Manusia itu bukan robot

work-life-balanceTulisan ini adalah renungan dan pencerahan yang berguna untuk saya pribadi dan mungkin bagi orang yang sempat membacanya.

Baru saja saya menemukan artikel di wikipedia yang menarik mengenai kehidupan yang seimbang dalam hidup (work–life balance). Manusia perlu hidup seimbang. Dalam artikel tersebut disebut bahwa keseimbangan kehidupan kerja adalah konsep yang luas termasuk memprioritaskan yang tepat antara “bekerja” (karir dan ambisi) di satu sisi dan “hidup” (kesehatan, kesenangan, waktu luang, keluarga dan spiritual) di sisi lain.

Dalam bahagian lain di artikel tersebut juga dinyatakan bahwa institusi haruslah menyadari betapa pentingnya keseimbangan hidup dan kerja untuk menghasilkan produktivitas dan kreativitas dari karyawan mereka. Penelitian oleh Kenexa Research Institute pada tahun 2007 menunjukkan bahwa institusi yang memperhatikan keseimbangan antara ‘bekerja” dan “hidup” tidak akan ditinggalkan oleh pekerjanya. Manusia itu bukan robot: bekerja, bekerja dan bekerja. Apalagi bekerja untuk kepentingan individu atau atasan, bukannya untuk kepentingan institusi atau komuniti.

Reciprocity trick

Trik dalam hubungan timbal balik (reciprocity trick) didasarkan kepada balas budi. Sebagai contoh, apabila kita memberikan sesuatu kepada orang lain, maka, orang yang diberi tersebut merasa berkewajiban untuk membalas budi. Ternyata trik ini juga dijumpai juga pada simpanse (Frans B. M. de Waal, Scientific American, April 2005, pp.73-79)

Menurut penelitian terhadap simpanse tersebut, terdapat tiga reciprocity mechanisms yang berbeda terhadap kawan dekat, manusia/hewan yang tidak dikenal dan manusia/hewan dengan hubungan profesional. Nah, berdasarkan ini, dapatlah dirasakan bagaimana sebenarnya hubungan kita dengan orang lain.