dengan Shafa, lalu naik ke atasnya hingga tampak Baitullah, lalu menghadap kiblat, membaca kalimat tauhid dan takbir tiga kali serta memujinya, lalu membaca:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي ويُمِييْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَه

(Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyiii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa’dahu manashara ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdah.)

Artinya: ”Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya, hanya bagiNya segala kerajaan dan hanya bagiNya segala puji dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang haq melainkan Dia, tiada sekutu bagiNya, yang menepati janjiNya, yang memenangkan hambaNya dan yang menghancurkan golongan-golongan (kafir) dengan tanpa dibantu siapa pun.” Ulangilah dzikir tersebut sebanyak tiga kali dan berdo’alah pada tiap-tiap selesai membacanya dengan do’a-do’a yang Anda kehendaki.

Kemudian turunlah untuk melakukan sa’ie antara Shafa dan Marwah. Bila kita berada di antara dua tanda hijau, lakukanlah sa’ie dengan berlari kecil (khusus untuk laki-laki dan tidak bagi wanita).

DOA DIANTARA DUA PILAR HIJAU

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الاَعَزُّ الاَكْرَمُ.

Rabbighfir warham wa’fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta’lam innaka ta’lamu maa laa na’lamu, innaka antallahul-a’azzul-akram.

“Tuhanku, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguh Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Mulia dan Maha Pemurah”.

Jika kita telah sampai di Marwah, naiklah ke atasnya dan menghadaplah ke Ka’bah, kemudian ucapkan sebagaimana yang kita ucapkan di Shafa (do’a point 3). Atau

KETIKA MENDEKATI BUKIT MARWAH

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَأئِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَ جَنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ.

Innash-shofaa wa l-marwata min sya’aairillahi, faman hajja l-baita awi’tamara falaa junaaha ‘alaihi an-yaththawwafa bihimaa, waman tathawwa’a khairan fainnallaha syaakirun ‘aliim.

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barangsiapa yang berhaji ataupun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui”.

Demikian hendaknya yang kita lakukan pada putaran berikut-nya. Pergi (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu kali putaran dan kembali (dari Marwah ke Shafa) juga dihitung satu kali putaran hingga sempurna menjadi tujuh kali putaran. Karena itu, putaran sa’ie yang ke tujuh berakhir di Marwah.

Disunnahkan pula berdo’a diantara Shafa dan Marwah, berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an. Telah diriwayatkan bahwa ketika sa’i Nabi SAW. membaca:

رب اغفر وارحم واهدني السبيل الاقوم

(Rabbigh fir warham, wahdinis sabiilal aqwaam)

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah dan beri rahmatlah daku, serta tunjukilah daku jalan yang lurus.” Dan diriwayatkan pula daripadanya:

رب اغفر وارحمإنك انت الأعز الأكرم

(Rabigh fir warham, innaka antal a’azzul akram).

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah dan berilah rahmat daku, sungguh Engkau Mahakuat lagi Mahamulia.”

Ibadah ini terasa menusuk kalbu bila dilihat dari sejarahnya. Dulu siti Hajar berlari di padang tandus bolak balik, sekarang kita berlari di alas lantai marmer , ada Ac dan kipas angin, kalau haus ada tong-tong air zam-zam.

Sejarah Sa’ie :

“Sesungguhnya Shofa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitulloh atau berumroh, maka tiada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah:158)

Jarak antara bukit Shofa dengan bukit Marwah adalah 450 meter. Jadi kita berjalan sejauh 3,15 km saat melakukan Sya’ie.

Bagaimana sejarah asal muasal ibadah Sya’ie ini?

Zaman dahulu, Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk meninggalkan istrinya Siti Hajar dengan Ismail yang saat itu masih bayi di sebuah gurun yang tandus. Tidak ada makanan atau pun air di situ. Namun dari sinilah akhirnya berdirinya kota Mekkah yang sekarang ramai dikunjungi oleh puluhan juta orang setiap tahun. Jadi perintah Allah itu tidak sembarangan.

Ibrahim a.s. lalu berangkat. Ibu Ismail mengikuti suaminya, lalu berkata: “Kemanakah Anda hendak pergi dan mengapa Anda meninggalkan kita di lembah ini, tanpa ada seorangpun sebagai kawan dan tidak ada sesuatu apapun?” Hajar berkata demikian itu berulang kali, tetapi Ibrahim a.s. sama sekali tidak menoleh kepadanya.

Kemudian Hajar berkata: “Adakah Allah yang memerintahkan Anda berbuat semacam ini?” Ibrahim a.s. menjawab: “Ya.” Hajar berkata: “Kalau demikian, pastilah Allah tidak akan menyia-nyiakan nasib kita.”

Ibu Ismail lalu kembali ke tempatnya semula. Ibrahim a.s. berangkatlah, sehingga sewaktu beliau itu datang di Tsaniyah, di sesuatu tempat yang tidak terlihat oleh Hajar dan anaknya, kemudian menghadap kiblat dengan wajahnya yakni ke Baitullah. Nabi Ibrahim berdoa:

”Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.(QS Ibrahim ayat 37).

Nabi Ibrahim memberi bekal makanan dan minuman untuk istri dan anaknya. Ibu Ismail menyusui Ismail dan minum dari air yang ditinggalkan itu, sehingga setelah habislah air yang ada di tempat air dan iapun haus, juga anaknyapun haus pula.

Siti Hajar melihat anaknya bergulung-gulung di tanah sambil memukul-mukulkan dirinya di atas tanah itu. Karena tidak tahan melihat keadaan anaknya, Siti Hajar melihat sekelilingnya dan tampaklah olehnya bahwa Shafa adalah bukit terdekat yang ada di samping dirinya. Iapun pergi ke puncak bukit Shofa dan melihat kalau-kalau ada orang yang lewat.

Selanjutnya ia turun dari bukit Shofa, sehingga setelah ia sampai di lembah lagi, iapun mengangkat gamisnya, terus berlari-lari kecil sehingga lembah itu dilampauinya, kemudian mendatangi bukit Marwah, berdiri di atas puncak Marwah ini, menengok ke lembah, kalau-kalau ada orang yang lewat. Tetapi tidak ada, sehingga Hajar mengerjakan sedemikian itu sebanyak tujuh kali -yakni pergi bolak-balik antara Shafa dan Marwah.”

Oleh sebab itu para manusia dalam mengerjakan ibadah haji meneladani kelakuan Siti Hajar tersebut, bersa’i -yakni berlari-lari kecil -antara Shafa dan Marwah.”

Siti Hajar tidak berani meninggalkan Ismail terlalu jauh, sehingga akhirnya beliau bolak-balik ke bukit Shofa dan Marwah hingga 7x. Saat Ismail menangis, beliau hampiri. Di dekat Ismail, ada malaikat yang menjejakkan kakinya ke bumi. Dari situ keluar air segar yang kita kenal dengan mata air Zam Zam. Siti Hajar pun kemudian menciduk air Zamzam tsb dengan kedua tangannya dan ditaruh ke tempat air sehingga Ismail bisa minum air tsb dan berhenti menangis.

Dengan keluarnya air Zamzam tsb, daerah situ pun jadi subur. Kabilah Arab yang lewat dari suku Jurhum akhirnya minta izin kepada Siti Hajar untuk tinggal di situ. Sejak itu, daerah yang asal mulanya tandus itu terus berkembang sehingga menjadi kota Mekkah yang kita kenal sekarang. Kota Mekkah ini dikunjungi puluhan juta orang setiap tahunnya untuk berhaji dan umroh.

Air Zamzam pun tetap mengalir dan tidak habis meski ratusan juga bahkan milyaran orang sudah meminumnya selama ribuan tahun.

Sumber: Al Qur’an dan Shahih Bukhari

Setelah selesai melakukan ibadah sai ,maka jemaah melajutkan ke tahalul atau memotong rambut.

Alhamdululillah selesai sudah kami melakukan umrah haji tama’tu dengan lancar dan selamat.

Setelah itu karena waktu masih menunjukkan pukul 3.30 pagi. Kami memutuskan sholat shubuh di hotel, sekalian bersih- bersih lagian belum memahami area mesjid. Jadi disarankan untuk memulai sholat fardu di masjidil Haram pada waktu dhuhur nanti. Jam 9 pagi sudah harus bergerak ke Mesjid karena 2 jam sebelum waktu sholat, mesjid sudah full. Kita tidak dapat memasuki mesjid hanya dipelataran saja. Para bapak sudah boleh menanggalkan kain ihramnya. Syarat ihramnpun sudah lepas kecuali hubungan suami istri.

Alhamdulillah….

My Notes 10: Berpacu dengan waktu

4 September 2016. Hari kedua di Mekkah, keinginginan untuk selalu sholat di Masjidil Haram, di depan Ka’bah adalah cita-cita kami kalau sampai di Mekkah. Kalau mau ikutkan hati ingin setiap sholat fardu berjamaah disana. Nikmat rasanya, tetapi keadaan yang memaksa kita harus melihat kondisi. Kondisi yang tidak memungkinkan kita berlama-lama di Mesjid, sebab kalau kita sudah masuk ke Mesjid kita harus tetap disana, kalau sudah keluar akan susah masuk lagi. Sedangkan kalau kita mau ke toilet harus ke luar mesjid dulu. Agak mudah kalau terbatal, kita bisa membawa botol air untuk wudhu, bahkan kalau keadaan begitu ramai dan sesak nampaknya bertayamum juga banyak mereka lakukan. Walaupun ada sebagian orang menggunakan tempat mengambil air minum atau air zamzam disana dipakai tempat untuk berwudhu. Tapi jadinya daerah situ menjadi basah dan becek, sangat mengganggu jemaah lain.

Kalau berkumpulan pergi ke mesjid dengan teman, bisa minta tolong mereka untuk menjaga tempat kita, karena sekali kosong saja, orang lain akan langsung mengambil shaf kita. Susahnya kalau saya sendiri.

Makanya ustaz berpesan boleh pilih pada waktu-waktu tertentu saja kalau kita ingin sholat di Masjidil haram, sholat di mushola hotel pun pahalanya tidak akan berkurang, seperti penjelasan ustaz begini:

Terdapat hadist yang menyatakan keutamaan sholat di masjidil Haram 100.000 kali pahala dibanding mesjid lain banding di masjid lain.

وَعَنِ اِبْنِ اَلزُّبَيْرِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا اَلْمَسْجِدَ اَلْحَرَامَ، وَصَلَاةٌ فِي اَلْمَسْجِدِ اَلْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةٍ فِي مَسْجِدِي بِمِائَةِ صَلَاةٍ (رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ)

“Dari Ibn az-Zubair ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda, bahwa shalat di Masjid-ku ini lebih utama dibanding seribu shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram. Sedang shalat di Masjidil Haram lebih utama di banding shalat di Masjidku dengan kelipatan pahala seratus ribu shalat”. (H.R. Ahmad dan disahihkan oleh Ibnu Hibban).

Namun para ulama berselisih pendapat mengenai apa yang dimaksud dengan Masjidil Haram. Menurut Imam Jalaluddin as-Suyuti, yang dimaksudkan dengan Masjidil Haram adalah seluruh Tanah Haram. Karenanya menurut Imam Jalaluddin as-Suyuthi, pelipatgandaan pahala di Tanah Haram Makkah tidak dikhusukan di Masjidil Haram saja, tetapi mencakup semua Tanah Haram.

أَنَّ التَّضْعِيفَ فِي حَرَمِ مَكَّةَ لَا يُخْتَصُّ بِالْمَسْجِدِ بَلْ يَعُمُّ جَمِيعَ الْحَرَمِ

“Sesungguhnya pelipatgandaan pahala di Tanah Haram Makkah tidak khusus di Masjidil Haram tetapi meliputi seluruh Tanah Haram. (Jalaluddin as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1403 H, h. 523)

Pandangan Imam Jalaluddin as-Suyuthi itu selaras dengan pandangan mayoritas ulama. Hal ini bisa kita pahami dalam keterangan yang terdapat dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah.

ذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ فِي الْمَشْهُورِ وَالْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ إِلَى أَنَّ الْمُضَاعَفَةَ تَعُمُّ جَمِيعَ حَرَمِ مَكَّةَ

“Madzhab Hanafi dalam pendapat yang masyhur, Madzhab Maliki dan Syafi’I berpendapat bahwa pelipatgandaan (pahala di Tanah Haram Makkah) itu meliputi seluruh Tanah Haram Makkah”. (Wizarah al-Awqaf wa asy-Syu`un al-Islamiyyah, al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Thab’ al-Wizarah, cet ke-2, 1427 H, juz, 37, h. 239)

Jadi  sebenarnya pahala shalat jamaah di masjid yang dekat dengan tempat penginapan atau shalat jamaah di masjid yang disediakan hotel sama dengan shalat di Masjidil Haram. Sebab yang dimaksudkan dengan Masjdil Haram bukan hanya Masjdil Haram yang di dalamnya ada Ka’bahnya, tetapi keseluruhan Tanah Haram Makkah.

Perjuangan untuk memasuki masjidil Haram akan terasa mudah kalau jauh-jauh diawal waktu sholat, kita sudah bergerak ke mesjid. Misal mau sholat subuh jam 5 pagi, kita berangkat pukul 2 pagi dari hotel. Ketika menunggu waktu di mesjid bisa diisi dengan tilawah, sholat tahajud dll. Pulang ke hotel selepas dhuha.

Mau sholat dhuhur jam 12 siang di Mesjid kita pergi pukul 9 pagi, menunggu di sana sampai waktu ashar tiba, baru setelah itu pulang ke hotel.

Mau sholat Magrib jam 7 malam di Mesjid kita pergi selepas ashar, menunggu di mesjid sampai ishya setelah itu pulang ke hotel. Begitulah setiap hari selama di Mekkah.

Pernah mau sholat dhuhur di mesjid, telat sedikit saja pintu mesjid sudah ditutup. Akhirnya kami gelar sajadah di pelataran.., tapi mendekati siang, panas matahari begitu menyengat, rasanya tajam seperti membakar kulit ini, kami tak tahan. Akhirnya mencari tempat teduh..tapi jangan harap dapat karena orang sudah mengambil lebih dahulu.

Tanpa sengaja kami memasuki mall zamzam tower yang dingin, mendekati waktu sholat, semua toko terbiar begitu saja, tutup tapi tidak ditutup. Karena mereka harus menunaikan sholat dahulu. Mereka berlarian naik ke atas mall lantai 7, kami pun ikut arus naik ke sana ada apa? rupanya ada musholla luas disana dan berAC lagi. waaaah alhamdulillah..kalau bagian laki-laki bisa langsung melihat Ka’bah dari sana. Kalau tempat perempuan paling melihat jalanan dibawah sana yang sesak penuh jemaah.

Sudah waktunya sholat kegiatan terhenti total, subhanallah..seruan adzan bisa menghipnotis kota ini menjadi sunyi sepi. Jalan raya pun tidak ada lalu lalang mobil, semua sholat walaupun di tengah jalan. Merinding saya melihatnya….

Ya allah baru di rumah Mu saya melihat kejadian begini, sholat setiap hari berjamaah di awal waktu, seisi kota. Rasanya ikatan rohani kami menyatu, ada kebersamaan dan pengharapan yang sama. Subhanallah……

to be continued