Hiduplah dengan cara sederhana

Einstein pernah berkata “… plain living is good for everybody, physically and mentally …”,”a calm and modest life brings more happiness than pursuit of success combined with constant restlessness, dan ada pula yang mengatakan too good is not good yang artinya menjalani hidup dengan cara sederhana baik untuk kesehatan mental dan juga fisikal, dan untuk kehidupan yang bermakna. Zaman sekarang, dalam kehidupan yang semakin kompleks, yang banyak tekanan, sebenarnya manusia ingin mencari kehidupan yang bermakna. Salah satu cara untuk mencari makna tersebut adalah dengan menjalani hidup dengan cara sederhana — yang jauh dari keinginan-keinginan yang selalu datang dan tidak terpenuhi — yang akhirnya menjadi keserakahan, yang disebut sebagai “hedonic treadmill“. Hedonic treadmill adalah kecenderungan manusia segera kembali ke tingkat kebahagiaan yang relatif stabil meskipun ada kejadian positif atau negatif dalam kehidupannya. Sebagai contoh, kebahagiaan hanya terasa sebentar saja ketika kita mencapai sesuatu, dan akan berkurang dan terasa biasa saja setelah beberapa waktu — sehingga orang selalu mengejar kebahagiaan tersebut, seperti berjalan di treadmill, tidak pernah habis-habisnya.

himav9s

171024-einstein-note-ac-840p_db0ad9f97749ff3d993e02a0beacd770-nbcnews-ux-2880-1000

Di bawah ini adalah pencarian saya mengenai “sederhana” dalam hadis dan Al-Quran:

Surat Al-Furqan Ayat 67
: Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. [QS 25:67]

Hadits Abu Daud Nomor 3630
: Telah menceritakan kepada kami [An Nufaili] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Salamah] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Abdullah bin Abu Umamah] dari [Abdullah bin Ka’b bin Malik] dari [Abu Umamah] ia berkata, “Pada suatu hari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperbincangkan tentang dunia di sisinya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidakkah kalian mendengar? Tidakkah kalian mendengar? Sesungguhnya sederhana dalam berpakaian adalah bagian dari iman. Sesungguhnya sederhana dalam berpakaian adalah bagian dari iman.” Maksudnya adalah berpakaian apa adanya dan pantas.”, Abu Dawud berkata; “Dia adalah Abu Umamah bin Tsa’labah Al Anshari.”

Hadits Abu Daud Nomor 4355
: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Abdul hamid Al Bahrani] -ia membaca dalam buku Isma’il bin Ayyasy- dan telah menceritakan kepadanya [Muhammad bin Isma’il] anaknya, ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Bapakku] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Dhamdham] dari [Syuraih bin Ubaid] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Zhabyah] berkata, “Bahwa [Amr bin Al Ash] suatu hari pernah berkata -saat itu ada seorang laki-laki berdiri dan banyak berbicara- Amru berkata, “Sekiranya ia biasa saja dalam berbicara tentu itu lebih baik baginya. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku berpandangan, atau beliau mengatakan, “Aku diperintahkan untuk sederhana dalam berbicara, sebab sederhana dalam berbicara adalah suatu kebaikan.”

Hadits Ibnu Majah Nomor 4108
: Telah menceritakan kepada kami [Katsir bin ‘Ubaid Al Himshi] telah menceritakan kepada kami [Ayyub bin Suwaid] dari [Usamah bin Zaid] dari [Abdullah bin Abu Umamah Al Haritsi] dari [Ayahnya] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kelusuhan itu bagian dari Iman.” Abu Umamah berkata, “lusuh maksudnya adalah sederhana dalam berpakaian (tidak sombong).”