Mengabdi untuk kemanusiaan

Tanggal 26 Juli 2008 saya diundang oleh Persatuan Pelajar Indonesia, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) untuk memberikan motivational talk kepada mahasiswa baru (17 orang) yang berasal dari Indonesia — yang juga dihadiri oleh mahasiswa veteran. Saya bercerita kepada mereka bahwa mereka yang diterima di UTM adalah orang yang sangat beruntung, karena telah menyisihkan sekitar 150 lamaran. Mereka harus mensyukuri hal tersebut dengan cara belajar keras untuk mencapai cita-cita mereka. Ah.. nampaknya topik yang biasa saja.

Yang menarik adalah ketika sesi dialog. Seorang mahasiswa bertanya kepada saya: “Sebagai orang Indonesia yang telah bekerja di luar negeri lebih dari 10 tahun, apa yang telah bapak sumbangkan untuk Indonesia?” Ini juga pertanyaan klasik yang banyak didiskusikan sejak lama. Istilah yang populer untuk itu adalah brain drain. Saya menjawab dengan fakta; walaupun saya bekerja disini, hampir semua mahasiswa program doktor yang saya bimbing berasal dari Indonesia. Hal yang sukar saya lakukan jika saya menjadi dosen di Indonesia. Nah.. untuk kasus ini, istilah yang mungkin tepat adalah brain gain.

Saya mempunyai prinsip bahwa “bumi Allah SWT ini luas dan sebagai hambanya kita harus memikirkan kontribusi kita kepada kemanusiaan — yang semua ini adalah didasarkan kepada pengabdian kepada-Nya“. Dengan begitu hidup kita akan lebih bermakna.

Siapa saya

Seperti yang anda sudah duga, nama saya Hadi Nur, profesor disalah satu perguruan tinggi di Malaysia. Untuk mengenal saya lebih jauh silahkan cari situs saya di ‘google‘ dengan cara mengetik nama saya di mesin pencari tersebut. Di bawah ini adalah foto di kantor saya di Universiti Teknologi Malaysia (2007).

5319421170_e6ca6683f1