Some words from me

Some words but sometimes the hidden feeling of me. In my native language it is referred to as uneg-uneg. Some of the words were also taken from many sources and not cited (sorry) since this page is only for my personal interest.

Last updated 2019-03-26T08:21:47+08:00

40

Pemilu adalah sebuah kombinasi antara harapan dan ironi. Ada harapan untuk memperoleh seorang pemimpin yang terbaik, tapi harapan itu sendiri diam-diam sebenarnya tak bisa mutlak di hati kita. Dalam pemilu orang yang memberikan suara adalah orang yang siap kecewa dan orang yang dipilih adalah orang yang siap dibatasi. Demokrasi yakin manusia bisa berbuat baik, tapi tahu ada cacat dalam dirinya.

39

Semakin tinggi ilmu terhadap kehidupan semakin nikmat rasa syukur yang kamu rasakan.

38

Cinta dunia dan takut akan kematian adalah kelemahan. Jika seseorang terlalu berorientasi kepada dunia, maka ia akan takut pada kematian. Karena kematian akan memutus segala kenikmatan dunia yang ia dambakan.

37

Tidak layak kita menyombongkan diri. Tidak ada apa-apanya kita ini.

36

Jika kehidupan hanya mengejar prestasi angka tanpa menyadari dan mengetahui apa hikmah dibalik angka tersebut, maka kehidupan tersebut akan kehilangan makna.

35

Tujuan hidup ini adalah mencari keridhaannya dan menjadi ulul albab dan mendapatkan al-hikmah. Manusia adalah mahluk hidup yang tidak sama dengan binatang. Manusia akan menjadi lebih manusiawi jika merdeka. Pada tingkat yang tertinggi akan mendapat hidayah (ilmu dan iman).

34

Kebahagiaan yang tertinggi akan didapat jika manusia menuju pada sifat-sifat malaikat melalui peningkatan pengetahuan akan Tuhan. Untuk sampai pada ini, manusia mesti mengetahui dirinya (knowing yourself).

33

Zaman sekarang, dalam kehidupan yang semakin kompleks, yang banyak tekanan, sebenarnya manusia ingin mencari kehidupan yang bermakna. Salah satu cara untuk mencari makna tersebut adalah dengan menjalani hidup dengan cara sederhana — yang jauh dari keinginan-keinginan yang selalu datang dan tidak terpenuhi — yang akhirnya menjadi keserakahan, yang disebut sebagai “hedonic treadmill“.

32

Kita harus lebih berhati-hati bila mendapat cobaan Allah berupa anugerah. Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan. Orang yang hidupnya susah sukar bersikap takabbur; ujub, atau sikap-sikap lain yang cenderung membesarkan diri sendiri. Berbeda dengan mereka yang mempunyai kemampuan dan kelebihan: godaan untuk takabbur dan sebagainya itu datang setiap saat. Apalagi bila kemampuan dan kelebihan itu diakui oleh banyak pihak.

31

Terdapat tiga tingkat kualitas pembicaraan. Tingkat paling dasar adalah topik yang membicarakan mengenai masalah kebendaan, masalah kebutuhan dasar hidup seperti makanan, kendaraan, rumah, pendidikan dan sebagainya. Masalah hidup. Tingkatan yang lebih tinggi adalah pembicaraan mengenai topik mengenai sukses. Sukses dalam konteks ini saya definisikan kepada manfaat seseorang kepada orang lain. Orang sukses adalah orang yang banyak memberi manfaat pada orang lain. Tingkat yang paling tinggi adalah pembicaraan mengenai “kearifan”. Pembicaraan mengenai hakikat hidup yang mensinergikan antara “iman” dan “ilmu” yang dinamakan sebagai al-hikmah.

30

Tak pernah agaknya, dunia memberi kita kebahagiaan yang menyeluruh. Setiap satu jenis keberuntungan, hasil perjuangan seumur hidup, bisa digenggam secara penuh, ditempat lain ada saja bagian yang rontok bahkan sukses yang diperoleh pada akhirnya kehilangan daya pesona – bukan saja tidak sehebat yang dibayangkan semula tapi juga makin menurun kadar kenikmatannya – selama kita percaya melulu kepada dunia dan tertambat disana.

29

Lima hal yang sering menjebak kehidupan manusia:
/1/ suka dan sibuk dengan permainan,
/2/ sibuk dengan sesuatu yang tidak ada manfaat untuk akhirat, berkumpul dan berbual-bual untuk bergosip,
/3/ sibuk bergaya dan berusaha pamer untuk menaikkan status (penghormatan dilihat dari status),
/4/ berlomba untuk berbangga-bangga dalam media sosial (kadang-kadang tidak ada privasi),
/5/ dunia terasa menyenangkan jika harta dan keturunan bertambah banyak.

28

Hanyalah mimpi jika anda ingin menikmati hidup tanpa pernah digunjing, dicela dan dihina orang. Jika itu keinginan anda, jangan pernah hidup bersama manusia, hiduplah di hutan. Selama anda masih hidup bersama manusia, selama itu pulalah anda pasti pernah mendapatkan perlakuan tidak baik, dicela, digunjing, dimaki, difitnah, dicemarkan nama baik, bahkan mungkin diseret ke pengadilan dan dijebloskan dalam penjara.

Nabi Yusuf tidak selamat dari celaan saudara-saudaranya, dari tuduhan dan fitnah wanita yang terpesona padanya, hingga dimasukkan ke penjara, dan akhirnya tersingkap kebenaran.

27

Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, dari mana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap do’a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN
Ketika kamu lelah & kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN & KETEGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar harga yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI

Tetap semangat
Tetap sabar
Tetap tersenyum
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

26

Jangan khawatir masa depan. Untuk itu, berprasangka baiklah kepada Allah SWT, dan berdoa untuk memohon yang terbaik kepada Allah SWT. Jangan memaksakan kehendak dan berdoalah untuk yang terbaik. Sempurnakan ikhtiar untuk menjemput karunia Allah SWT. Setelah itu tawakallah. Allah SWT akan memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang mengupayakan yang terbaik. Tidak perlu khawatir masa depan kecuali masa depan akhirat. Khawatir tentang dunia menambah galau dalam dada.

25

Suatu hari Nabi Sulaiman a.s. bertanya kepada seekor semut tentang berapa banyak makanan yang diperlukannya untuk hidup dalam setahun.

Semut menjawab, ia hanya perlukan makanan sebesar sebiji gandum. Lalu Nabi Sulaiman a.s. memasukkan semut tersebut di dalam suatu botol dengan di letakkan bersamanya gula sebesar sebutir gandum. Mulut botol itu kemudiannya ditutup. Cukup tempoh setahun, mulut botol itu pun dibuka semula oleh Nabi sulaiman a.s. Anehnya, baginda dapati hanya separuh sahaja daripada gula sebesar butir gandum itu yang habis dimakan oleh semut tersebut.

Nabi Sulaiman a.s. bertanya, mengapa hanya separuh makanan sahaja yang dihabiskan sedangkan semut pernah berkata ia perlukan makanan sebesar sebiji gandum? Sang semut menjelaskan bahawa jika di luar botol rezekinya dijamin sepenuhnya oleh Allah dan dia yakin Allah pasti akan mencukupkan rezekinya.

Sebab itu dia tidak perlu risau dengan hakikat itu. Tetapi apabila dikurung oleh manusia (Nabi Sulaiman a.s.) dia mengambil langkah berjaga-jaga dan berjimat cermat kerana tidak yakin dengan keprihatinan manusia. Mana tahu, kalau-kalau manusia itu terlupa lalu mengurungnya terlebih daripada tempoh satu tahun? Apa akan terjadi kepadanya?

24

Manusia akan lebih menjadi manusia jika manusia tersebut merdeka.

23

Ditahun politik ini, ramai yang orang yang berbicara mengenai apa saja yang isinya mendukung calon pemimpinnya, dan seringkali juga menjelekkan calon yang lain. Tapi saya hanya mendengar orang yang mempunyai kompetensi dan mempunyai integritas saja.

22

Saya tidak pernah mengira saya akan tinggal di Malaysia dalam waktu yang sangat lama, lebih dari 20 tahun. Saya juga tidak mengira saya akan menjadi profesor di Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Dulu, semua ini adalah ghaib. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Masa depan juga ghaib. Itulah sebabnya kita wajib beriman pada hal yang ghaib, beriman pada qada dan qadar.

21

Manusia adalah mahluk yang sangat kompleks. Manusia sebenarnya tidak mengenal dirinya apalagi kalau sudah berbicara secara detail siapa dirinya. Manusia hanya mengenal sebahagian dirinya dari sisi lahiriah saja karena akal manusia sangat terbatas. Manusia lebih mengenali alam dibanding dirinya karena manusia lebih disibukkan dan memperhatikan hal-hal yang bersifat material. Bahkan ada yang masih tidak mengetahui tujuan hidupnya.

20

Pikiran dan hati sangat dipengaruhi oleh informasi dan berita yang kita terima. Sedikit banyak kita terganggu secara emosional dengan berita-berita negatif. Cukuplah membaca dan menerima informasi dan berita-berita yang positif saja.

19

Saya mempunyai dua orang teman. Yang satu pandai berbicara, dan yang satu lagi agak kurang pandai berbicara (pendiam). Saya perhatikan, teman yang sedikit bicara lebih rajin dan pandai bekerja, tapi yang banyak bicara, malas dan hanya pandai memerintah, sedangkan dia malas bekerja. Maklum dia anak orang terpandang. Mertuanyapun orang yang sangat terpandang. Siapakah dua orang teman saya tersebut?

18

Tidak perlu mengeluh karena Allah SWT adalah sebaik-baik perancang.

17

Buruk sangka dan suka mencari salah orang lain adalah perbuatan yang sangat dimurkai Allah SWT. Sifat buruk sangka boleh membawa kepada perpecahan ummah.

16

Khutbah Jum’at hari ini di Masjid Jawahir Taman Mutiara Rini, Johor Bahru, adalah mengenai tawaddu’ dengan cara memandang orang lain selalu lebih baik dari kita. Sikap tawaddu’ ini akan memudahkan untuk berinteraksi dan melahirkan ahklak yang mulia.

15

When education institutions are controlled by capitalist mindset, then manything will be assessed from commercialization …..

14

Saya menulis mengenai apa saja. Setelah menulis, saya sering membaca kembali tulisan yang saya tulis. Mengapa? Karena itulah cara saya menasehati diri saya sendiri. Saya menulis tulisan yang banyak berkaitan dengan hati dan moralitas. Tujuannya adalah untuk intropeksi diri. Saya menyadari bahwa intropeksi diri dengan cara menulis dapat memberikan perubahan positif kepada keadaan mental kita. Hal ini juga menjadi bahan diskusi filosofis selama ribuan tahun.

Plato pernah bertanya, “… mengapa kita tidak dengan tenang dan sabar meninjau pikiran kita sendiri, dan secara menyeluruh memeriksa dan melihat apa yang sebenarnya ada dalam diri kita sendiri?”

13

Salah satu hakikat manusia yang paling utama adalah rohani. Oleh karena itu, rohani atau kejiwaan tidak dapat dipisahkan dari semua aspek kehidupan manusia seperti pikiran dan juga fisik manusia. Jika rohani rusak, sudah pasti akan memberikan dampak kepada pikiran dan juga fisik. Oleh karena itu, rohani menjadi hal yang sangat penting. Demikian juga dengan penelitian ilmiah. Tidak akan ada penelitian yang mendalam dan memberikan impak yang luar biasa kepada ilmu pengetahuan jika rohani orang yang melakukan penelitian itu terganggu dan penuh dengan penyakit hati. Hal ini hanya dapat dicapai jika orang yang berpikir dengan dalam dan jernih tersebut mempunyai hati yang bersih. Cerdas secara akal dan rohani. Hal ini ditunjukkan oleh ilmuwan-ilmuwan ternama seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusd dan lain sebagainya. Mereka adalah ulama sekaligus ilmuwan. Dengan bertolak dari keyakinan ini, untuk bisa menghasilkan karya yang hebat dalam ilmu pengetahuan, bersihkanlah hati anda!

12

Pakar politik Salim Said menuding penyebab dari keributan politik yang terjadi saat ini adalah karena ambang batas presiden atau presidential treshold. Seperti diketahui saat ini ambang batas itu 20 persen suara DPR atau 25 persen suara sah nasional.

“Akibatnya kemungkinan mendapat presiden yang lebih baik, menjadi nyaris tak ada. Akibatnya menjadi tajam persaingan antara dua paslon,” kata Salim dalam Indonesia Lawyers Club, Selasa 26 Februari 2019. “Sehingga apa yang terjadi adalah perang total,” kata dia.

Kemudian yang selanjutnya, dia juga menilai penyebab keributan adalah masa kampanye yang sangat panjang. Sehingga ketika di masa-masa akhir, kedua kubu yang kelelahan menghalalkan segala cara.

11

Tahun politik. Pendirian saya adalah saya lebih baik diam. Siapalah saya, hanya rakyat biasa.

10

Orang bijak akan melihat permasalahan kepada substansi bukan hanya hal-hal yang remeh-temeh. Bercermin dari penilaian publikasi ilmiah seorang kawan di Indonesia.

9

Jika kehidupan hanya mengejar prestasi angka tanpa menyadari dan mengetahui apa hikmah dibalik angka tersebut, maka kehidupan tersebut akan kehilangan makna.

8

Maksud zikir

Subhanallah (سبحان الله)
Maksud literalnya adalah “Maha Suci Allah”. Jika dikaji dari sudut bahasa, kalimah “Subhaana” adalah membawa maksud tanzeeh, yakni penyucian dan pembersihan dari segala kekurangan dan kelemahan. Ia terdapat dalam beberapa tempat dalam al-Quran:
“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,” (al-Mu’minuun: 91)

“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).” (al-Qasas: 68)
Daripada ayat-ayat di atas, dapatlah kita simpulkan bahawa kalimah “Subhaanallah” adalah bermaksud Allah Subhaanahu Wata’ala adalah Suci dari segala kekurangan, kelemahan dan ketidak sempurnaan yang tidak layak bagiNya.
Justeru, apabila melafazkan kalimah “Subhaanallah” , seharusnya terlintas di dalam hati kita bahawa Allah Ta’ala itu Maha Agung, Maha Sempurna serta langsung tidak ada kekurangan atau kelemahan. Dari itu, akan lahirlah rasa bahawa diri kita ini adalah hamba yang
hina kerana kita ini serba kekurangan dan banyak membuat kesilapan. Lalu wajarlah Allah Taala itu disembah dan ditaati, dan kita pula langsung tidak layak untuk menderhakai Allah, walaupun sedikit.

Alhamdulillah (الحمد لله)
Maksudnya jelas lagi tegas, iaitu: segala pujian itu adalah bagi Allah. Hanya untuk Allah. Iaitu, segala ucapan pujian, kesyukuran dan penghargaan itu hanya layak bagi Allah, kerana Dialah yang menjadikan segala nikmat, dan segala perjalanan dunia ini dialah yang mengaturnya. Maka jika ada sesuatu yang menggembirakan, sememangnya yang paling layak untuk menerima pujian dan penghargaan adalah Allah, kerana dialah yang telah menetapkan segala-galanya.
Seharusnya apabila kita dipuji, sebaik-baiknya kita panjangkan terus pujian itu pada Allah dengan ucapan Alhamdulillah, kerana Dialah yang sebenarnya layak untuk pujian itu, dan dengan berbuat demikian boleh mengelakkan kita daripada takabbur dan bangga diri.

Dan tidak salah mengucapkan terima kasih sebagai tanda penghargaan sesama manusia, kerana sabda Rasulullah s.a.w.:
لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ

“Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, dia tidak bersyukur kepada Allah”(Hadith riwayat Ahmad, Abi Daud dan Turmuzhi)
Namun, harus diingat, bahawa ucapan syukur dan pujian sesama manusia adalah bersifat majaz (kiasan) semata-mata, kerana hakikatnya, Allah lah yang menjadikan segala-galanya. Justeru setiap kali kita memuji atau dipuji, haruslah kita ingat bahawasanya yang sebenar-benar layak bagi segala pujian adalah Allah, supaya kita tidak terjerumus dalam lembah kesyirikan dan takabbur.

Allahuakbar (الله أكبر)
Kalimah “Akbar” adalah dalam wazan tafdheel, justeru akbar bermaksud yang maha besar, yakni yang paling besar. Justeru kalimah Allahuakbar bermaksud, bahawasanya Allah lah yang paling besar, yang paling penting, dan paling mustahak. Tiada perkara lain yang lebih utama berbanding Allah Ta’ala. Segala perintah Allah mesti didahulukan dari segala urusan yang lain. Larangan Allah mestilah dijunjung dan diutamakan dari tuntutan dan pujuk rayu hawa nafsu. Justeru, Allah lah yang paling utama dan paling besar dalam alam ini, dan paling besar dalam kehidupan setiap hamba.

Berapa kali sudah kita menyebutnya, terutamanya dalam sembahyang. Siang dan malam. Bayangkanlah jika kalimah ini dihayati, sudah tentu di luar sembahyang pun, Allah jualah yang menjadi matlamat hidup dan prioriti utama dalam segala hal.

Mudah-mudahan selepas kita memahami dan memikirkan maksud kalimah-kalimah zikir ini, dapatlah kita menghayati zikrullah dan seterusnya memberi kesan kepada hati dan menambahkan keimanan.

7

Baru saja cukur rambut. Melihat cermin sewaktu rambut dicukur kelihatan sekali rambut sudah tidak lagi lebat, dan bahagian belakang yang sudah mulai botak walaupun uban masih beberapa helai. Tidak terasa umur sudah mendekati angka 50 tahun dan mengajarkan saya supaya ingat akan waktu, kematian dan pentingnya berbuat baik dalam menjalani umur yang tersisa.

6

Ketika dua orang datang kepada Nabi, untuk meminta jabatan, sabda Nabi: Kami tidak memberi jabatan orang yang memintanya, atau terlalu menginginkan untuk mendapatkannya. Jangan pilih orang yang terlalu mengebu-gebu menginginkan suatu jabatan. Lanjut sabda Nabi: Dua serigala lapar yang dibawa ke kandang kambing, tidak lebih berbahaya daripada dua orang yang satu menginginkan jabatan dan lainnya menginginkan harta.

5

Dengan jumlah teman sebanyak 2,582 orang dan 11 tahun menggunakan sosial media Facebook, saya merasakan dampak positif media ini. Pertama, mengingatkan saya akan kematian karena ramai teman-teman saya yang telah meninggal dunia yang akunnya masih bisa diakses. Kedua, mengingatkan bahwa pandangan, sikap dan cara bertutur setiap orang secara tulisan tidak sama. Ketiga, sadar bahwa banyaknya teman di Facebook tidak menjamin kehidupan sosial dan emosi akan menjadi lebih baik.

4

Seseorang yang arif akan memandang sesuatu dari tiga sudut pandang sekaligus, iaitu aspek logika (ilmu pengetahuan), emosional dan spiritual. Tidak berhikmahlah sesuatu itu tanpa nilai-nilai spiritual.

3

Tidak perlu iri dan marah dengan orang yang suka pamer prestasi, kehebatan, kekayaan dan kebahagiaan. Mungkin dia tidak cukup bahagia sehingga perlu pengakuan orang lain.

2

Orang-orang yang di belakang kedua calon presiden yang sedang memperebutkan kursi presiden mungkin tidak jauh berbeda. Tidak semua orang yang baik. Tetapi latar belakang dan track record kedua calon presiden tersebut jauh berbeda.

1

Selain tak boleh memaksa pilihan politik, kita juga dilarang menghujat, membully maupun menghina siapa pun yang berbeda pandangan dengan kita. Bahkan Baginda Nabi pernah berpesan sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah, sampai kepada setan yang nyata-nyata dilaknat oleh Allah, kita dilarang mencaci makinya. Padahal kita pasti semua sudah tahu, setan merupakan musuh kita bersama. Kita tetap tidak boleh mengumpat, mencaci maki dan lain sebagainya. Kepada setan, kita diperintahkan oleh Allah untuk meminta perlindungan darinya, tanpa harus mengutuk, menghina dan mencaci maki setan.

Kata Rasul:
لَا تَسُبُّوا الشَّيْطَانَ، وَتُعَوِّذُوْا بِاللهِ مِنْ شَرِّهِ
Artinya: Jangan kalian mencaci maki setan. Mintalah perlindungan Allah dari keburukannya.

Firman Allah dalam surat Al-An’am:
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ
Artinya: “Dan janganlah kalian memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah. Hal itu akan menjadikan mereka mengolok-olok Allah dengan memusuhi tanpa pengetahuan.” (QS Al-An’am: 108).