Prof. Dr. Bunsho Ohtani

Seorang guru akan mempengaruhi tanpa batas waktu; dia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti.

Prof. Bunsho Ohtani mentor saya di Hokkaido University (1999-2002) akan berada di UTM selama seminggu. Saya adalah postdoc pertama di laboratorium beliau. Secara akademik, beliau sudah punya cucu di UTM, karena Dr. Sheela Chandren, mahasiswa MSc saya di UTM, lulus PhD di bawah bimbingan beliau di Hokkaido University pada tahun 2012. Dari penampilan, beliau banyak berubah sejak saya bertemu beliau pada tahun 2009, sekarang lebih kurus. Beliau banyak mempengaruhi cara saya memandang sains. Beliau adalah saintis sejati. Terima kasih sensei, karena telah mendidik saya.

Beliau juga bercerita mengenai sejarah penelitian katalisis di Jepang yang di mulai di Hokkaido University pada tahun 1940-an, tempat beliau dan saya melakukan penelitian. Tokoh penting dalam cerita beliau adalah Prof. Michael Polanyi, yang bekerjasama dengan Prof. Horiuti dari Research Institute for Catalysis di Hokkaido University, yang merupakan guru kepada Prof. T. Kagiya yang bekerja di laboratorium Prof. Fukui (penerima hadiah nobel kimia tahun 1981) di Kyoto University.  Prof. T. Kagiya adalah guru Prof. Ohtani di Kyoto University.

Tanpa peranan Prof. Michael Polanyi, saya tidak akan seperti sekarang, kata Prof. Ohtani. Dan saya tidak akan seperti sekarang jika saya tidak postdoc di Hokkaido University dengan beliau. Di bawah ini adalah sejarah penelitian katalisis di Jepang yang ditulis oleh Dr. John Happel, New York University, yang diterbitkan di C&EN pada 30 Mei 1966.

Fundamental Catalysis Reserach in Japan [PDF]

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.