Grigori Perelman

Grigori Perelman, matematikawan sejati yang puas dengan pencapaian dirinya sendiri tanpa perlu pengakuan dari orang lain. Jauh dari sifat pamer dan narsis seperti saintis yang saya temui disekeliling saya, yang prestasi akademiknya sebenarnya semu.

Grigori Perelman membuktikan Poincare conjecture dan kemudian menolak hadiah satu juta dolar (Millennium Prize). Dia adalah satu-satunya matematikawan yang telah menolak Fields Medal pada tahun 2006.

Sukar untuk dipahami mengapa beliau menolak Fields Medal. Hadiah itu tidak berarti bagi Grigori Perelman karena motivasinya adalah hanya untuk memecahkan masalah yang sangat penting yang tidak bisa diselesaikan orang lain selama lebih dari seratus tahun. Dia satu-satunya orang yang mendedikasikan diri, praktis dalam isolasi selama 7 tahun untuk memecahkam masalah matematika ini. Tidak ada yang lebih penting baginya dari memecahkan masalah matematika. Dia benar-benar tidak peduli tentang uang atau ketenaran. Jadi, bagi pandangan kita, dia adalah pria yang sangat aneh. Perelman digambarkan sebagai orang yang sangat jujur oleh orang-orang yang mengenalnya sejak dia remaja.

Apakah kita juga jujur seperti Grigori Perelman?

Rujukan
https://www.quora.com/Why-did-Grigori-Perelman-refuse-the-Fields-Medal
https://en.wikipedia.org/wiki/Grigori_Perelman

Sosok inspiratif – misterius

Dr. Agung Budiyono, sosok yang saya pikir dapat menjadi inspirasi bagi ilmuwan di tanah air. Beliau jauh dari berita di media massa, bahkan cenderung menutupi diri, jauh dari popularitas. Bahkan, afiliasi papernya adalah alamat rumah dikampungnya di Pati, Jawa Tengah. Tahun 2017 baru saja menerbitkan paper dalam bidang yang sukar, iaitu Quantum Physics, di Nature Communications. Di bawah ini adalah profil dan dua paper beliau, dan juga tulisan mengenai beliau yang ditulis oleh seseorang yang mengenali beliau di Facebook. Siapa tahu, mungkin nanti saya dapat berjumpa dengan beliau.

http://edelstein.huji.ac.il/people/center-reserchers/agung-budiyono