Cerita seputar demam berdarah (Dengue fever)

[Klik gambar untuk melihat lebih banyak foto]

[17 May 2013] Pada sore hari, merasa demam dan sakit kepala disertai dengan sakit pada semua persendian badan.

[18 May 2013] Pergi ke Klinik Penawar di Taman Sri Pulai karena demam yang tidak kunjung turun. Dokter menyarankan untuk memeriksa darah karena kemungkinan terkena virus denggi (dengue virus).

[19 May 2013] Pergi ke Pakar Putri Hospital untuk memeriksa darah. Positif terkena virus denggi. Panas dan sakit kepala masih belum hilang. Di suruh oleh dokter untuk di rawat di hospital. Masih sempat menyelesaikan proposal German – Malaysian Technology Centre yang ditugaskan oleh UTM.

[20 May 2013] Masih datang ke kampus menjadi penguji mahasiswa PhD. Pagi di Faculty of Health Science & Biomedical Engineering dan sore di School of Postgraduate Studies. Demam sudah mulai turun karena sudah masuk tahap “critical” pada hari ini. Demam yang disebabkan virus denggi terdiri dari tiga tahap, yaitu “febrile”, “critical” dan “recovery”. Tahap “febrile” biasanya disertai panas yang tidak turun-turun, selama tiga hari. Pada tahap “critical”, tahap yang paling berbahaya, suhu tubuh dan “platelet count” turun.

[21 May 2013] Masuk Hospital Besar Sultanah Aminah (HBSA). Jam 11 malam diperiksa darah. “Platelet count” turun dari 158,000 platelets per microliter menjadi 99,000. Jam 4 pagi masuk ward. Walaupun berhak masuk kamar kelas satu, karena tidak ada ward kosong dimasukkan ke ward biasa. Terpaksa tidur di lorong karena tidak ada tempat tidur yang kosong. Sore hari minta keluar dari HBSA karena tidak mendapatkan pelayanan yang sewajarnya di HBSA. Malam hari pindah ke Hospital Sultan Ismail dan mendapatkan pelayanan yang jauh lebih baik. Alhamdullilah, “platelet count” naik menjadi 102,000 platelets per microliter. Malam itu juga langsung diminta pulang oleh Dokter karena telah melewati tahap “critical”.

[22 May 2013] Periksa darah di klinik UTM. “Platelet count” naik menjadi 114,000 platelets per microliter. Tahap “recovery” dimulai. Jabatan Kesihatan datang untuk “fogging” rumah di Jalan Meranti, Taman Sri Pulai.

[23 – 24 May 2013] Istirahat di rumah, walaupun masih belum ada selera makan.

Huda Nur – Kakak yang tidak pernah bertemu

# إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ #

Huda Nur
Lahir 12 Mei 1967 – 2 Shafar 1387 (Kamis) dj. 10.00 WIB
Wafat 24 Djan 1968 – 24 Sjawal 1387 (Rabu) dj. 16.15 WIB
Di RSUP Bukitinggi

Sejak lahir s/d 19 Djan 1968 setahu keluarganya belum pernah sakit. Umur 7 bln telah kuat menelungkup dan merasa senang duduk dengan pertolongan atas pangkuan. Karena kesehatannya yang baik tidak menyusahkan keluarganya. Mudah ketawa biasa bersuara sendiri karena riang. Tgl 19 Djan 68 mentjret, besoknya sekali2 disertai muntah. Petang minggu 20-1-68 telah diobati sebelum kedokter dgn beras rendang dan ubat udanya dari dokter. Tgl 22-1-68 ke dokter Suhadi. Tgl 23-1-68 kembali ke Suhadi untuk disuntik. Tgl 24-1-68 hari Rabu ke dokter Jasmiar karena sakitnya semakin bertambah. Petang selasa stuip 2 x dj. 1.00 dan dj. 4.00. Hari Rabu stuip kembali dj. 8.00 dj 9.00 ke Jasmiar. Dj 10.00 stuip lagi dan lebih lama / mengchawatirkan. Dj. 11.30 ke RSU B.Tinggi dikasi obat tetes kelidahnya anti kram 1 x 5 menit dan obat indjeksi segera dibeli di apotik luar. Dj. 16.15 wafat dihadiri oleh orang tua dan kedua udanya.

(Keterangan di bawah foto)
Gambar Huda Nur tgl 31-12-67 bertepatan dengan hari berlimau akan memasuki Ramadhan
54 hari sebelum wafat.

Catatan:
Menurut keterangan dokter, Huda Nur meninggal dunia karena meningitis.

My new year’s resolution in 2013

Tomorrow, we will leave in 2012. Age increases. Hair is reduced. Hope to live longer in this world is decreasing. Measurable results and performance for the year 2012 was quite satisfactory, if viewed from the worldly aspects. Four times invited as a keynote speaker at international seminars in Indonesia and the United States. Twelve scientific publications with the cumulative impact factor are 25. Guiding twenty PhD students and two MSc students. But there are some questions that need to be answered in order to get a reward from Allah SWT and bring benefit to mankind.

Are all of these achievements started with good intentions, not to expect financial rewards, power, or just to show off?

Is all of this will bring benefits to the people?

To be honest, the answer is no.

Based on the above considerations and as noted on the front page of this website, the following is my resolution for next year.

The most important thing in my life is to be a good person. I will try to be a better person in 2013 and follow the following guideline: How to become a good person.