Only hear the good stuff

The advertisement entitled “Only Hear the Good Stuff” won several advertising awards namely – “Ad Fest 2004 Bangkok”, “Hong Kong Media Award 2004 & Creative Circles Award 2003”.

Iklan yang menarik, yang menurut saya mengajarkan kita untuk mendengar, melihat dan membaca hal-hal yang baik saja. Memang perlu juga mengetahui hal-hal yang tidak baik dan tidak boleh dilakukan, namun jika informasi yang kita dengar, lihat dan baca adalah selalu mengenai hal-hal yang tidak baik, tentu lambat-laun kita akan dipengaruhi olehnya. Lambat laun kita akan biasa dengannya, walaupun pada awalnya hal tersebut kita anggap buruk dan negatif. Akibatnya adalah, kita menjadi sukar membedakan mana yang baik dan tidak baik. Hindari gosip dan fitnah yang disebar melalui mulut ke mulut dan media sosial karena tidak semua orang mempunyai niat baik.

So, please (only) hear, see and read a good stuff.

Ambisius dan etika

Renungan pagi ini, setelah menerima e-mail dari seseorang kawan baik.

Sudah sejak lama saya memperhatikan orang-orang ambisius yang saya kenal dengan baik. Orang ambisius ini biasanya pekerja keras dan sangat opportunist, walaupun saya mengenal beberapa orang ambisius yang tidak seperti ini. Sesuai dengan pengertian opportunist, iaitu seseorang yang memanfaatkan semua peluang untuk keuntungan diri sendiri, maka orang ambisius ini seringkali terjebak dengan melakukan pekerjaan yang tidak beretika.

Wallahu A’lam Bishawab

Perlukah kita berhijrah?

Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah untuk mewujudkan masyarakat yang lebih beradab. Masyarakat yang beradab, atau disebut sebagai masyarakat madani, adalah masyarakat yang menghargai prestasi, musyawarah dan manusiawi. Dalam bahasa arab perkataan “madaniyah” juga mempunyai arti peradaban. Untuk menjadi madani atau beradab pemimpin mesti menyediakan ruang yang bebas sebagai sarana mengemukakan pendapat warganya, dan juga mendengar pendapat warganya. Disamping itu, perlunya diwujudkan keadilan dalam mengambil keputusan penting yang melibatkan nasib warganya. Tanpa unsur-unsur ini ada baiknya kita memikirkan untuk berhijrah.

Educate your students to become intellectual and independent

I am a lecturer. Sometimes, I saw many of my colleagues who works as a lecturer forget that as educators, they need to know that the character of each student is not the same. They are unique individuals. They are different because they come from diverse backgrounds. We forget that we need to respect and appreciate the uniqueness of the individual and strive to explore the personality of the individual so that they can excel. We need to create an environment that promotes personal value and uniqueness, respect, honesty, involvement, and expectations. We need to teach our students to become independent.

Sometimes, due to the purpose of generating the numbers, such as the impact factor, h-index, the promotion, all for the short-term goal, we sacrifice long-term goals in educating people. Please train our students to become independent, creative, and have moral integrity. Do not make the student an object that is used not to make them intellectual, but for the artificial success, that is only beneficial for the lecturers and the prestige of the university.

Ajari muridmu menjadi orang yang merdeka

Saya seorang dosen. Kadang-kadang saya melihat, banyak diantara teman-teman saya yang berprofesi sebagai dosen lupa, bahwa sebagai pendidik mereka perlu mengetahui bahwa karakter setiap mahasiswa yang dibimbing itu tidak sama. Individu yang unik. Mereka berbeda karena datang dari latar belakang yang berbeda-beda. Kita lupa, bahwa kita perlu menghormati dan menghargai keunikan individu, dan berusaha untuk mengekplorasi kepribadian individu tersebut supaya mereka dapat berprestasi. Kita perlu menciptakan lingkungan yang mempromosikan nilai pribadi dan keunikan, rasa hormat, kejujuran, kemandirian, keterlibatan dan harapan. Kita perlu mengajari murid-murid kita menjadi orang yang merdeka.

Kadang-kadang, hanya karena untuk menghasilkan angka-angka, seperti impact factor, h-index, naik pangkat dan lain sebagainya, yang hanya bersifat jangka pendek, kita mengorbankan tujuan jangka panjang dalam mendidik manusia. Menjadikan murid-murid kita menjadi orang yang merdeka, kreatif, dapat berpikir sendiri dan mempunyai integriti moral yang tinggi. Jangan jadikan mahasiswa sebagai objek yang dimanfaatkan bukan untuk membuat mereka menjadi intelektual dan bermoral, tetapi untuk keberhasilan yang semu, iaitu untuk kepentingan prestise diri dan universitas. Kita tidak akan menjadi maju karena ini.