Sang Pemimpin

Seorang pemimpin semestinyalah lebih mengutamakan kepentingan bersama, iaitu kepentingan organisasi atau kumpulan yang dipimpinnya. Apa yang kudengar hari ini adalah contoh dari pemimpin yang jelas-jelas mempunyai agenda untuk mengambil keuntungan yang lebih untuk diri sendiri dan orang terdekatnya. Memuakkan memang, tapi inilah dunia, semua orang ingin menang dan mencapai tujuan duniawi.

Tak pernah agaknya

Tak pernah agaknya, dunia memberi kita kebahagiaan yang menyeluruh. Setiap satu jenis keberuntungan, hasil perjuangan seumur hidup, bisa digenggam secara penuh, ditempat lain ada saja bagian yang rontok bahkan sukses yang diperoleh pada akhirnya kehilangan daya pesona – bukan saja tidak sehebat yang dibayangkan semula tapi juga makin menurun kadar kenikmatannya – selama kita percaya melulu kepada dunia dan tertambat disana.

(Dikutip dari Majalah TEMPO (terbit sekitar tahun 1980-an), yang sengaja saya ketik ulang, yang menceritakan sejarah hidup Howard Robard Hughes, Jr.; tokoh bisnis Amerika, investor, penerbang, insinyur, produser film, sutradara, dan dermawan)

World’s Greatest Physicists, Geniuses Meet in 1927

Solvay Conference 1927
First row: Irving Langmuir, Max Planck, Marie Curie, Hendrik Lorentz, Albert Einstein, Pierre Langevin, Charles Eugene Guye, C. T. R. Wilson, Owen W. Richardson
Second row: Peter Debye, Martin Knudson, W. Lawrence Bragg, Hans Kramer, Paul Dirac, Arthur Compton, Louis de Broglie, Max Born, Niels Bohr
Third row: Auguste Piccard, Émile Henriot, Paul Ehrenfest, Edouard Herzen, Théophile de Donder, Erwin Schrodinger, Jules-Emile Vershaffelt, Wolfgang Pauli, Werner Heisenberg, Ralph Howard Fowler, Leon Brillouin
Absents:
Sir W. H. Bragg, H. Delandres et E. Van Aubel