Only hear the good stuff

The advertisement entitled “Only Hear the Good Stuff” won several advertising awards namely – “Ad Fest 2004 Bangkok”, “Hong Kong Media Award 2004 & Creative Circles Award 2003”.

Iklan yang menarik, yang menurut saya mengajarkan kita untuk mendengar, melihat dan membaca hal-hal yang baik saja. Memang perlu juga mengetahui hal-hal yang tidak baik dan tidak boleh dilakukan, namun jika informasi yang kita dengar, lihat dan baca adalah selalu mengenai hal-hal yang tidak baik, tentu lambat-laun kita akan dipengaruhi olehnya. Lambat laun kita akan biasa dengannya, walaupun pada awalnya hal tersebut kita anggap buruk dan negatif. Akibatnya adalah, kita menjadi sukar membedakan mana yang baik dan tidak baik.

So, please (only) hear, see and read a good stuff.

About number and indicator

Number, mumber, number and number.

Number, number, number and number.

When the numbers started to be an indicator in many aspects of life then there is a tendency that the meaning to all things is judged by numbers. When things are judged by the numbers then the meaning of human life is reduced to the numbers.

The use of numbers to measure something physical is valid. This is not wrong. However, this is going wrong when we use a number as an absolute judgment to evaluate the humanity. This phenomenon that often occurs in our daily life. It is dangerous when human life and the meaning of life only judge from point of view of a number. The number can be easily manipulated.

Dimensi kehidupan

Penjelasan mengenai dimensi kehidupan dan Tauhid sebagai seorang muslim oleh Bang Imad (Dr. Ir. Muhammad Imaduddin Abdulrahim) yang banyak memberikan kesadaran kepada orang yang membaca dan mendengarkan kuliah-kuliah beliau. Beliau lahir di Tanjung Pura, Langkat, 21 April 1931 – meninggal di Jakarta, 2 Agustus 2008 pada umur 77 tahun. Beliau adalah mantan pensyarah Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Kebangsaan (ITK) yang sekarang adalah Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada awal tahun 1970-an. Kuliah dan buku beliau mencerahkan saya dalam memandang kehidupan ini. Apalagi bulan ini adalah bulan ramadhan. Kita wajib mensyukuri nikmat hidup, kemerdekaan dan hidayah yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Tujuan hidup ini adalah mencari keridhaannya dan menjadi ulul albab dan mendapatkan al-hikmah. Terima kasih Bang Imad!

Biografi Bang Imad dapat dibaca di website berikut ini:
Rifki Rosyad, “A quest for true Islam”, Australian National University, 1995.

Kata kunci: hidup (nafsu dan akal), kemerdekaan (akal dan rasa), hidayah (ilmu dan iman).

Psikologi dari publikasi ilmiah

Sudah semua maklum dan mengetahui bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Dalam tulisan ini, saya ingin mengaitkan perilaku dengan publikasi ilmiah. Publikasi ilmiah adalah tulisan ilmiah yang dipublikasikan oleh manusia yang melakukan penelitian. Biasanya publikasi ilmiah ini diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah. Ada jurnal ilmiah yang ternama dan ada pula jurnal yang hanya sekadar untuk menampung tulisan-tulisan ilmiah yang tujuan dipublikasikannya adalah hanyalah untuk keperluan bukan ilmiah. Idealnya, tujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian adalah untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan juga untuk mengembangkan ilmu itu sendiri. Namun, sekarang ini, itu bukan menjadi tujuan yang utama. Kadang-kadang hanya untuk menaikkan prestige universitas. Ada yang namanya impact factor dan h-index, yang merupakan istilah yang dipakai untuk keperluan bibliografi. Jujur saja, saya tidak mengenal istilah ini sewaktu saya postdoc di Hokkaido University tahun 1999-2002. Pada waktu itu, hal yang saya pikirkan adalah bagaimana membuat penelitian dengan sebaik-baiknya dan mempublikasikan di jurnal yang dikenal.

Melihat perkembangan saat ini, universitas-universitas di negara-negara berkembang lambat laun ingin meningkatkan profile universitas mereka sehingga menjadi universitas yang dikenal. Salah satu caranya adalah mengikut kriteria ranking yang ditetapkan oleh badan-badan tertentu, yang sebahagian dari badan-badan tersebut adalah perusahaan swasta, contohnya adalah QS Quacquarelli Symonds Limited. Sudah pasti tujuan utama dari perusahaan swasta ini adalah mendapat keuntungan finansial. Caranya adalah, mereka menetapkan kriteria ranking, dan universitas-universitas yang ingin masuk ranking mengikut program-program yang dibuat oleh perusahaan ini, yang biasanya mahal, untuk meningkatkan ranking mereka. Salah satu kritera dari ranking adalah jumlah dan juga citation dari publikasi ilmiah. Alhasil, banyak strategi dan upaya dilakukan, diantaranya adalah dengan memberikan reward oleh universitas. Contohnya adalah dengan insentif berupa uang dan kenaikan pangkat atas hasil publikasi ilmiah.

Alhasil, hal ini memberikan dampak yang saya pikir tidak begitu sehat dalam dunia pendidikan tinggi, dan juga mengubah perilaku. Tidak dipungkiri, ada yang menjadi lebih baik, dan ada juga sebaliknya. Ini yang saya sebut sebagai psikologi dari publikasi ilmiah. Semua orang berlomba-lomba untuk mengejarnya. Ada yang ‘licik’ dan ada pula yang ‘idealis’. Sifat ‘licik’ dan ‘idealis’ dapat dengan mudah dilacak dari profile publikasi mereka melalui Google Scholar, Scopus dan juga Researcherid. Salah satu kelicikan yang mudah nampak dari publikasi diantaranya adalah, ‘self-citation‘ dan mempublikasikan hasil penelitian yang mirip-mirip di berbagai jurnal (untuk meningkatkan jumlah). Karakter seseorang dapat terbaca dari psikologi dari publikasi ilmiah ini. Ada beberapa orang yang saya kenal yang karakternya sangat tepat digambarkan oleh cara mereka publikasi.

My new year’s resolution in 2013

Tomorrow, we will leave in 2012. Age increases. Hair is reduced. Hope to live longer in this world is decreasing. Measurable results and performance for the year 2012 was quite satisfactory, if viewed from the worldly aspects. Four times invited as a keynote speaker at international seminars in Indonesia and the United States. Twelve scientific publications with the cumulative impact factor are 25. Guiding twenty PhD students and two MSc students. But there are some questions that need to be answered in order to get a reward from Allah SWT and bring benefit to mankind.

Are all of these achievements started with good intentions, not to expect financial rewards, power, or just to show off?

Is all of this will bring benefits to the people?

To be honest, the answer is no.

Based on the above considerations and as noted on the front page of this website, the following is my resolution for next year.

The most important thing in my life is to be a good person. I will try to be a better person in 2013 and follow the following guideline: How to become a good person.

Sadar akan singkatnya hidup di dunia

Gambar di atas sangat tepat menggambarkan kehidupan ini. Seandainya semua orang di dunia sadar bahwa hidup di dunia ini singkat, mungkin hidup ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kebaikan. Namun tidak begitu adanya. Keserakahan akan prestasi dan prestise duniawi tetap merupakan bagian dari kehidupan ini. Nasehat untuk diri sendiri, yang (secara rata-rata umur manusia) telah menghabiskan lebih dari 50% kesempatan hidup di dunia ini. Walaupun kita tidak pernah mengetahui kapan ajal sampai.