Kualitas pemikiran

Setiap hari saya selalu bertemu dan berbicara dengan orang. Di kampus, saya selalu berbicara dan berdiskusi dengan mahasiswa dan juga kawan-kawan sesama pensyarah atau dosen. Dengan mahasiswa, saya selalu mempengaruhi mereka untuk berpikir dan dan bertindak dengan baik.

Di bawah ini adalah gambaran bahwa kualitas pemikiran kita yang sangat dipengaruhi oleh kesadaran supra dan juga alam bahwa tidak sadar, yang berupa intuisi, kekuatan spritual, pengalaman masa lalu dan kebiasaan seseorang. Kesadaran supra akan memberikan inspirasi kepada kesadaran, dan alam bawah tidak sadar memberikan proyeksi kepada kesadaran dan pemikiran. Inspirasi adalah proses yang dirangsang secara mental untuk melakukan hal-hal yang kreatif. Suasana mental yang baik sangat diperlukan, dan ini mesti difasilitasi oleh suasana dan lingkungan yang kondusif.

kualitas pikiran .png

Namun, inspirasi dan proyeksi tidak akan berjalan dengan baik jika pikiran dan hati kacau, yang disebut sebagai mekanisme yang menghambat (inhibitory mechanism). Gangguan mental dan kesehatan adalah faktor yang menyebabkan hambatan ini.

Untuk mendapatkan kualitas pemikiran yang baik, kita mesti mempunyai kekuatan spritual dan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Buang atau jauhi kebiasaan-kebiasaan yang buruk, karena secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi kualitas pemikiran kita.

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya mengasah penalaran logika semata-maya tetapi juga mengasah kekuatan spiritual. Publikasi dari Gerd Gigerenzer di bawah ini dapat dirujuk. Dikatakan bahwa “intuition is the highest form of intelligence“.

Rujukan

https://www.forbes.com/sites/brucekasanoff/2017/02/21/intuition-is-the-highest-form-of-intelligence/#7e43b4c93860
Gerd Gigerenzer, “Gut Feelings: The Intelligence of the Unconscious”, Penguin (Non-Classics) (2008)

 

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.