Tun Mahathir dan keikhlasan

Dunia sudah tahu bahwa Malaysia sekarang dipimpin oleh Tun Mahathir Mohamad. Saya terharu melihat Tun Mahathir yang sudah berumur 92 tahun kembali memimpin Malaysia. Manusia seumur beliau tidak sepatutnya bekerja berat. Beliau berkata, apa yang terjadi sekarang mungkin akibat dari kesalahan beliau pada masa dulu dan keadaan masa sekarang. Tidak terasa meleleh air mata ini. Bukan nalar dan logika, tetapi hati yang disentuh. Kemenangan Tun Mahathir dalam pilihan raya ke-14 disebabkan karena keikhlasan dan tanggung jawab beliau memperbaiki keadaan. Keikhlasan beliau terlihat dengan jelas.

Di bawah ini saya letakkan lagi tulisan mengenai keikhlasan yang saya tulis dalam blog ini pada 16/12/2017 yang mungkin berkaitan dengan peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini Malaysia.

Prof. Damardjati Supadjar (almarhum, Universitas Gadjah Mada) menyatakan bahwa “Hidup ini seperti matematika, dan kita harus belajar dari angka nol. Kalau diperhatikan, selama manusia hidupnya hanya menjumlah atau menambah, misalnya tambah harta, tambah anak, atau tambah jabatan, niscaya hidupnya tidak akan cepat menuju kesempurnaan, menuju ‘infinitum’ (ketidakterbatasan). ‘Infinitum’ diperoleh jika manusia melakukan pembagian dengan angka nol. Dan angka nol itu, dalam bahasa agama, sama dengan ikhlas. Artinya, hidup itu harus ikhlas, niscaya kita bisa segera mencapai infinitum.”

infinitum.png

Rujukan
https://www.merdeka.com/peristiwa/kenangan-pemikiran-filsafat-dan-humor-damardjati-supadjar.html

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.