Sejarah kehidupan anak manusia (1)

Ini adalah autobiografi, tulisan (1) yang akan saya tulis sedikit demi sedikit. Autobiografi ini ditulis dimulai dari lahir sampai sekarang. Saya usahakan konsisten dalam menulis.

[Periode Bukittinggi: 1969-1974]

Hari ini (20 Oktober 2017) tepat umur saya adalah 48 tahun 5 bulan dan 14 hari atau lebih akurat 17699 hari. Umur yang tidak muda lagi. Saya akan coba untuk memulai menulis sedikit demi sedikit sejarah hidup manusia ini (saya). Saya dilahirkan di Bukittinggi, tepatnya di rumah sakit tentara Bukittinggi pada 6 Mei 1969. Nama Dokter yang membantu proses kelahiran saya ketika itu, menurut keterangan yang diberikan oleh orang tua saya adalah Dr. Huseini.

1970

Dengan mamak di Bukittinggi pada tahun 1970. Mungkin saya berumur sekitar 8 bulan ketika itu.

 

Foto di atas adalah foto paling yang paling awal mengabadikan sejarah hidup saya. Ketika itu ayah saya, Nur Anas Djamil, adalah Dekan Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS), Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) di Bukittinggi. Ibu saya, Sofiah Djamaris juga dosen di Fakultas yang sama. Keluarga kami tinggal di rumah dinas IKIP di bawah Istana Bung Hatta, Jalan H. Agus Salim di Bukittinggi. Sekarang rumah itu sudah tidak ada lagi. Di bawah ini adalah lokasi rumah yang kami tempati.

 

7837502544_46aae4f68d_b

Foto ayah dan ibu saya setelah akad nikah di Yogyakarta pada 16 Oktober 1959 di Jalan Sindunegaran no. 18.

 

Ibu dan bapak saya di kampus IAIN Jogyakarta (sekarang adalah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga), beliau adalah salah satu aktivis kampus. Mereka menikah secara unik, yakni pesta diadakan di kampus dan dihadiri oleh mahasiswa dan dosen pada tahun 1959. Ini adalah sejarah, khususnya buat mereka berdua. Foto-foto pernikahan dan kartu undangan pun, sampai sekarang masih ada dan tersimpan rapi.

Di bawah ini beberapa foto kami sekeluarga di Bukittinggi.

 

Tetangga kami di Bukittinggi adalah keluarga Pak Jacub Isman. Namun ketika Pak Jacub Isman melanjutkan studi PhD-nya ke Indiana University Bloomington pada tahun 1970, rumah yang ditempati oleh Pak Jacub ditempati oleh Pak Syahwin Nikelas, adik dari istri Pak Jacub Isman yang juga dosen di FKSS IKIP. Pak Jacub adalah Dekan FKSS IKIP Padang sebelum ayah saya. Ketika Pak Jacub menjabat sebagai Dekan, ayah saya adalah Pembantu Dekan di FKSS IKIP. Keluarga kami tinggal di Bukitinggi dari tahun 1966 sampai 1974. Pada tahun 1974 kami pindah ke Padang setelah tinggal di Bukittinggi selama 8 tahun dari tahun 1966. Selama di Bukitinggi, ayah saya sempat menjadi Ketua Masjid Raya Bukitinggi.

Hanya saya dan adik saya Huseini Nur yang lahir di Bukittinggi. Adik saya lahir tahun 1971. Abang saya yang tertua, Hamda Nur lahir di Semarang pada tahun 1960 ketika ayah dan ibu saya masih kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Setelah lulus sarjana tahun 1962, ayah mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Andalas (UNAND) yang kemudian menjadi IKIP pada tahun 1965. Abang saya yang kedua, Hamdi Nur, lahir pada tahun 1966 di Padang. Dari tahun 1962 sampai 1966, keluarga kami tinggal di Hotel Muara Padang karena belum mendapat rumah dinas dari pemerintah, sebelum pindah ke Bukitinggi pada tahun 1966. Ibu saya baru lulus sarjana dari IAIN pada tahun 1964 dan langsung menyusul ayah saya menjadi dosen di FKIP UNAND.

Karena masih kecil, tidak banyak yang saya ingat ketika tinggal di Bukitinggi. Yang saya ingat adalah saya menangis ketika saya memberikan ikan mas koki yang dipelihara kepada kucing, juga ketika naik mobil dinas IKIP Padang pindah rumah dari Bukittinggi ke Padang. Masih ingat ketika diajak ke kebun binatang Bukittinggi yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Umur saya ketika itu 4-5 tahun.

Oh ya, saya juga punya kakak yang bernama Huda Nur, perempuan. Namun umur beliau hanya 7 bulan. Menurut keterangan dokter, Huda Nur meninggal dunia karena meningitis. Di bawah ini adalah catatan ayah saya mengenai Huda Nur.

# إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ #

Huda Nur
Lahir 12 Mei 1967 – 2 Shafar 1387 (Kamis) dj. 10.00 WIB
Wafat 24 Djan 1968 – 24 Sjawal 1387 (Rabu) dj. 16.15 WIB
Di RSUP Bukitinggi

Sejak lahir s/d 19 Djan 1968 setahu keluarganya belum pernah sakit. Umur 7 bln telah kuat menelungkup dan merasa senang duduk dengan pertolongan atas pangkuan. Karena kesehatannya yang baik tidak menyusahkan keluarganya. Mudah ketawa biasa bersuara sendiri karena riang. Tgl 19 Djan 68 mentjret, besoknya sekali2 disertai muntah. Petang minggu 20-1-68 telah diobati sebelum kedokter dgn beras rendang dan ubat udanya dari dokter. Tgl 22-1-68 ke dokter Suhadi. Tgl 23-1-68 kembali ke Suhadi untuk disuntik. Tgl 24-1-68 hari Rabu ke dokter Jasmiar karena sakitnya semakin bertambah. Petang selasa stuip 2 x dj. 1.00 dan dj. 4.00. Hari Rabu stuip kembali dj. 8.00 dj 9.00 ke Jasmiar. Dj 10.00 stuip lagi dan lebih lama / mengchawatirkan. Dj. 11.30 ke RSU B.Tinggi dikasi obat tetes kelidahnya anti kram 1 x 5 menit dan obat indjeksi segera dibeli di apotik luar. Dj. 16.15 wafat dihadiri oleh orang tua dan kedua udanya.

(Keterangan di bawah foto)
Gambar Huda Nur tgl 31-12-67 bertepatan dengan hari berlimau akan memasuki Ramadhan 54 hari sebelum wafat.