Google is Changing Your Brain

Walaupun Google dapat merubah otak dan cara berpikir kita, anekdot mengenai Einstein di bawah ini dapat menjadi pertimbangan mengenai “baik” dan “buruk”-nya teknologi Google. Link anekdot ini saya dapatkan dari komentar dari artikel mengenai “Google is Changing Your Brain

Ini anekdot mengenai Einstein (http://oaks.nvg.org/sa5ra17.html):

One of Einstein’s colleagues asked him for his telephone number one day. Einstein reached for a telephone directory and looked it up. “You don’t remember your own number?” the man asked, startled. “No,” Einstein answered. “Why should I memorize something I can so easily get from a book?”

Selamat menempuh hidup baru untuk Novia Meirita

Selamat untuk Novia Meirita Nasiruddin, pensyarah matematik UTM, yang telah melangsungkan pernikahannya pada 30 Juli 2011 di Kuala Lumpur. Semoga menjadi keluarga yang sakinah. Ayah Novia, Drs. Nasiruddin, MA, adalah teman ayah saya, Nur Anas Djamil, sewaktu di sekolah menengah dan menjadi dosen di Institut Keguruan dan Ilmu Pendididikan (IKIP) Padang. Pak Nasiruddin merupakan pensyarah matematik yang berkhidmat di UTM ketika UTM masih bernama ITK (Institut Teknologi Kebangsaan) pada awal institut ini didirikan pada tahun 1972 sampai beliau pensiun di UTM pada tahun 1986. Sebelum menjadi pensyarah di UTM, beliau sempat menjadi guru di Sekolah Menengah Ismail Petra (SMIP) di Kota Bharu, Kelantan. Sebelum berhijrah ke Malaysia, Pak Nasiruddin adalah Dekan di IKIP Padang.

Persatuan Kebajikan Minang Johor

Paragraf di bawah ini saya ambil dari sebuah website (yang di tulis oleh Wisran Hadi):

Sewaktu akan pergi merantau, ibu Malin Kundang berpesan: “Malin, jangan lah kamu merantau Cina. Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri awak, lebih baik juga negeri awak”. Malin Kundang mengangguk mengiyakan. Tapi sewaktu orang-orang Cina sudah mulai membeli tanah pusaka kami, ibuku segera mengirim surat kilat khusus yang isinya: “Malin, merantaulah seperti Cina!. Beli tanah dimana saja. Tanah pusaka kita ternyata telah dikapling-kapling mereka!”.

Walaupun telah merantau Cina, ternyata banyak anak-anak Minang yang masih mempunyai ikatan yang kuat dengan tanah leluhur. Kesan inilah yang saya rasakan ketika saya diundang oleh Persatuan Kebajikan Minang Johor dalam acara pengangkatan 5 ninik mamak di daerah Johor Bahru oleh pengurus persatuan ini di Kampung Melayu Majidee. Persatuan Kebajikan Minang Johor mempunyai anggota lebih dari seribu orang. Profesi daripada sebahagian besar anggotanya adalah pedagang.

280720111255

Manusia itu bukan robot

work-life-balanceTulisan ini adalah renungan dan pencerahan yang berguna untuk saya pribadi dan mungkin bagi orang yang sempat membacanya.

Baru saja saya menemukan artikel di wikipedia yang menarik mengenai kehidupan yang seimbang dalam hidup (work–life balance). Manusia perlu hidup seimbang. Dalam artikel tersebut disebut bahwa keseimbangan kehidupan kerja adalah konsep yang luas termasuk memprioritaskan yang tepat antara “bekerja” (karir dan ambisi) di satu sisi dan “hidup” (kesehatan, kesenangan, waktu luang, keluarga dan spiritual) di sisi lain.

Dalam bahagian lain di artikel tersebut juga dinyatakan bahwa institusi haruslah menyadari betapa pentingnya keseimbangan hidup dan kerja untuk menghasilkan produktivitas dan kreativitas dari karyawan mereka. Penelitian oleh Kenexa Research Institute pada tahun 2007 menunjukkan bahwa institusi yang memperhatikan keseimbangan antara ‘bekerja” dan “hidup” tidak akan ditinggalkan oleh pekerjanya. Manusia itu bukan robot: bekerja, bekerja dan bekerja. Apalagi bekerja untuk kepentingan individu atau atasan, bukannya untuk kepentingan institusi atau komuniti.

Reciprocity trick

Trik dalam hubungan timbal balik (reciprocity trick) didasarkan kepada balas budi. Sebagai contoh, apabila kita memberikan sesuatu kepada orang lain, maka, orang yang diberi tersebut merasa berkewajiban untuk membalas budi. Ternyata trik ini juga dijumpai juga pada simpanse (Frans B. M. de Waal, Scientific American, April 2005, pp.73-79)

Menurut penelitian terhadap simpanse tersebut, terdapat tiga reciprocity mechanisms yang berbeda terhadap kawan dekat, manusia/hewan yang tidak dikenal dan manusia/hewan dengan hubungan profesional. Nah, berdasarkan ini, dapatlah dirasakan bagaimana sebenarnya hubungan kita dengan orang lain.